Widiynews

7 Fiqih Ringkas Seputar Puasa Ramadhan

Bagikan:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
7 Fiqih Ringkas Seputar Puasa Ramadhan
Ramadhan

KATA Fiqih menunjukkan makna tertentu. Menurut Rasyid Ridha kata fiqih itu tersebut dalam beberapa ayat Alquran yang berarti paham yang mendalam dan amat luas terhadap segala hakikat, dengan amal itu seorang alim akan menjadi ahli hikmah, pengamal, dan bersikap teguh.

Lihat dalam Q.S. Hud: 9, Q.S. an-Nisa: 78, Q.S. al-An’am: 65 dan 98, Q.S. at-Taubah: 122, dan Q.S. al-Fath: 15. Dalam makna bahasa indonesia kata fiqih kemudian menjadi kata serapan fikih, yang berati paham, pengertian, dan pengetahuan. Secara istilah berarti hukum-hukum syarak yang sifatnya praksis (amaliah) yang diperoleh dari dalil-dalil yang terperinci (Alquran dan sunnah).

Jika term fiqh ini didekatkan dengan puasa Ramadhan, maksudnya akan menjadi suatu pengetahuan, pemahaman dari pendapat ulama mengenai seluk beluk puasa Ramadhan. Pada kesempatan kali ini penulis akan ringkaskan fiqih puasa Ramadhan, berikut uraiannya:

1. Pengertian Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan secara terminologis adalah menahan dari makan, minum, dan jima’ serta dibarengi dengan niat sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari di bulan Ramadhan sebulan penuh. Dalam pengertian yang mendalam juga membuang akhlak-akhlak mausu’ah (tercela) yang dapat mengurangi kesempurnaan puasa, seperti riya’, takabbur, su’udzon dan lain sebagainya yang mengurangi pahala puasa.

2. Rukun Puasa Ramadhan

Fiqih puasa Ramadhan yang kedua ialah rukun puasa Ramadhan, yaitu menahan diri (baik secara jasmani dan rohani—sesuai arti sebenarnya dari puasa) mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari di timur.

3. Syarat-Syarat Puasa Ramadhan

Syarat puasa ini dibagi dua, yaitu syarat wajib dan syrat sahnya puasa. Syarat wajib puasa yaitu Islam, berakal, balig atau dewasa, mampu (tidak sedang dalam perjalanan, tidak pula untuk orang-orang yang sakit dan para orang tua), dan mengetahui wajibnya berpuasa. Adapun syarat sahnya puasa yaitu tidak haid dan nifas bagi wanita dan wajib berniat puasa Ramadhan sebelum fajar tiba (waktu dimulainya puasa).

4. Hal-Hal yang Membatalkan Puasa Ramadhan

Berikutnya ialah hal-hal yang membatalkan puasa Ramadhan, meliputi makan dan minum dengan sengaja, muntah dengan sengaja, keluarnya haid dan nifas, keluarnya mani atau sperma dengan sengaja, jima’ atau bersetubuh di siang hari, dan berniat membatalkan puasa.

5. Hal-Hal yang dapat Mengurangi Puasa Ramadhan

Yang wajib dicatat selanjutnya adalah hal-hal yang dapat mengurangi puasa Ramadhan. Adapun perkara-perkara itu adalah berkata kotor dan dusta, berkata sia-sia (tidak berfaedah), dan terakhir berbuat maksiat pada umumnya yang menyebabkan tidak sempurnya ibadah puasa.

6. Hal-Hal yang Diperbolehkan dalam Berpuasa Ramadhan

Perkara-perkara yang diperbolehkan dalam berpuasa Ramadhan termasuk fiqih puasa Ramadhan yang wajib untuk diingat. Perkara-perkara itu ialah sebagai berikut bersiwak, berkumur-kumur dan memasukkan air dalam hidung (asal tidak berlebihan), mencicipi makanan selama tidak masuk dalam kerongkongan, bercelak dan tetes mata, mandi, menelan ludah maupun sesuatu yang sulit dihindari, berbekam dan muntah secara tidak sengaja, bercumbu dengan istri, dan dalam keadaan junub setelah waktu sahur.

7. Amalan-Amalan di Bulan Ramadhan

Yang terakhir dan sunah untuk dilakukan adalah amalan-amalan sunah di bulan Ramadhan, yaitu menahan diri dari orang yang menghina, melakukan kebaikan di bulan puasa (membaca Alquran, bersedekah, i’tikaf, maupun infaq,), mengakhiri makan sahur, menyegerakan berbuka puasa, berdoa saat berbuka puasa, berbuka dengan kurma atau sesuatu yang manis, menegakkan malam lailatul Qadr dengan salat tarawih, dan memberikan makan bagi orang yang berbuka puasa.

Itulah fiqih-fiqih puasa Ramadhan yang sudah penulis ringkaskan. Penulis berharap dari ringkasan fiqih puasa Ramadhan ini akan memudahkan untuk diingat dan dapat memperlancar ibadah puasa Ramadhan Abi dan Ummi sekalian. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1436 H. Wallahualam bisawab.[]

Sumber: abiummi.com

Bagikan jika suka:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

From our editorial team

Widiynews.com adalah tempat menulis untuk semua orang. Yuk kirim juga tulisanmu sekarang

ARTIKEL YANG KAMI PILIH KHUSUS UNTUKMU

Baca Lainnya

Kebijakan Berkomentar:

Mohon untuk berkomentar relevan sesuai topik bahasan! Komentar tidak relevan, SPAM atau memiliki link aktif akan kami hapus.