Hidup Sederhana, Tidak Berlebihan, Kunci Bahagia Dunia dan Akhirat!

Salah satu kunci utama hidup bahagia adalah kesederhanaan. Sederhana membuat kita merasa cukup, tidak rakus, dan tidak berlebihan dalam membelanjakan harta. Hidup sederhana bukan berarti hidup miskin, meninggalkan perkara dunia, juga kikir terhadap harta.

Banyak orang yang merasa cukup ditengah kondisi ekonomi serba pas-pasan, namun tidak sedikit pula orang yang hidup serba kekurangan ditengah gelimang harta benda. Orang-orang yang berada dalam kondisi pertama merasa berkecukupan karena hanya memenuhi kebutuhan, sedangkan yang kedua merasa selalu kekurangan karena berusaha memenuhi keinginan yang tidak pernah terpuaskan.

Baca Juga: Ingin Hidup Bahagia Secara Islami? Lakukan Cara Sederhana Ini.

Karena itu, kita perlu membedakan antara kebutuhan, dan keinginan. Jika kita berupaya untuk memenuhi kebutuhan, maka ktia tidak akan merasa kekurangan dan tidak akan tergoda menggunakan fasilitas yang dimiliki untuk memenuhi keinginan. Sementara, jika bersikeras untuk memenuhi setiap keinginan, maka kita akan cenderung merasa kekurangan setiap saat.

Bukanlah sesuatu yang mengherankan jika hasrat memenuhi keinginan itu akhirnya melahirkan perilaku boros dan berlebih-lebihan.

Perilaku boros dan berlebihan meniscayakan kita tidak melihat segala yang telah kita punya. Sebagai contoh, sudah tersedia makanan yang siap santap diatas meja, tetapi kita menginginkan makanan yang lebih lezat lagi, kita sudah punya baju yang layak pakai, kita menginginkan baju yang lebih bagus lagi, sudah punya kendaraan yang nyaman, kita menginginkan kendaraan yang lebih mewah lagi, bahkan ingin mengoleksi lebih banyak kendaraan.

Itulah yang disebut perilaku berlebihan dan jauh dari kesederhaan. wajar saja bila perilaku tersebut mendorong kita untuk terus boros dan menghamburkan harta. Kita lupa bersyukur atas semua nikmat yang telah kita terima. Karenanya, kita terus diperbudak ambisi bermegah-megahan tanpa menyadari bahwa kebutuhan kita sudah lebih dari cukup.

Baca juga: Sujud Syukur, Hukum, Syarat dan Tata Cara Melakukannya

Bila kita berusaha menuruti setiap keinginan yang muncul di benak kita, maka tidak mustahil kita akan lalai selalai-lalainya dan boros seboros-borosnya. Allah SWT, telah berfirman :

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu”, (QS. At-Takaatsur [102]:1)

Ayat tersebut menegaskan bahwa bermegah-megahan dalam memuaskan keinginan duniawi akan menyebabkan kita lalai dari mengingat Allah SWT. Sebab, pikiran kita terlalu fokus untuk mengumpulkan harta demi memuaskan keinginan bermegah-megahan, kita lalai menjadikan harta sebagai ladang ibadah karena terus membelanjakannya untuk memuaskan hawa nafsu.

Loading...

Dikarenakan gaya hidup yang berlebihan semacam itu, harta yang kita punya bisa habis dalam kesia-siaan. Dalam ayat lain, Allah SWT telah berfirman:

“Sesungguhnya, pemboros-borosan itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya,” (QS. Al-Israa’ [17]:27).

Perilaku berlehihan atau boros dalam harta hanya akan menggiring kita untuk berperilaku seperti setan, yakni terlena oleh harta benda, merasa harta adalah segalanya sehingga menganggap diri tak ada artinya tanpa harta. Lebih dari itu, kita mungkin saja menukar keyakinan (Iman) dengan harta dunia yang tak seberapa nilainya. Sungguh, tidak ada kebahagiaan dan ketentraman didalam kehidupan semacam itu.

Jika hidup kita demikian adanya, sungguh kita telah dikendalikan oleh dunia. Kita diombang-ambingkan oleh ambisi, hawa nafsu, dan hasrat-hasrat membabi buta terhadap segala yang berbau dunia.

Untuk keluar dari kondisi yang hina semacam itu, kita bisa memulai hidup secara zuhud atau sederhana, menyeimbangkan antara kepentingan dunia dan kepentingan akhirat, berusaha menjadikan dunia sebagai tangga menuju kehidupan akhirat yang lebih kekal.

Nabi Muhammad SAW telah bersabda :

“Hiduplah didunia dengan berzuhud (sederhana/bersahaja), maka kamu akan dicintai Allah. Dan, jangan tamak terhadap apa yang ada ditangan manusia, niscaya kamu akan disenangi manusia,” (HR. Ibnu Majah).

Hidup sederhana dan tidak tamak terhadap dunia mendatangkan keuntungan bagi kita. Bila kita hidup sederhana atau bersahaja, meskipun kita mampu untuk berfoya-foya, maka kita tidak akan lalai dari mengingat Allah SWT, dan karena itu, kita dicintai oleh-Nya.

Kesederhanaan juga akan menghindarkan kita dari perilaku menyombongkan dan berbangga-bangga diri di hadapan orang lain, dan karena itu, orang lain menyukai kita.

Dengan kata lain, hidup sederhana merupakan implementasi dari perilaku amanah terhadap harta benda, sikap rendah hati, dan perilaku menjaga diri dari perilaku-perilaku tercela yang ditimbulkan oleh keinginan memuaskan hawa nafsu. Hidup sederhana akan menjadikan orang yang beruntung dan bahagia hidup didunia dan akhirat kelak.[]

Sumber: Buku Jangan Sampai Menyerah Saat Semua Terasa Sulit Karya Insan Nurrohiem, Halaman : 182-186

Populer Pekan Ini

Loading...

Rekomendasi Widiynews

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More