Al-Qur’an Dipotong dan Dirusak, 3 Warga Kulon Progo Diperiksa

Kasus pengrusakan Al-Qur’an belakangan marak terajdi. Sebelumnya, empat remaja Malaysia diciduk lantaran membuat video menginjak Al-Qur’an. Dan kini giliran di kulon progo kasus pelecehan dan penistaan agama ini bikin geger warga.

Al-Qur’an Dipotong dan Dirusak, 3 Warga Kulon Progo Jalani Pemeriksaan

Widiynews.com – Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Sentolo, Kompol Kodrat mengatakan, kasus perusakan Alquran di Desa Demangrejo sudah didalami dengan mencari keterangan dari para saksi.

“Laporan masih ada di Polsek Sentolo. Kita sudah olah TKP bersama tim identifikasi Polres Kulonprogo,” jelasnya, Jumat 19 Juli 2019.

Kodrat menambahkan, pihaknya melihat kasus perusakan kitab suci tidak berpengaruh pada masyarakat. Sejauh ini, Desa Demangrejo kondusif dan tidak ada gejolak.

Barang bukti berupa serpihan kertas dan delapan buah sampul Alquran dibawa polisi untuk proses penyelidikan. Tiga orang saksi dimintai keterangan, yang kebetulan rumahnya dekat dengan penemuan potongan Alquran. Polres Kulonprogo hingga kini terus mendalami kasus untuk mengetahui pelaku dan motifnya.

Ayo Baca: 4 Remaja Perempuan Malaysia Buat Video Injak Al-Qur’an, Begini Nasibnya Sekarang

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Demangrejo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, DIY digemparkan dengan penemuan delapan mushaf Alquran yang sudah dalam kondisi terpotong-potong di sebuah pekarangan di Dusun Belik, RT 18, RW 7.

Merespons ini, pihak desa langsung menggelar pertemuan dengan berbagai pihak mengantisipasi hal buruk. Pertemuan digelar Pemerintah Desa Demangrejo, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kulon Progo dan jajaran muspika Kecamatan Sentolo, di aula Desa Demangrejo, Jumat 19 Juli 2019.

Ketua FKUB Kabupaten Kulon Progo Agung Mabruri meminta masyarakat tetap menjaga kerukunan menyikapi kasus perusakan Alquran.

Loading...

Para tokoh masyarakat seperti dukuh, juga harus ditingkatkan dalam hal pengawasan

Masyarakat harus berpikir jernih, dan biarkan pihak berwenang menyelesaikan persoalan tersebut. Dia mengatakan, suasana kondusif di tengah masyarakat harus tetap dijaga, agar tidak muncul perpecahan antaragama.

“Selama ini terjadi persoalan, karena kurangnya komunikasi atau tidak tahu harus mengkomunikasikan persoalan tersebut ke mana,” ujarnya.

Agung mengapresiasi, respons aparat desa terhadap kasus perusakan Alquran tersebut. Melakukan pertemuan dan mampu menjaga suasana kondusif, kedamaian, dan kerukunan warga.

Kepala Desa Demangrejo, Gunawan mengatakan, pertemuan di balai desa menyepakati sejumlah hal, di antaranya imbauan kepada warga Desa Demangrejo untuk mewaspadai apabila ada orang tak dikenal yang masuk di lingkungan.

Ayo Baca: Upload Video Penganiayaan Pemuda Muslim, Aktor Bollywood Diciduk Polisi!

Jika ditemukan orang dengan gelagat mencurigakan, segera melapor ke pamong desa, agar segera ditindaklanjuti.

“Para tokoh masyarakat seperti dukuh, juga harus ditingkatkan dalam hal pengawasan,” ungkapnya.

Senada dengan FKUB, Gunawan meminta warga tetap tenang, mengingat persoalan ini sudah ditangani kepolisian. Diimbau tidak terprovokasi, tetap kondusif, guyub rukun, saling menghormati serta saling menjaga antarumat beragama.

“Setelah kasus perusakan Alquran kemarin sebenarnya tidak ada gejolak, karena setelah ada laporan warga, desa langsung menindaklanjuti dan sekarang ditangani kepolisian,” jelasnya seperti dilansir dari laman Tagar.id.

Nining
Teman yang tidak membabantu kesulitan seperti halnya musuh. Tanpa saling membantu maka hubungan teman tak akan lama. Telah kucari teman sejati dalam setiap masa, akan tetapi usahaku itu siasia belaka. (Imam Syafií)