Adab dan Doa Ketika Menjenguk Orang yang Sedang Sakit

Doa  Menjenguk Orang SakitSalah satu hak Muslim atas Muslim lainnya ialah menjenguknya ketika sakit, dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw. bersabda bahwa orang yang menjenguk orang yang sedang sakit akan dipersiapkan oleh Allah Swt. sebuah tempat tinggal di dalam surga. Inilah beberapa adab yang harus kita perhatikan ketika menjenguk orang sakit.

Menanyakan Perkembangan Keadaannya

Tidak cukup hanya datang lantas berpamitan pulang, ketika menjenguk orang sakit, kita dianjurkan untuk menanyakan bagaimana perkembangan keadaannya. Hal ini sesuai dengan ajaran Islam untuk saling berempati terhadap sesama. Dalam kitab A’mal al-Yaum wa al-Lailah, diriwayatkan dari Ibn Sinni Rasulullah saw. bersabda:

مِنْ تَمَامِ الْعِيَادَةِ أَنْ تَضَعَ يَدَكَ عَلَى الْمَرِيْضِ، فَتَقُوْلُ: كَيْفَ أَصْبَحْتَ؟ أَوْ كَيْفَ أَمْسَيْتَ؟

Di antara kesempurnaan menjenguk adalah engkau meletakkkan tangannya pada bagian tubuh orang yang sakit sambil bertanya, “Bagaimana keadaanmu pagi ini? Atau bagaimana keadaanmu sore ini?”

Memberinya Harapan untuk Sembuh

Selain menanyakan kabar dan perkembangan keadaannya, kita juga dianjurkan untuk senantiasa memberinya harapan agar lekas sembuh dan sehat kembali. Hal itu bisa memberikan energi dan semangat yang luar biasa bagi yang sakit untuk sembuh dari penyakit yang dideritanya. At-Turmudzi dalam sunan-nya meriwayatkan dalam bab pengobatan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Apabila kalian menjenguk orang sakit, berilah ia harapan panjang umur. Sesungguhnya itu membuat jiwanya tenang”

Baca juga: Doa Ketika Ada Bagian Tubuh yang Terasa Sakit

Mendoakannya

Dengan memanjatkan doa, sebenarnya kita sedang bertawakkal kepada Allah karena penyakit dan juga musibah yang manusia alami merupakan kondisi yang datangnya dari Allah Swt sebagai penguasa alam. Walaupun memberikan musibah ataupun sakit, Allah Swt jugalah yang akan mengobati penyakit tersebut.

Diriwayatkan dari Imam Bukhari dalam kitab shahih-nya bahwa apabila menjenguk orang sakit, Rasulullah saw mendoakan:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

“Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakitnya. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah Maha Penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Engkau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri”

Kita juga dapat mendoakan kesembuhan dengan menyebut langsung nama orang yang sakit. Ini dilakukan Rasulullah saw. saat menjenguk Sa’ad bin Abi Waqash sebagaimana riwayat Imam Muslim berikut. Hanya saja kita mengganti nama Sa’ad dengan nama orang yang sakit di hadapan kita.

اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

Loading...

“Tuhanku sembuhkan Sa‘ad. Tuhanku sembuhkan Sa‘ad. Tuhanku sembuhkan Sa‘ad,”

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah masuk menjenguk seorang A’rabi (penduduk pedalaman). Dahulu ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk menjenguk seseorang, beliau mengatakan:

لاَ بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

“Tidak mengapa, insya Allah menjadi penyuci.” (HR. al-Bukhari)

Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Jibril menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata:

يَا مُحَمَّدُ اشْتَكَيْتَ؟ قَالَ: نَعَمْ. قَال: بِسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ، مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيكَ، بِسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ

“Wahai Muhammad, engkau sakit?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya.” Jibril lalu berkata:

بِسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ، مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيكَ، بِسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ

“Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dari segala yang menyakitimu, dari kejelekan setiap jiwa atau ‘ain (pandangan mata yang jahat) yang dengki. Semoga Allah menyembuhkanmu. Dengan nama Allah aku menruqyahmu.” (HR. Muslim)

Baca juga: Inilah Doa Istimewa Rosulullah Sebelum dan Sesudah Tidur

Menuruti keinginannya

Dalam Sunan Ibn Majah diceritakan Rasulullah saw menemui seorang lelaki yang beliau jenguk, lalu beliau bertanya, “Apakah engkau menginginkan sesuatu? Mau kue?” lelaki itu menjawab “Ya”. Rasul saw. pun mencarikan kue untuknya.

Membantu Talqin jika kondisinya Telah Kritis

Mentalqin atau membantu orang yang akan meninggal dunia untuk mengucapkan kalimat syahadat Laa Ilaha Illa Allah merupakan sunnah bagi orang yang berada di sisinya sebagaimana sabda Rasulullah saw:

لقنوا موتا كم لا إله إلا الله

“Tuntunlah seorang yang akan meninggal dunia dengan Laa Ilaha Illa Allah”

Itulah adab-adab dalam menjenguk orang sakit sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah saw. Ketika ada teman, saudara, guru dan kenalan kita yang sakit maka jenguklah mereka. Karena selain memberi semangat bagi si sakit, kita juga mendapat balasan yang besar dari Allah Swt.[]

Sumber: BINCANGSYARIAH

Terkait

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More