Widiynews

Awas, Lemak Perut Sangat Berbahaya Bagi Jantung

Bagikan:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Awas, Lemak Perut Sangat Berbahaya Bagi Jantung
Lemak Perut

RISET baru mengungkap bahwa ukuran lingkar pinggang seseorang dapat memprediksi resiko kematian orang yang bersangkutan.

Ada data baru yang menarik bahwa lemak perut sedikitpun dapat sangat berbahaya bagi kesehatan jika anda pernah terkena serangan jantung.

[better-ads type=”banner” banner=”14175″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Dalam satu penelitian terbesar untuk jenisnya, para peneliti di Klinik Mayo, Rochester, Minnesota, mendapati bahwa orang berpenyakit jantung yang memiliki sedikit lemak perut sekalipun berisiko dua kali lipat untuk meninggal dunia dibandingkan mereka yang berlemak di bagian tubuh lain.

Penelitian yang dipimpin oleh Francisco Lopez-Jimenez menganalisa data yang dikumpulkan dari lima penelitian mengenai hampir 16.000 serangan jantung di seluruh dunia.

Lopez-Jimenez mengatakan para peneliti berusaha meramalkan bagaimana kesehatan pasien di kemudian hari, berdasarkan lokasi tumpukan lemak di tubuh mereka.

Simak: 30 Cara Mudah Membakar Lemak Tubuh Tanpa Kuras Tenaga

“Kami mendapati bahwa orang yang berlemak lebih banyak di perut daripada pinggul atau dengan perut terlalu besar, memiliki kemungkinan 25 sampai hampir 70 persen untuk meninggal dunia dibandingkan mereka yang memiliki distribusi lemak normal,” ujar Lopez-Jimenez.

Walaupun obesitas sudah lama dikaitkan dengan penyakit kardiovaskuler, Lopez-Jimenez, kepala program Cardio-Metabolic di Mayo, mengatakan hal itu bukan alat prediksi yang terbaik untuk kesehatan jangka panjang.

Obesitas biasanya diukur dengan menghitung indeks massa tubuh (IMT) seseorang, yaitu jumlah lemak tubuh dibanding berat dan tinggi badan. Tapi dalam penelitian ini, orang dengan IMT lebih tinggi yang memiliki lemak lebih banyak secara keseluruhan, hidup lebih lama dibanding mereka yang memiliki IMT lebih rendah.

Lopez-Jimenez mengatakan distribusi lemak adalah indikator yang lebih baik. Para peneliti tidak tahu mengapa lemak perut meningkatkan risiko kematian dibanding lemak yang merata di seluruh tubuh atau di bagian tubuh lain, seperti kaki dan bokong.

Menurut Lopez-Jimenez, tampaknya lemak perut lebih aktif metabolismenya, menyebabkan kolesterol dan tekanan darah naik.

“Semua faktor itu menyebabkan penyakit jantung. Jadi, bagi seseorang yang sudah berpenyakit jantung, kami yakin faktor-faktor itu hanya akan semakin memperburuk,” paparnya.

Untungnya, para pakar mengatakan lemak perut adalah jenis yang paling mudah dihilangkan. Kebanyakan orang dapat mengurangi lemak perut dengan diet kalori rendah dan serat tinggi serta olah raga secara rutin. Artikel ini dimuat dalam Journal of the American College of Cardiology.[]

Sumber: VOAINDONESIA

Bagikan jika suka:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

From our editorial team

Widiynews.com adalah tempat menulis untuk semua orang. Yuk kirim juga tulisanmu sekarang

ARTIKEL YANG KAMI PILIH KHUSUS UNTUKMU

Baca Lainnya

Kebijakan Berkomentar:

Mohon untuk berkomentar relevan sesuai topik bahasan! Komentar tidak relevan, SPAM atau memiliki link aktif akan kami hapus.