Wanita dalam Rumah Tangga, Bagaimana Kedudukannya Menurut Islam?

SUBHANALLAH, kedatangan Islam memang membawa wanita kedalam derajat yang lebih tinggi. Jika pada zaman jahiliah seorang wanita itu dianggap sebuah aib keluarga, sehingga saat bayi wanita lahir kedunia maka ayahnya akan langsung menguburnya hidup-hidup.

Berbeda dengan masa jahiliyah, saat Islam datang derajat wanita terangkat dengan sendirinya. Dalam Islam keberadaan wanita sangat dihargai, bahkan Allah dengan jelas melindungi tubuh wanita dengan mewajibakan wanita untuk menutupi seluruh auratnya.

Islam juga memandang seorang istri bebagai hal yang sangat berharga bagi suaminya. Terlebih lagi wanita istri shalehah diumpamakan sebagai perhiasan dunia. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

Ya Ukhti, Hanya Agama Islam yang Akan Memuliakanmu

“Dunia adalah perhiasan (kesenangan) dan sebaik-baik perhiasan (kesenangan) dunia adalah wanita (istri) shalihah.” (HR. Muslim)

seorang istri yang baik akan berusaha untuk melaksanakan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Walaupun sebagai manusia sudah sangat wajar merasakan malas atau berat untuk melakukannya, ia akan tetap menjalankan tugasnya.

Dalam salah satu hadits disebutkan bahwa istri yang mampu menjaga diri dan keuangan suaminya digolongkan menjadi salah satu dari empat hal yang membuat seseorang mendapatkan kebaikan di dunia dan diakhirat.

Loading...

Rasul bersabda “Empat hal yang jika diberikan kepada seseorang, maka ia akan mendapatkan dua kebaikan; di dunia dan di akhirat. Empat hal tersebut adalah hati yang bersyukur, lisan yang selalu berdzikir, sabar atas segala cobaan yang menimpa dan istri yang dapat menjaga diri serta menjaga keuangan suami.”

Beliau kemudian bersabda lagi “Wanita terbaik adalah yang jika kamu melihatnya kamu merasa bahagia, jika kamu memerintah kepadanya maka dia taat padamu dan jika dia tidak ada disampingmu, maka dia akan menjaga hartamu serta kehormatanmu.”

Wahai Istriku, Janganlah Engkau Mengeluh…

Setelah itu Rasulullah membaca ayat Al-Quran yang memiliki arti “Maka perempuan-perempuan yang shalihah adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga mereka.” (Q.S An-Nisaa: 34)

Dalam salah satu hadits Bukhari juga disebutkan bahwa ternyata istri merupakan pemimpin dalam rumah suaminya dan bertanggung jawab atas segala yang terjadi didalamnya.

“Istri adalah pemimpin di dalam rumah suaminya dan dia betanggung jawab atas apa yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari)[]

Sumber: DAILYMOSLEM

Dapatkan konten-konten Islami yang menginspirasi dan menyejukkan terbaru dari Widiynews. Share dan kunjungi situs kami setiap hari.
Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!