8 Destinasi Wisata Bernuansa Islami Unik di Indonesia, Mana Daerah Asalmu?

Bingung menentukan lokasi libur lebaran nanti mau kemana bersama keluarga dan orang tercinta? Karena masih dalam momen bulan suci Ramadhan, yuk liburan ke tempat wisata bernuansa religi. Tenang, di Indonesia, banyak sekali kok objek wisata religi yang bisa Anda kunjungi.

Terutama wisata religi Islami, karena Islam sendiri merupakan mayoritas agama di Indonesia. Bahkan banyak informasi sejarah yang bisa Anda dapatkan. Penasaran? Yuk disimak yang berikut ini.

1. Masjid Istiqlal – Jakarta

Masjid Istiqlal – Jakarta
Masjid Istiqlal – Jakarta

Jalan-jalan ke Ibukota Jakarta tentu tidak lengkap jika Anda mengunjungi Masjid Istiqlal Jakarta. Masjid Nasional negara Republik Indonesian ini berlokasi di dekat Monumen Nasional di pusat kota.

Tahukah Anda, masjid yang diprakarsai Presiden Sukarno, yang sedang menjabat kala itu, ternyata didesain oleh seorang arsitek beragama Kristen Protestan bernama Frederich Silaban? Dengan peletakan batu pertama pada tanggal 24 Agustus 1951, masjid ini didesain dengan gaya arsitektur modern.

Lantai dan dindingnya dilapisi dengan marmer yang dihias dengan ornamen geometrik yang terbuat dari baja anti karat. Memiliki bangunan utama yang terdiri dari lima lantai, serta sebuah raksasa dengan diameter 45 meter sebagai mahkotanya. Kubah ini ditopang menggunakan 12 tiang besar.

Terdapat satu lantai dasar pada masjid ini serta menara tunggal yang menjulang di sudut selatan selasar masjid dengan tinggi total 96,66 meter. Di mana sebanyak 200.000 jamaah mampu ditampung masjid ini. Itu sebabnya berbagai aktivitas sosial dan kegiatan berbagai organisasi Islam di Indonesia dilakukan di masjid ini.

2. Istana Maimun – Medan

Istana Maimun - Medan
Istana Maimun – Medan

Jika ingin tahu sejarah keemasan kesultanan Deli, maka Anda dapat berkunjung ke Istana Maimun. Dibangun pada tanggal 26 Agustus 1888 oleh keturunan ke 9 Kesultanan Deli, Sultan Maimun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Istana dengan 30 ruangan ini memiliki luas 2.772 m2 dan berlokasi di jalan Brigadir Jenderal Katamso, kelurahan Sukaraja, kecamatan Medan Maimun.

Istana yang baru diresmikan pada tanggal 18 Mei 1891 ini dari arsitekturnya memperlihatkan alkulturasi antara budaya timur atau melayu yang islami dengan Eropa. Banyak sekali ornamen-ornamen bergaya Eropa, seperti meja, lemari, kursi, lampu hingga pintu dorong.

Untuk pengaruh Ismal sendiri dapat terlihat dari atapnya yang berbentuk lengkung menyerupai perahu terbalik. Di mana desain tersebut menyerupai desain pada bangunan-bangunan yang berada di kawasan Timur Tengah.

3. Masjid Agung Jawa Tengah – Semarang

Masjid Agung Jawa Tengah – Semarang
Masjid Agung Jawa Tengah – Semarang

Berada di kota Semarang, Masjid Agung Jawa Tengah memiliki arsitektur menyerupai Masjid Nabawi di Madinah. Terdapat enam buah payung hidrolik yang akan mengembang secara otomatis ketika shalat Jumat atau hari Raya.

Di dalam masjid, Anda akan menemukan Al Quran raksasa yang disimpan di dalam sebuah kotak kaca dekat pintu utama. Alquran ini ditulis menggunakan tangan oleh seorang penulis kaligrafi dari Universitas Sains dan Ilmu Al-Qur`an dari Wonosobo, Jawa Tengah, bernama H. Hayatuddin.

Terdapat pula replika beduk raksasa yang dibuat dari kulit lembu Australia. Bedug dengan diameter 220 cm dan memiliki panjang 310 cm ini dibuat oleh para santri Pesantren Alfalah Mangunsari, Jatilawang, Banyumas, Jawa Barat.

4. Masjid Baiturrahman – Aceh

Masjid Baiturrahman - Aceh
Masjid Baiturrahman – Aceh

Masih ingatkah Anda dengan masjid yang tetap kokoh berdiri pada saat terjadinya bencana tsunami di Aceh pada tahun 2004 silam? Masjid ini bahkan pada saat itu menjadi tempat berlindung umat muslim dan non muslim.

Masjid Baiturrahman sendiri merupakan salah satu bangunan bersejarah di Aceh. Di bangun pada era Kesultanan Aceh, masjid ini pernah hancur pada 10 April 1873 akibat serangan Belanda ke Koetaradja (Banda Aceh). Ini menjadi pemicu perlawanan yang dilakukan oleh masyarakat Aceh. Perjuangan ini menyebabkan Belanda kehilangan Major General Johan Harmen Rudolf Köhler, panglima mereka pada 14 April 1873.

Akhirnya pada tahun 1879-1881 M, masjid Baiturahman dibangun ulang dengan arsitektur yang mengadaptasi gaya Moghul (India) desain de Bruchi. Pembangunan ini dilakukan atas perintah Jenderal Van Der Heijden untuk meredakan pemberontakan rakyat kala itu.

5. Kampung Ramadan Kauman – Yogyakarta

Kampung Ramadan Kauman - Yogyakarta
Kampung Ramadan Kauman – Yogyakarta

Bila bulan Ramadhan tiba, tidak ada salahnya untuk mengunjungi Kampung Ramadhan Kauman Yogyakarta. Berada sejauh 300 meter dari titik 0, kampung tertua di kota Yogyakarta ini sejak tahun 1970 selalu menyediakan aneka jajan takjil pada bulan puasa.

Ada beraneka jajanan tradisional yang disediakan seperti lumpia, klepon, kue lumpur, apem dan lainnya. Akan tetapi, yang paling khas dan hanya ada di bulan Ramadhan adalah kacang umbon dan kicak.

Kacang Umbon dibuat dari kacang tanah. Cara membuatnya sangat sulit, bahkan bila dalam proses pengolahannya saja sudah salah, dapat menyebabkan tekstur kacang akan menjadi keras. Kue pun tidak enak untuk dimakan.

Berbeda dengan kicak yang merupakan olahan dari ketan yang di atasnya ditaburi parutan kelapa muda. Ditambah dengan topping berupa daun pandan dan potongan buah nangka membuat aromanya makin menggugah selera.

6. Masjid Terapung – Maluku Utara

Masjid Terapung - Maluku Utara
Masjid Terapung – Maluku Utara

Ini dia masjid kebanggaan masyarakat Ternate yang memiliki keindahan panorama alam tiada tara. Berada di Pantai Sewiring, Ternate, Provinsi Maluku Utara, Masjid Terapung Al-Munawar dibangun pada tahun 2003 di atas laut. Masjid seluas 6 hektar ini sangat indah dan megah, bahkan mampu untuk menampung sekitar 15.000 jamaah.

Pada sisi-sisi masjid terdapat 4 menara menjulang tinggi. Pemandangan di sekitarnya pun sangat indah. Memiliki latar Gunung Gamalama dengan pancaran sinar lampu masjid pada malam hari, serta gugusan pulau Tidore dan pesisir Halmahera menciptakan pemandangan yang sangat luar biasa.

7. Masjid Raya Bandung

Masjid Raya Bandung
Masjid Raya Bandung

Ini dia salah satu ikon kebanggan kota Bandung. Masjid Raya Bandung yang dibangun sejak tahun 1812 ini berlokasi di Alun-Alun Kota Bandung, dekat ruas Jalan Asia-Afrika. Masjid ini selalu ramai pengunjung, terutama yang ingin melakukan ibadah shalat, dan terbuka untuk umum.

Pada awalnya masjid merupakan rumah panggung tradisional dengan atap dan dinding dari rumbia. Dikarenakan terjadi kebakaran pada tahun 1825 di sekitar alun-alun, masjid ini ikut direnovasi oleh pemerintah. Bagian atap dan dindingnya diganti menggunakan material kayu.

Masjid ini direnovasi kembali pada saat A Wiranatakusumah IV menjadi Bupati Bandung. Dengan model menyerupai tiga susun limas besar yang tinggi menjulang, material masjid juga diganti dengan dinding menggunakan batu-bata serta genteng untuk atap.

Beberapa tahun kemudian renovasi terus dilakukan beberapa kali. Pada tahun 2001 masjid direnovasi dengan empat arsitek terlibat kala itu yaitu Prof. Dr. Slamet Wirasonjaya, Ir.H.Keulman, Ir.H.Arie Atmajaya dan Ir.H Nu’man.

Ditata menjadi bagian penting dari alun-alun kota Bandung, masjid ini diresmikan pada 13 januari 2004 dengan nama resmi Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat.

8. Wisata Religi Sunan Ampel

Wisata Religi Sunan Ampel
Wisata Religi Sunan Ampel

Bila ingin napak tilas masuknya Islam di Jawa, Anda dapat melakukan wisata religi Sunan Ampel. Datang saja ke Jalan KH Mas Mansyur Kelurahan Ampel , Kecamatan Semampir, Surabaya, Jawa Timur. Anda akan menemukan makam dan Masjid Sunan Ampel di tempat itu.

Masjid dan makam Sunan Ampel selalu ramai oleh peziarah. Bahkan, masjid tersebut dikatakan sebagai masjid terbesar kedua di kota Surabaya. Makamnya sendiri terletak di sebelah barat dari Masjid Ampel.

Kisah Sunan Ampel sendiri sangat terkenal. Pemilik nama asli Raden Mohammad Ali Rahmatullah ini merupakan salah satu dari sembilan wali penyebar agama Islam di Nusantara.

Itu sebabnya, terdapat sembilan gapura yang konon melambangkan sembilan wali atau Wali Songo yang akan Anda temukan sebelum mencapai area makam Sunan Ampel.

Terdapat pula sumur tua di sekitar makam yang dipercaya memiliki kelebihan seperti air zam zam. Sayangnya, sumur ini telah ditutup agar tidak dikotori oleh tangan-tangan jahil.[]

Sumber: bp-guide.id

Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!