Now Reading
Fathimah Az-Zahra Putri Tercinta Rosulullah dan Penghulu Wanita di Surga

Fathimah Az-Zahra Putri Tercinta Rosulullah dan Penghulu Wanita di Surga

Fathimah Az-Zahra, Penghulu Wanita di Surga

TANGGAL 3 Ramadhan 11 H, bertepatan dengan 21 November 632 M, adalah hari meninggalnya Fatimah Az-Zahra, penghulu kaum perempuan di Jannah sekaligus putri Rasulullah Muhammad SAW, istri dari sahabat Ali bin Abi Thalib dan ibunda dari dua cucu Rasulullah, Hasan dan Husain.

Baca juga: Sejarah Sayyidina Ali dan Muawiyah bin Abu Sufyan

Ibnu Katsir berkata, “Setelah Rasulullah wafat, berselang enam bulan menurut pendapat yang paling masyhur, putri beliau Fatimah meninggal dunia, dia yang mendapat julukan Ummu Muhammad. Sebelumnya Rasulullah telah menjanjikan bahwa dialah anggota keluarga pertama yang menyusul beliau. Meski begitu, Rasulullah bersabda pada Fatimah

[better-ads type=”banner” banner=”14175″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

“Tidakkah kamu rida bila kamu menjadi penghulu kaum perempuan penghuni surga?”

Fatimah adalah putri Rasulullah yang paling kecil menurut riwayat yang masyhur, dan sesudah beliau meninggal tidak ada selain Fatimah. Karenanya sangat besar pahala yang diperoleh Fatimah, sebab dialah yang menanggung musibah wafatnya Rasulullah.

Baca juga: Hikmah Ramadhan: Peristiwa Kematian Abu Thalib dan Siti Khadijah

Dan Nabi sangat mencintai Fatimah, memuliakannya dan berusaha menyenangkan hatinya. Fatimah seorang perempuan penyabar, taat beragama, berbudi, menjaga diri, ahli ibadah dan pandai mensyukuri nikmat Allah. Dan Rasulullah tidak memiliki keturunan kecuali dari Fatimah.

Az-Zubair bin Bakkar berkata, “Diriwayatkan vahwa pada malam pengantin Ali dan Fatimah, Rasulullah berwudhu dan menuangkan air ke Ali dan Fatimah, seraya mendoakan keberkahan bagi anak keturunan keduanya.”

Sepupunya, Ali bin Abi Thalib, menikahinya setelah hijrah, tepatnya 4,5 bulan setelah pertempuran Badar, dan mendatanginya 7,5 bulan berikutnya. Ali memberi mahar berupa baju besinya yang telah retak, seharga 400 dirham. Ketika itu ia berumur 15 tahun lebih 5 bulan. Ia melahirkan Hasan, Husain, Muhsin dan Ummu Kultsum yang dinikahi Umar bin Khattab.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Atha’ bin As-Saib, dari ayahnya dari Ali bahwasannya ketika Rasulullah menikahkan dirinya dengan Fatimah bersama dengan kedatangan Fatimah, beliau mengirim beludru, bantal dari kulit berisi serat, gerinda, kantong air dari kulit dan dua bejana besar.

Loading...

Ketika Rasulullah wafat, Fatimah Az-Zahra mendapati di dalam dirinya perasaan tidak enak kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq, khalifah Rasulullah disebabkan harta warisannya. Ibnu Katsir mengisahkan,“Ketika Fatimah jatuh sakit, Abu Bakar As-Siddiq datang dan masuk menemuinya untuk meminta ridanya, Abu Bakar berkata,

“Demi Allah, aku tidak meninggalkan rumah, harta, keluarga dan kaum kerabat kecuali karena mengharap Rida Allah dan Rida Rasul-Nya, juga rida kalian wahai Ahli Bait.” Akhirnya Fatimah menjadi rida. (HR. Baihaqi).

Baca juga: Jadilah Muslimah Seperti Siti Khadijah

See Also
Kisah Khalifah Umar Bin Khattab Blusukan Tengah Malam

Ada yang mengatakan, Fatimah tidak tertawa dalam masa hidupnya setelah meninggalnya Rasulullah. Ia terpuruk karena sedih atas kepergian Rasulullah dan rasa rindu kepada beliau. Fatimah-lah yang mengatakan kepada Anas kata-kata masyhur berikut,

“Wahai Anas, tega sekali kalian mengebumikan Rasulullah.” (HR Bukhari:4202 dan Ad-Darimi:92)

Menjelang kematiannya, Fatimah berwasiat kepada Asma binti Umais, istri Abu Bakar As-Siddiq, agar dia yang memandikan dirinya bersama Ali bin Abi Thalib dan Salma Ummu Rafi’. Ada yang mengatakan : juga Al-Abbas bin Abdul Muthalib.

Ada perbedaan pendapat tentang usia Fatimah ketika meninggal. Ada yang berpendapat 27 tahun dan ada yang berpendapat 28 tahun. Ada juga yang mengatakan 29 tahun. Fatimah-lah orang pertama yang keranda jenazahnya ditutup dengan kain setelah jenazahnya diangkat. Yang menshalatinya adalah suaminya, Ali. Ada yang berpendapat Al-Abbas. Ada juga yang beranggapan Abu Bakar As-Siddiq.

Fatimah dimakamkan di kuburan Baqi’ pada malam hari, yaitu malam selasa tanggal 3 Ramadhan tahun 11 H.

Diambil dari buku Peristiwa-Peristiwa Penting di Bulan Ramadan oleh DR Abdurrahman Al-Baghdady.[]

Sumber: KIBLAT

Terkait

Loading...

© 2016 Widiynews Web Media. All Rights Reserved.

Scroll To Top