Manfaat Berpuasa Untuk Kesehatan Pasien Penyakit Jantung

Puasa bukan sekedar ibadah semata, puasa memiliki segudang manfaat untuk kesehatan sayangnya tak banyak yang tahu. Salah satunya bagi pasien penyakit jantung.

Tidak lama lagi umat muslim akan memasuki bulan Ramadan. Salah satu yang paling dinantikan adalah ibadah puasa.

Bukan sekadar ibadah, puasa memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Salah satunya bagi pasien penyakit jantung.

” Sebetulnya yang harus dilakukan pasien penyakit jantung adalah restriksi cairan, salah satunya dengan mengurangi asupan minum. Cairan berlebih akan membuat jantung jadi overload, padahal jantungnya sendiri sudah lemah,” kata Yoga Yuniadi, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan di Jakarta, Selasa 2 April 2019.

Selama puasa, organ tubuh termasuk pencernaan akan beristirahat. Puasa dilakukan untuk mengurangi intake cairan sehingga tidak membuat jantung semakin membengkak. Jantung yang membengkak akan menyebabkan sesak napas dan melemahnya pompa darah.

Namun bukan berarti pasien tidak memerlukan cairan sama sekali. Pasien penyakit jantung disarankan meminum air putih dengan jumlah maksimal 1,5 liter.

Khusus penderita gagal jantung, pasien diharapkan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Umumnya, obat terapi gagal jantung hanya diberikan sebanyak satu kali dalam sehari.

” Kalau sifat obatnya menurunkan denyut, lebih baik diberikan di pagi hari. Tapi obat yang sifatnya mengeluarkan cairan lebih baik di sore hari karena kalau pagi, pasien akan makin dehidrasi karena sepanjang puasa dia tidak ada intake cairan,” ujarnya.

Manfaat Puasa Telah Dibuktikan Ilmuwan Amerika Serikat

Sebentar lagi, Ramadan tiba. Bagi umat Muslim, yang sudah memenuhi syarat, wajib menjalankan puasa. Sebulan penuh.

Loading...

Dan tahukah Anda, meski tak makan dan minum pada siang hari, ternyata puasa dipercaya mampu menjaga kesehatan tubuh –selain tentunya mendapat pahala.

Sudah banyak penelitian tentang manfaat puasa ini. Salah satunya hasil penelitian yang dilakukan sekelompok ahli nutrisi dari University of Southern California, Amerika Serikat.

Menurut guru besar Ilmu Biologi dan Penuaan universitas itu, Profesor Valter Longo, berpuasa bisa memberikan cukup waktu untuk membentuk sel baru yang mampu meningkatkan imunitas tubuh.

” Berita gembiranya, berpuasa dapat membuang sel-sel darah yang sudah rusak dan tua,” kata Valter, dikutip Dream dari laman Malaysia News Hub, Rabu 17 Mei 2017.

Dalam laporan penelitiannya, para ilmuwan berkesimpulan bahwa berpuasa selama tiga hari dapat memperbaiki sistem kekebalan tubuh, terutama bagi pasien kanker yang menjalani kemoterapi.

Selain itu, berpuasa dapat memperbaiki ketahanan tubuh manula yang terus menurun karena faktor usia.

” Jika sistem sel tubuh Anda rusak parah akibat pengobatan kemoterapi atau melalui proses penuaan, dengan berpuasa ia mampu mengembalikan sel baru yang lebih baik,” ucap Valter.

Puasa secara rutin juga dapat menambah sel darah putih dalam tubuh. Dengan meningkatnya sel darah putih dapat membantu memperbaiki sistem ketahanan tubuh seseorang.

Temuan terpenting para ilmuwan itu, puasa dapat menghindarkan seseorang pada risiko penyakit kanker dan tumor. Sebab, berpuasa dapat menurunkan enzim PKA, enzim pemicu kanker dan tumor.[]

Sumber: DREAM

Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!