Sholat Idhul Fitri Sendiri, Niat, Tata Cara dan Bacaan Doa Lengkap

Apakah kalian pernah sholat Idhul Fitri sendiri dirumah? Nah pada kesempatan kali ini penulis ingin berbagi tata cara dan niat sholat Idhul Fitri sendiri dirumah.

Hukum sholat Idhul Fitri sendiri dirumah adalah diperbolehkan. Baik dilakukan secara berjamaah maupun sendirian.

Dijelaskan dalam buku fiqih Islam Wa Adillatuhu, ulama Wahbah al-Zuhayli menjelaskan secara rinci tentang hukum, niat dan tata cara sholat Idhul Fitri atau sholat Id.

Berikut penjelasannya.

Sholat Idhul Fitri

Hukum sholat Idhul Fitri adalah sunnah muakad baik menurut Imam Maliki dan Imam Syafi’i dan wajib hukumnya bagi laki-laki dewasa dan merdeka.

Sedangkan sunnah bagi anak-anak, wanita, hamba sahaya dan musafir yang telah menempuh perjalanan.

Sementara sholat Idhul Fitri sendiri dirumah menurut madzhab Syafi’i adalah sunnah seperti halnya hukum sholat gerhana.

Pelaksanaan waktu sholat Id sendiri dirumah sama seperti sholat Id berjamaah dimasjid. Yaitu seperti dijelaskan oleh para ahli fiqih setelah terbitnya matahari seukuran satu atau dua tombak.

Waktu ini setara dengan setengah jam setelah terbit hingga sesaat sebelum tergelincirnya matahari saat dzuhur.

Niat dan Tata Cara Sholat Idhul Fitri Sendiri

Silahkan simak niat dan tata cara sholat Idhul Fitri sendiri di dalam rumah baik sendirian maupun berjamaah berikut:

1. Niat Sholat Idhul Fitri

Niat menjadi makmum:

اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

Bacaan: ‘Usholli sunnatan ‘iidil fithri rok’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa’.

Artinya: Saya niat salat sunnah idul fitri dua raka’at sebagai ma’mum karena Allah Ta’ala.

Niat sholat Idul Fitri untuk imam

اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا للهِ تَعَالَى

Bacaan: ‘Usholli sunnatan ‘iidil fithri rok’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa’.

Artinya: Saya niat salat sunnah idul fitri dua raka’at sebagai imam karena Allah Ta’ala.

Baca juga: Panduan: Niat dan Tata Cara Terlengkap Sholat Idhul Adha

2. Takbiratul Ihram

Loading...

Takbiratul ihram adalah rukun sholat yang pertama untuk semua jenis sholat. Bacaannya berupa takbir dan diiringi dengan mengangkat kedua tangan.

Sebelum mengucapkan takbiratul ihram, niat sholat Idhul Fitri dilafadzkan.

Bacaan takbiratul ihram adalah:

اللَّهُ أَكْبَرُ

Dalam sebuah hadits, Rosulullah SAW dijelaskan bahwa beliau selalu mengeraskan suara takbiratul ihram. Ini dilakukan untuk memberi tahu makmum untuk mengikuti takbir imam sudah memasuki takbiratul ihram.

Apabila imam mengucapkan “Allaahu akbar” maka ucapkanlah “Allaahu akbar” (HR. Ahmad dan Baihaqi; shahih)

3. Membaca doa iftitah

Doa iftitah merupakaan doa yang berisikan puji-pujian terhadap Allah SWT. Hal ini juga sudah dijelaskan dalam salah satu hadits Rosulullah SAW.

Bacaan doa iftitah adalah sebagai berikut:

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً, إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Bacaan: Allahu akbar kabiirou wal hamdu lillaahi katsiiroo wasubhaanalloohi bukrotaw wa-ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardlo haniifaa wamaa ana minal musyrikiin. Inna sholaatii wa nusukii wamahyaa wa mamaatii lillaahi robbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana awwalul muslimiin.

Artinya: Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Dan dengan yang demikian itu lah aku diperintahkan. Dan aku adalah orang yang pertama berserah diri.

4. Takbir Zawa-id Sebanyak 7 kali.

Tata cara takbir zawa-id sama seperti takbiratul ihram, yaitu membaca takbir (اللَّهُ أَكْبَرُ) sambil mengangkat kedua tangan.

Diantara takbir membaca kalimat tasbih, yaitu “Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar“.

5. Membaca surat Al-Fatihah

Membaca surat Al-Fatihah merupakan salah satu rukun sholat.

Berikut adalah bacaan lengkah surat Al-Fatihah disertai artinya:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

bismillāhir-raḥmānir-raḥīm

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn

الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم

ar-raḥmānir-raḥīm

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

māliki yaumid-dīn

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

ṣirāṭallażīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn

Artinya:

Loading...

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Yang menguasai di Hari Pembalasan.
Hanya Egkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
Tunjukkanlah kami jalan yang lurus.
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

6. Membaca surat Al-Qur’an Lainnya.

Setelah membaca surat Al-Fatihah disunnah untuk membaca srat lainnya dalam Al-Qur’an baik pada rakaat pertama maupun kedua.

Ketika sholat Idhul Fitri lebih disunnahkan membaca Surat Al’-A’la.

7. Ruku dengan tuma’ninah

Berikut bacaan ruku’ seperti yang telah diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, dan Thabrani.

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

(Subhaana robbiyal ‘adhiimi wabihamdih) 3x

Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Maha Agung. dan segala puji Bagi-Nya

8. I’tidal dengan tuma’ninah

Saat menangkat punggung dari ruku’, Rosulullah membaca :

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Bacaan: Sami’alloohu liman hamidah

Artinya: Allah Maha Mendengar orang yang memujiNya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Setelah tegak berdiri, beliau melanjutkan dengan membaca:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Bacaan: Robbanaa walakal hamdu

Artinya: Wahai Tuhan kami, bagiMu segala puji. (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika posisi kalian sebagai makmum, cukup membaca yang terakhir ini tanpa mengulangi “sami’allahu liman hamidah”.

Sebagaimana sabda Rasulullah, “Sesungguhnya imam itu diangkat untuk diikuti… jika imam mengucapkan sami’allaahu liman hamidah, maka ucapkanlah Robbanaa walakal hamdu…” (HR. Muslim)

9. Sujud dengan tuma’ninah

Ketika sujud dari i’tidal, nabi Muhammad SAW membaca takhir (Allahu Akbar) kemudian membaca doa berikut:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Lafadz: Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih) 3x

Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagiNya

Bacaan ini juga dibaca 3 kali.

Bacaan sujud ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ahmad, Baihaqi, Thabrani, Daruquthi.

10. Duduk diantara dua sujud dengan tuma’ninah

Dari sujud, Nabi Muhammad juga membaca takbir. Sewaktu duduk diantara dua sujud, beliau membaca doa berikut:

رَبِّ اغْفِرْ لِى وَارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَارْزُقْنِى وَارْفَعْنِى

Lafadz: Robbighfirlii warhamnii wajburnii warzuqnii warfa’nii)

Artinya: Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, penuhilah kebutuhanku, berilah aku petunjuk dan tingikanlah aku (Abu Dawud).

11. Sujud kedua dengan tuma’ninah

Sujud kedua setelah duduk diantara dua sujud, kemudian membaca takbir.

Bacaan sujud kedua sama seperti sujud pertama, yaitu:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Lafadz: Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih)

Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagiNya

Bacaan ini juga dibaca 3 kali.

12. Bangkit dari sujud

Bangkit berdiri setelah sujud kedua disunnahkan membaca takbir.

13. Takbir Zawa-id Kedua

Untuk rakaat kedua, takbir zawa-id sebanyak 5 kali.

Diantara takbir membaca kalimat tasbih yaitu “Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar

Setelah takbir zawa-id kedua, dilanjutkan dengan rukun sholat berikut

13. Membaca surat Al-Fatihah

14. Membaca surat pendek lainnya. Disunnahkan membaca surat Al-Ghasyiyah.

15. Ruku’ dengan tuma’ninah

16. I’tidal dengan tuma’ninah

17. Sujud dengan tuma’ninah

18. Duduk diantara dua sujud dengan tuma’ninah

19. Sujud kedua dengan tuma’ninah

20. Duduk tasyahud akhir dengan tuma’ninah.

21. Salam

Penutup

Demikian pembahasan artikel mengenai sholat idhul Fitri sendiri di rumah baik secara berjamaah maupun sendirian. Semoga bermanfaat.

Tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan sholat Idhul Fitri yang hanya dilakukan setahun sekali ini.

Baca juga: Shalat Taubat Nasuha, Niat, Tata Cara, Waktu, dan Bacaan Doa Lengkap

Melraj Rahma
Jika Allah bersamamu, maka jangan takut kepada siapa saja, akan tetapi jika Allah sudah tidak lagi bersamamu, maka siapa lagi yang bisa diharapkan olehmu? (Hasan al Banna)