2 Tahun Kasusnya Tak Terungkap, Novel Baswedan Desak Jokowi Bentuk TGPF

Jakarta, Widiynews.com – Penyidik KPK Novel Baswedan mengalami teror air keras 2 tahun lalu dan hingga kini belum terungkap. Sebagai korban, Novel meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk TGPF mengungkap kasusnya, sementara Jokowi menyerahkan ke tim gabungan bentukan Kapolri untuk menuntaskan kasus ini.

Teror air keras terhadap Novel itu terjadi pada 11 April 2017. Dia disiram air keras pasca salat subuh di Masjid Al Ihsan yang tak jauh dari rumahnya di Jalan Deposito T nomor 8, RT 03 RW 10, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Novel langsung dibawa ke RS Mitra Keluarga usai peristiwa itu. Perawatan Novel kemudian dipindah ke RS Jakarta Eye Center, Menteng pada hari yang sama hingga kemudian dipindah ke Singapura untuk menjalani operasi.

Polisi sebenarnya sempat menunjukkan sketsa wajah terduga pelaku teror air keras pada Novel. Namun, hingga tahun 2019 belum juga terungkap siapa sebenarnya pelaku dan apa motif penyiraman air keras itu.

Permintaan dibentuknya tim gabungan pencari fakta (TGPF) bentukan Presiden berulang kali disampaikan Novel, koalisi masyarakat sipil, maupun Wadah Pegawai (WP) KPK.

“Saya tetap mendesak Presiden Jokowi mau membuka jalan pengungkapan dengan membentuk TGPF yang independen dan tidak tersandera dengan kepentingan politik,” kata Novel saat peringatan 700 hari kasus terornya belum terungkap, Selasa (12/3).

Sebenarnya, sudah ada tim gabungan yang dibentuk untuk mengusur kasus teror terhadap Novel. Tim gabungan itu dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan berisi sejumlah pakar. Tim tersebut dipimpin Komjen Idham Azis.

Loading...

Tim gabungan itu dibentuk berdasarkan rekomendasi dari Komnas HAM. Kinerja tim gabungan bentukan Kapolri ini juga sempat dikritik oleh Novel.

“Tim gabungan yang dibentuk Kapolri belum terlihat hasil kerjanya, dan tidak mau menunjukkan kesungguhannya mengungkap semua serangan terhadap insan KPK lainnya,” kata Novel.

Nah, tim gabungan inilah yang diserahkan oleh Jokowi untuk menuntaskan kasus teror air keras terhadap Novel. Jokowi meminta semua pihak menanyakan informasi pengusutan kasus Novel kepada tim itu.

“Itu kan sudah ada tim gabungan di Polri, yang terdiri dari polisi, Ombudsman, dan KPK sendiri,” kata Jokowi saat ditemui wartawan di kawasan Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/4/2019).

Dia meminta agar pengembangan kasus ini dikejar kepada tim gabungan itu. Jokowi mengatakan pertanyaan terkait kasus Novel tak perlu lagi ke dirinya karena sudah ada tim gabungan.

“Tanyakan kepada mereka, kejar kepada mereka hasilnya seperti apa. Jangan dikembalikan ke saya lagi. Apa gunanya sudah dibentuk tim gabungan seperti itu?” tegas Jokowi.

“Ya tanyakan ke mereka, belum ditanyakan ke sana kok,” pungkas Jokowi.[]

Sumber: DETIK

Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!