Bambang Soesatyo: Kalau Jokowi Otoriter, Fahri Hamzah Tidak Ada

Ketua DPR Bambang Soesatyo menilai oposisi tak punya cukup alasan untuk menggulirkan isu people power. Toh, tak ada keadaan memaksa untuk melakukan hal itu.

Bambang mengatakan people power dilakukan jika terjadi krisis ekonomi parah dan penguasa bertindak sewenang-wenang. Hal ini tak terjadi di Indonesia. Bahkan, Bambang menyebut Presiden Joko Widodo cukup ramah dan murah senyum.

“Tentu kalau (Presiden) otoriter Pak Fahri Hamzah enggak ada di ruangan ini,” kata Bambang menggoda Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat berbuka bersama di Jalan Widya Chandra III, Jakarta, Senin, 12 Mei 2019.

Fahri memang terkenal suka mengkritik kebijakan pemerintah. Kritik tak cuma disampaikan politikus PKS itu di media massa tapi juga media sosial.

Para undangan pun tertawa mendengar guyonan Ketua DPR. Bambang pun meminta seluruh pihak tak memprovokasi atau menghasut masyarakat. Tindakan itu hanya merugikan masyarakat.

Loading...

“Karena kalau kita ribut yang rugi rakyat, yang salah bukan rakyat kalau ada keributan, yang salah kita,” pungkas Bamsoet.

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri undangan buka bersama dari Ketua DPR Bambang Soesatyo. Presiden tiba lebih dulu di kediaman Ketua DPR sekitar pukul 17.23 WIB.

Saat tiba, Presiden yang mengenakan kemeja putih, celana hitam, dan kopiah, disambut sang tuan rumah dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di gerbang rumah. Mereka pun masuk bersamaan ke dalam rumah Ketua DPR.

Tak lama berselang, Wapres Kalla tiba di lokasi. Kalla mengenakan pakaian yang senada dengan Presiden. Kedatangan Kalla disambut Ketua DPR di depan rumah.[]

Sumber: medcom

Populer Pekan Ini

Loading...

Rekomendasi Widiynews

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More