Kisah Inspirasi, Cerita Nyata Ini Buktikan Kekuatan Doa untuk Bertemu Jodoh

Jodoh dan pasangan hidup adalah rahasia Ilahi yang enggak ada satupun bisa menebaknya kapan di dimana akan dipertemukan. Buatmu yang masih saja sendiri dan belum bertemu siapa sosok jodohnya, jangan terburu galau dan menyalahkan Allah.

Karena siapa tahu, sebenarnya Allah telah mempersiapkan jodoh seperti yang kamu inginkan hanya saja pertemuanmu tertunda karena lupa atau bahkan malas untuk meminta kepada-Nya.

Buatmu yang sering baper dan galau, yuk perbanyak doa dan menyibukkan diri dengan kegiatan bermanfaat sehingga saat kamu dipertemukan dengan jodohnya dirimu sudah pantas dan layak untuk bersama.

Seperti kisah berikut. Sebuah kisah nyata tentang seorang lelaki buta yang mendapatkan jodoh lewat doa. Semoga dapat dijadikan cerminan dan serta ada hikmah yang kita ambil dari kisah nyata berikut.

Kisah Nyata Berkat Kekuatan Doa Bertemu Jodoh

Lelaki buta tersebut bernama Hanbal (nama samaran) yang hidup di negara Yaman, Timur Tengah. Memiliki mata yang buta sejak lahir membuat Hanbal nggak pernah menyenyam pendidikan formal. Meski begitu, orangtuanya selalu memanggil guru ngaji datang ke rumah untuk mengajarkan Hanbal hingga akhirnya ia pun menjadi penghafal Al-Qur’an.

Baca juga: Jodoh yang Telah Ditentukan Tuhan

Di usianya yang menginjak 25 tahun, Hanbal merasa ia ingin menikah. Ia pun mengutarakan keinginannya itu pada sang ayah. Kemudian, ayahnya berkata “Anakku, siapa yang mau menikah denganmu? Matamu buta dan kamu pun nggak punya pekerjaan. Mungkin kalau ada orang yang simpatik terhadapmu, baru kita bisa menikahkanmu.”

Mendengar jawaban ayahnya, Hanbal pun merasa sedih dan terpukul. Sebagai umat Muslim yang taat, Hanbal memutuskan untuk mengadukan segala keluh kesahnya pada Allah. Ia pun selalu bangun malam untuk melaksanakan salat tahajud dan berdoa kepada Allah. Dalam doanya Hanbal memohon, “Ya Allah, karuniakan aku wanita yang paling cantik di Yaman, yang paling pintar, dan paling kaya.” Doa tersebut selalu ia panjatkan selama 30 hari tanpa putus.

Selama satu bulan penuh ia memohon doa yang sama, keajaiban itu pun datang. Di malam ke-31, Hanbal bermimpi didatangi oleh seorang pria yang berkata padanya, “Hai anak muda, jodohmu namanya Zahira (nama samaran), ayahnya adalah tokoh masyarakat di kota sebelah bernama Amir Hasyid (nama samaran). Besok datanglah melamarnya.”

Terbangun dari mimpinya, Hanbal pun kaget dan segera melaksanakan salat Tahajud yang dilanjutkan salat Subuh di masjid bersama ayahnya. Sepulangnya dari masjid, Hanbal bertanya tentang mimpinya ini pada sang ayah.

“Ayah, apakah di sebelah kota ada tokoh masyarakat bernama Amir Hasyid?” tanya Hanbal.

“Ada.”

Hanbal bertanya kembali, “Apakah Amir Hasyid punya anak perempuan bernama Zahira?”

“Iya benar.” jawab ayahnya.

Dengan cepat Hanbal pun mengatakan, “Kalau begitu lamarkan Zahira untukku, ayah.”

Sang ayah pun terkejut mendengarnya. Kemudian ia berkata “Apa kamu sadar dengan apa yang diucapkanmu tadi, Nak? Zahira itu terkenal karena cantiknya, pintarnya, dan kekayaan harta yang ia punya. Semua orang yang datang melamar selalu ia tolak. Dan kamu, nggak sekolah, matanya buta, nggak ada pekerjaan, mau melamar dia?”

“Ayah,” sahut Hanbal, “Semalam aku bermimpi kalau aku harus melamar wanita ini. Aku bahkan sebelumnya nggak tahu kalau di kota sebelah ada wanita bernama Zahira.”

“Baiklah, besok kita akan melamarnya,” jawab si ayah.

Keesokan harinya, Hanbal dan ayahnya pun pergi ke rumah sang tokoh masyarakat, Amir Hasyid, dengan tujuan untuk melamar putrinya. Sesampainya di sana, Amir Hasyid pun menyambut keduanya dan bertanya maksud kedatangan mereka ke rumahnya tersebut.

Ayah Hanbal mengatakan, “Ini anak saya, buta matanya tapi ia hafal Al-Qur’an,” sembari memperkenalkan Hanbal pada Amir Hasyid. “Entah kenapa ia meminta saya untuk melamar anak Anda, karena dia mimpi semalam.”

Tanpa pikir panjang, Amir Hasyid menyetujui lamaran Hanbal pada putrinya. Ayah Hanbal pun heran dan bertanya mengapa Amir Hasyid langsung spontan menerima lamaran putranya tersebut.

“Karena saya juga mimpi tadi malam, kalau hari ini akan datang anak menantu saya, namanya Hanbal, dan ciri-cirinya seperti ciri-ciri anak Anda ini. Matanya buta, hafal Alquran, dan berasal dari kota sebelah,” timpal si tokoh masyarakat tersebut. Kemudian ia kembali berkata, “Tapi saya harus tanya dulu kepada anak saya, dia terima atau tidak.” Ayah Hanbal pun mempersilahkan.

Amir Hasyid pun masuk ke kamar putrinya. Amir Hasyid sudah kenal dengan kebiasaan Zahira yang selalu menolak setiap lamaran laki-laki yang datang padanya. Ia pun bertanya pada putrinya tersebut, “Nak, ada seorang laki-laki dari kota sebelah, matanya buta tapi dia hafal Al-Qur’an, mau melamarmu.”

Secara spontan, Zahira menjawab “Iya Ayah, nikahkan aku dengan laki-laki tersebut,”

“Tapi kamu belum lihat orangnya,” kata sang ayah keheranan.

Sambil tersenyum, Zahira menjawab, “Karena tadi malam aku bermimpi didatangi pria yang mengatakan, ‘Akan datang jodohmu besok namanya Hanbal dari kota sebelah. Ia buta matanya dan hafal Al-Qur’an. Maka terimalah lamarannya karena dia adalah suami terbaik.”

Singkat cerita, Hanbal pun menikah dengan Zahira. Akhirnya, doa yang dipanjatkan Hanbal selama satu bulan lamanya ini berbuah manis. Allah mengabulkan doa Hanbal dengan memberikan jodoh seorang wanita yang paling cantik, paling pintar, dan paling kaya di Yaman berkat keteguhannya berdoa dan memohon kepada Allah.

*-*

Dari kisah nyata diatas dapat kita simpulkan bahwa jodoh adalah rahasia Allah yang sangat istimewa. Orang yang baik akan berpasangan dengan yang baik. Maka, untukmu yang merindukan kebaikan, maka mulailah sibukkan dirimu dengan belajar agama, mendekatkan diri kepada Allah, serta mintalah jodoh yang baik.

Maka, Insya Allah akan datang jodoh terbaik dari Allah yang akan mendapingi hidupmu dan setia sepanjang usia.

Tetaplah sabar di jalan Allah, maka kamui akan mendapatkan apa yang kamu inginkan dengan cara yang luar biasa dan tidak disangka-sangka. Jadi, jangan pernah patah semangat, apalagi menyalahkan Allah karena urusan jodohmu.

Terkait

Sumber: Popbela

Lainnya:

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More