Moms Wajib Tahu, Ini Perbedaan Tanda Bayi Cukup dan Kekurangan ASI

Bunda terkadang mungkin khawatir apakah ASI yang diminum Si Kecil sudah cukup atau belum. Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, mari kita bahas tanda-tanda bayi cukup ASI di artikel ini.

Saat menyusui, pastikan Bunda mendengar Si Kecil mengisap dan menelan ASI dalam pola yang teratur. Selain itu, bayi juga harus terlihat tenang setelah menyusu, misalnya tertidur atau wajahnya terlihat tenang dan santai. Jika hal ini terpenuhi, seharusnya Bunda tidak perlu khawatir bayi mengalami kekurangan ASI.

Namun apabila masih ragu, ada beberapa tanda lain yang menunjukkan bahwa bayi sudah mendapatkan cukup ASI.

Tanda Bayi Cukup ASI

Bayi yang memperoleh cukup asupan ASI umumnya akan menunjukkan tanda-tanda berikut ini:

1. Berat badannya bertambah

Peningkatan berat badan bayi merupakan salah satu tolok ukur untuk menilai apakah ia sudah mendapatkan cukup ASI atau belum. Namun Bunda juga perlu tahu, bayi akan mengalami penurunan berat badan dalam waktu 1 minggu setelah mereka lahir, dan ini adalah hal yang normal.

Penurunan berat badan normal adalah 5% dari berat lahir pada bayi yang diberi susu formula, dan 7-10% pada bayi yang diberi ASI.

Sebagai contoh, pada bayi yang lahir dengan berat badan 3 kg dan diberi ASI eksklusif, penurunan berat badan hingga 2,7 kg di minggu pertama masih dianggap normal.

Berat badan bayi yang sehat dan mendapat cukup ASI akan bertambah satu atau dua minggu setelahnya. Maka dari itu, Bunda perlu memeriksakan berat badan Si Kecil secara rutin di klinik atau Posyandu.

2. Buang air kecil secara teratur

Berapa kali Bunda mengganti popok Si Kecil tiap hari? Normalnya, bayi yang berusia di bawah 5 hari perlu diganti popoknya hingga 6 kali sehari. Saat usia bayi sudah lebih dari 5 hari, popoknya perlu diganti hingga 6-8 kali sehari, jika ia mendapatkan cukup ASI.

Pada bayi yang cukup diberikan ASI, popoknya akan terlihat basah setiap kali diganti, dengan warna urine jernih atau kuning. Perhatikan juga perubahan warna tinja Si Kecil. Pada beberapa hari pertama setelah lahir, tinjanya akan berwarna gelap dan lengket. Namun selanjutnya, tinja bayi yang mendapatkan cukup ASI akan berwarna kuning cerah.

3. Terlihat tenang dan nyaman

Aktivitas dan mood bayi yang meningkat setelah menyusu juga dapat menandakan kecukupan ASI. Setelah disusui dengan cukup, bayi biasanya akan nampak kenyang serta tidak rewel, dan kadang juga langsung tertidur pulas.

Tanda-Tanda Bayi Kurang ASI

Bayi yang kurang ASI dapat mengalami dehidrasi dan gangguan tumbuh kembang. Jika bayi kurang diberikan ASI, maka akan muncul beberapa tanda berikut:

  1. Berat bayi berkurang.Jika bayi tidak mengalami pertambahan berat badan lima hari setelah dilahirkan, atau terus mengalami penurunan berat badan, segera bawa ke dokter anak.
  2. Feses bayi berwarna gelap setelah berusia lima hari. Mulut dan mata bayi nampak kering.
  3. Popok bayi diganti kurang dari 6 kali per hari, dan cenderung kering setiap kali diganti.
  4. Urine bayi berwarna kuning tua seperti jus apel.
  5. Bayi rewel dan nampak tidak puas meski sudah menyusu lebih dari satu jam.
  6. Bayi tidak terlihat meneguk ASI.

Selain tanda pada bayi, perhatikan juga kondisi payudara setelah menyusui. Jika Si Kecil sudah meminum cukup ASI, payudara Bunda akan terasa agak ringan setelahnya.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dilakukan saat menyusui bayi, untuk memastikan ia mendapatkan ASI yang cukup:

  1. Rasakan mulut bayi saat menyusui, dan pastikan mulutnya sudah menyedot puting susu dengan benar.
  2. Periksalah payudara Bunda setelah menyusui. Jika tidak terasa lebih kosong atau lunak, mungkin Si Kecil tidak menyusu dengan baik.
  3. Perhatikan sikap Si Kecil, apakah tenang atau justru gelisah.
  4. Perhatikan juga warna kulitnya. Jika warnanya menjadi lebih kuning setelah minggu pertama kelahirannya, maka segera periksakan ke dokter.

Pada ibu menyusui, puting lecet, nyeri, atau terasa seperti digigit biasanya menandakan pelekatan yang tidak benar antara mulut bayi dan payudara ibu. Agar bisa menyusui dengan benar, berkonsultasilah dengan dokter atau konsultan laktasi.

Selain itu, lakukan penimbangan berat badan bayi secara rutin di dokter, Puskesmas, atau Posyandu untuk mengetahui apakah Si Kecil mendapat cukup ASI, sekaligus untuk memantau pertumbuhannya.[]

Sumber: ALODOKTER

Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!