3 Akhlaq Nabi Muhammad SAW yang Sering Terlupakan

MENELADANI Nabi Muhammad SAW merupakan kewajiban setiap muslim. Dan, itulah wujud sederhana kita mencintai Rosulullah. Sayangnya, sejumlah keteladan tersebut kerap terlupakan banyak orang.

Nabi Muhammad adalah tauladan kehidupan bagi umat manusia. Bahkan, hal-hal sederhana dan sekecil apapun, beliau adalah sosok yang paling pantas dijadikan idola.

Berikut ini akhlak dan teladan Nabi Muhammad SAW yang mungkin sering terlupakan diantara kita umat Islam :

1. Romantisme Nabi saw. terhadap isteri

Sebagian orang menganggap bahwa Nabi saw. sebagai sosok lelaki yang beristeri banyak. Sibuk dengan dunia sendiri dan seperti tak perduli dengan orang paling dekatnya: isteri.

Perhatikanlah. Sejarah mencatat, Nabi saw. tidak berpoligami selama Khadijah masih hidup. Dan kebersamaan dengan Khadijah itu kurang lebih berlangsung selama 28 tahun.

Selama itu, Nabi saw. hanya beristeri Khadijah. Dari Khadijahlah lahir 6 anak beliau saw., yaitu Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kulsum, dan Fathimah Az-Zahra.

Saat awal menerima wahyu, Nabi saw. minta diselimuti oleh Khadijah. Beliau saw. menceritakan apa yang ia alami dan rasakan. Dan Khadijah pun memberikan jawaban dan sikap yang menenteramkan beliau saw.

Baca juga: Siti Hajar, Sang Pejuang Wanita Tangguh nan Penuh Keikhlasan

Sepanjang perjalanan dakwah Nabi saw. semasa bersama Khadijah, banyak mengalami cobaan. Selama itu pula, Khadijah mendukung Nabi saw. sepenuhnya, dengan tenaga, harta, dan jiwa.

Harta Khadijah yang begitu banyak habis untuk membiayai perjalanan dakwah beliau saw.

Aisyah r.a. pernah mengungkapkan rasa cemburunya terhadap Khadijah r.a.. Menurut Aisyah, aku pernah cemburu terhadapnya walaupun aku belum pernah melihatnya.

“Dulu Rasulullah saw. setiap keluar rumah hampir selalu menyebut Khadijah dan memujinya. Pernah suatu hari beliau menyebutnya hingga aku merasa cemburu.

“Aku berkata, ‘Apakah tak ada wanita lain selain wanita itu. Bukankah Allah telah menggantinya dengan yang lebih baik?”

Rasulullah saw. marah hingga bergetar rambut depannya dan berkata, “Tidak, demi Allah. Dia mempercayaiku di saat semua orang ingkar. Ia membenarkanku di kala orang mendustakanku. Ia menghiburku dengan hartanya ketika manusia telah mengharamkan harta mereka untukku.

“Dan dari rahimnya, Allah mengaruniakanku beberapa anak di saat isteri-isteriku tidak membuahkan keturunan.”

Aisyah pun menceritakan, “Setelah kejadian itu, aku tidak lagi menjelek-jelekkan Khadijah selamanya.”

Ketika hidup bersama Aisyah, romantisme Nabi saw. terus berlanjut. Dan Aisyahlah satu-satunya isteri Nabi saw. yang berstatus gadis saat dinikahi. Selebihnya janda.

Aisyah menceritakan, suatu kali aku bersama Rasul minum dalam satu gelas yang sama. Rasul menandai di mana bekas mulutku yang melekat pada gelas itu. Dan beliau saw. meletakkan mulutnya pada bekas mulutku.

Baca juga: Belajar dari Siti Khadijah, Srikandi Kesayangan Nabi Muhammad SAW

Bukan hanya minum, beliau saw. pun kerap makan bersama Aisyah dalam satu wadah makanan yang sama. Aisyah pernah berlomba lari bersama nabi saw., dan bercanda bersama nabi saw.

Nabi saw. pernah menasihat, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.”

2. Selalu memudahkan proses jual beli

Sebagian orang merasa puas ketika bisa menawar harga dengan serendah-rendahnya. Walaupun hal itu butuh waktu lama dan melalui proses yang alot.

Begitu pun dengan yang menjual. Sebagian mereka merasa puas ketika mampu dengan menjual dengan harga yang tinggi, meskipun melalui proses yang lama dan alot.

Nabi saw. mengajarkan kita hal sebaliknya. “Allah swt. merahmati seseorang yang memudahkan ketika menjual dan ketika membeli dan juga orang yang meminta haknya.” (HR. Bukhari)

3. Nabi menjaga akhlak terhadap anak-anak

Anas bin Malik menceritakan. Nabi saw. mencium Al-Hasan bin Ali, dan di sisi beliau ada Al-Aqra’ bin Haabis yang sedang duduk. Al-Aqra’ berkata, ‘Aku punya anak 10 orang, belum pernah satu pun yang kucium.

Nabi saw. menatap Al-Aqra’ dan berkata, “Siapa yang tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi.” (HR. Bukhari Muslim)

Abu Qatadah pernah menceritakan. Suatu kali Rasulullah saw. tidak tega mendapati cucunya bernama Umamah binti Zainab binti Rasulullah saw. yang menangis.

Rasul pun menggendong Umamah. Padahal beliau sedang shalat. Ketika hendak sujud, beliau meletakkan Umamah, ketika akan berdiri beliau mengambilnya lagi. (HR. Bukhari)

Ibnu Abbas r.a. pernah begitu serius berbicara dengan Nabi saw. Dan kata-kata nabi saw. inilah yang terus ia ingat sepanjang masa hidupnya. Nabi saw. mengatakan kepadanya, “Jagalah Allah swt., maka Ia akan menjagamu. Bertawakallah kepadanya. Jika hendak meminta pertolongan, mintalah kepadaNya.”

Berapakah usia Ibnu Abbas saat bersama Nabi mendengarkan kalimat itu. Ia baru berusia 7 tahun.

Ada seorang sahabat Nabi saw. datang menemui Nabi bersama dengan puterinya yang berusia 6 tahun. Nama anak itu Ummu Khalid. Kulitnya hitam legam sementara bajunya berwarna kuning.

Ayahnya memohon kepada Nabi saw. untuk mendoakan puterinya. Namun, sang puteri yang lucu itu pun ternyata sudah berada di atas punggu Rasulullah saw.

Sang ayah memarahi puterinya. Tapi, Nabi saw. mencegahnya, dengan mengatakan, biarkan, dia masih anak-anak.[]

Sumber: CHANELMUSLIM

Dapatkan konten-konten Islami yang mencerahkan dari Widiynews. Jangan lupa SHARE artikel ini dan kunjungi situs kami setiap hari.
Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!