Dilempar Batu Hingga Kotoran, Perjuangan Dakwah Nabi di Madinah Membuat Hati Menangis

SETELAH banyak orang-orang Madinah berbondong-bondong masuk Islam, Nabi dan para sahabat berhijrah ke sana. Di Madinah Nabi hidup bersama orang-orang Yahudi yang sangat membenci dan dengki terhadap Islam.

Tantangan dakwah Nabi di Madinah adalah melawan orang-orang Kafir di Mekah dengan cara peperangan, lalu orang-orang Yahudi dan Nasrani, serta orang-orang Munafik. Nabi tetap mendakwahi orang-orang Yahudi meskipun mereka terus melakukan makar untuk menghancurkan Islam.

Baca juga: Tantangan Dakwah Nabi Muhammad SAW di Mekah

Setelah turun firman Allah: “Kepada mereka yang diperangi, telah diizinkan (berperang), sebab mereka teraniaya, dan sungguh Allah Mahakuasa menolong mereka.” (QS. Al-Hajj: 39).

Umat Islam diizinkan untuk membela diri dan berperang melawan orang-orang Kafir.

Perang pertama umat Islam melawan orang Kafir Mekah adalah Perang Badar. Dalam perang ini umat Islam meraih kemenangan. Banyak pemuka Quraisy terbunuh termasuk di antaranya Abu jahal. Kemenangan di Perang Badar semakin mengokohkan kekuatan Islam dan mulai diperhitungkan di Jazirah Arab.

Selain tantangan dari orang-orang musyrik, Nabi juga mendapat tantangan dari orang-orang Yahudi. Nabi pernah mengadakan perjanjian dengan mereka akan tetapi mereka melanggar perjanjian tersebut.

Yahudi Bani Qainuqa adalah Yahudi pertama yang mengingkari janji dengan Rasulullah. Pemicunya adalah seorang Muslimah yang berbelanja ke pasar mereka. Orang-orang yahudi merayunya agar membuka cadar yang dipakainya, namun Muslimah itu menolak.

Lalu seorang Yahudi mengambil ujung baju muslimah itu dan mengikatnya ke punggunya. Ketika berdiri, terbukalah auratnya dan mereka menertawakannya. Sang Muslimah pun berteriak meminta tolong.

Mendengar teriakan ini, seorang lelaki Muslim menerjang dan membunuh Yahudi tadi. Melihat itu, orang-orang Yahudi membunuh laki-laki Muslim itu. Maka, Rasulullah datang dan mengepung mereka selama lima belas malam. Atas perintah Nabi, merek turun dan diberi hukuman meninggalkan Madinah.[14]

Yahudi juga melakukan makar untuk membunuh Nabi saw. Seorang Yahudi bernama Amr bin Jahsy bin Ka’ab naik ke atas sebuah rumah dan hendak melemparkan batu besar kepada Rasululah.

Akan tetapi Allah melindungi Rasul-Nya. Karena ini, Rasulullah dan para sahabat mengepung mereka selam enam hari dan hendak memerangi mereka. Hingga mereka meminta Nabi agar mengizinkan mereka keluar dari Madinah dan mengapuni mereka dan meminta izin untuk membawa harta mereka seberat yang dapat dipikul oleh unta-unta yang dimiliki, kecuali senjata.

Nabi mengizinkannya. Lalu mereka keluar menuju Khaibar.[15] Nabi juga pernah diracuni oleh seorang wanita Yahudi bernama Zainab binti al-Harits bin Sallam.[16]

Selain melawan orang-orang Kafir Mekah dan Yahudi, Nabi juga mendapat perlawanan dari orang Romawi yang beragama Nasrani. Peperangan melawan orang-orang Nasrani yaitu pada Perang Mu’tah dan Perang Tabuk.

Di Madinah Nabi membangun Masjid Nabawi sebagai pusat pemerintahan. Dia juga mendirikan Negara di sana. Ketika Islam telah kuat, dan ajarannya telah tersebar di sekitar Jazirah Arab, Nabi mulia mengirimi surat kepada Raja-raja di sekitar Jazirah Arab, yaitu kepada Raja Heraklius, Kisra Persia, Raja Najasyi di Habasyah, dan Raja Muqauqis di Mesir.[17]

Kesimpulan

1. Dua fase dakwah Nabi di Mekah, yaitu dakwah secara sembunyi-sembunyi dan secara terang-terangan. Orang-orang yang awal menerima dakwah Nabi adalah Khadijah, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haris, dan Abu Bakar. Lalu, melalui Abu Bakar, banyak orang-orang yang masuk Islam di antaranya adalah Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abd al-Rahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, Thalhah bin Ubaidillah, Bilal, Sa’id bin Zaid dan Fatimah binti Khattab. Mereka inilah yang dinamakan al-Sabiqun al-Awwalun atau orang-orang yang pertama-tama masuk Islam.

2. Dakwah Nabi Muhammad selalu mendapat tantangan dan cobaan yang berat. Di Mekah, Nabi mendapat tantangan dari pemuka-pemuka Quraisy. Bahkan pengikutnya ada yang syahid dalam mempertahankan keimanannya. Demikian juga di Madinah, dakwah Nabi mendapatkan tantangan yang lebih kompleks. Di madinah bukan hanya orang-orang Kafir Mekah yang dihadapi, tapi juga orang-orang ahl al-Kitab dari Yahudi dan Nasrani, juga oleh orang-orang Munafik.[]

Sumber: TONGKRONGANISLAMI

Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!