Widiynews

Sebelum Dipindah Pelesiran, Kini Setnov Ngeluh Sakit di Gunung Sindur

Bagikan:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

JAKARTA-Terpidana korupsi mega e-KTP, Setya Novanto kerap membuat banyak pihak geram. Pasalnya, sejak kasusnya bergulir hingga ditetapkan sebagai tersangka ia kerap kali berbohong. Seperti baru-baru ini dimana Setya Novanto diketahui pelesiran ke toko bangunan mewah hingga fotonya menjadi viral di media sosial.

Setnov diketahui telah menyalahgunakan izin berobat di Rumah Sakit Santosa Bandung pada Jumat 14 Juni 2019.

Ini memang bukan kali pertamanya Setnov membohongi pihak aparat. Itu sebabnya, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat memutuskan untuk memindahkan Setnov ke Rutan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor agar BERTOBAT.

Melansir jawapos.com, Setnov baru-baru ini mengeluh sakit setelah dipindahkan. Meski demikian, dia belum boleh di jenguk oleh pihak Rutan.

Kepala Rutan Gunung Sindur, Agus Salim menuturkan, selama di rutan, Novanto mengeluhkan sakit yang dideritanya, seperti tangan yang bengkak di sebelah kiri.

“Mengeluh jantung, gula darah dan tangannya masih bengkak sebelah kiri. Karena dari Bandung kan juga baru pulang berobat,” kata Sopiana seperti dikutip PojokSatu.id (Jawa Pos Group), Selasa (18/6).

Ia menambahkan, pihaknya belum mengetahui apakah Setnov menetap di Gunungsindur untuk menjalani masa tahanannya atau dipindahkan lagi. “Belum ada yang menjenguk. Karena di rutan prosedurnya ketat. Hanya keluarga inti istri, anak, ibu dan bapak, lainnya tidak bisa,” katanya.

Setnov pun dipastikan mendapatkan penjagaan ketat lantaran sel tersebut diperuntukan bagi warga binaan teroris dengan sistem high risk. “Penjagaan super ketat dengan dijaga 21 Brimob. Masuk rutan saja sulit. Tapi tidak ada penempatan khusus bagi Setnov semuanya sama seperti napi lain,” kata Agus.

Dia menuturkan, ada 350 CCTV sehingga untuk memantau tahanan. Ditambah dengan pengawasan yang ketat dan tidak semua bisa masuk sembarang.

“Anggota rutan gunsin ada 97 plus 1 peleton yang berjumlah 21 anggota Brimob. Bahkan, pemberian makan diantar oleh outsourcing yang masuk ke masing-masing sel sehingga penghuni lapas tak makan diluar,” jelasnya.

Bagikan jika suka:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

From our editorial team

Widiynews.com adalah tempat menulis untuk semua orang. Yuk kirim juga tulisanmu sekarang

ARTIKEL YANG KAMI PILIH KHUSUS UNTUKMU

Baca Lainnya

Kebijakan Berkomentar:

Mohon untuk berkomentar relevan sesuai topik bahasan! Komentar tidak relevan, SPAM atau memiliki link aktif akan kami hapus.