Now Reading
Pengertian Ghibah, Bahaya, dan Hukum Pelaku Ghibah yang Harus Diketahui

Pengertian Ghibah, Bahaya, dan Hukum Pelaku Ghibah yang Harus Diketahui

Pengertian Ghibah, Bahaya, dan Hukum Pelaku Ghibah yang Harus Diketahui

Apa itu ghibah? Ghibah merupakan perbuatan yang termasuk dosa besar. Namun, sejauh mana seseorang dapat dikatakan sedang berghibah. Mari simak penjelasannya dibawah ini.

Sadar atau sadar, sering kali saat kita sedang berkumpul sambil melepas penatnya kesibukan, membicarakan aib atau kelemahan orang lain, yang apabila orang tersebut mendengarnya ia bisa marah atau tersinggung.

Perbuatan ini termasuk ghibah. Hal ini memang sering terjadi dan terasa begitu nikmat, apalagi disertai dengan canda tawa. Namun, tahukah Anda bahwa ghibah adalah perbuatan yang dilarang oleh syariat Islam.

Ghibah dapat menimbulkan berbagai masalah hubungan dengan orang lain atau orang banyak. Berikut pengertian ghibah, bahaya serta hukuman untuk pelakunya menurut syariat Islam.

Pengertian Ghibah

Apa itu Ghibah?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wa sallam bersabda:

“Tahukah kalian apa itu ghibah?”, Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Rasulullah berkata, “Yaitu engkau menceritakan tentang saudaramu yang membuatnya tidak suka.” Kemudian ada yan berkata, “Lalu bagaimana apabila pada diri saudara saya itu kenyataannya sebagaimana yang saya ungkapkan?” Maka beliau menjawab, “Apabila cerita yang engkau katakan itu sesuai dengan kenyataan maka engkau telah meng-ghibahinya. Dan apabila ternyata tidak sesuai dengan kenyataan dirinya maka engkau telah berdusta atas namanya (berbuat buhtan).” (HR. Muslim)

Berdasarkan hadits di atas, dapat kita simpulkan bahwa ghibah atau menggunjing adalah membicarakan sesuatu tentang orang lain yang ada pada dirinya, yang apabila dia mendengar hal tersebut maka ia akan membenci perkataan tersebut.

Bahaya Ghibah

Loading...

Ghibah merupakan perilaku buruk dan berbahaya. Para ulama terdahulu telah menyebutkan tentang bahaya ghibah. Imam AlQurthubi menyebutkan bahwa ghibah itu termasuk dosa besar, sebanding dengan dosa pembunuhan, riba, zina, dan dosa-dosa besar yang lain.

Hasan Al Bashri berkata, “Demi Allah, menggunjing lebih cepat merusak agama seorang mukmin melebihi dari penyakit yang menggerogoti tubuhnya.”

Qatadah berkata, “Disebutkan kepada kita bahwa siksa kubur itu terdiri dari tiga perkara : sepertiga dari ghibah, sepertiga dari kencing (tanpa besuci), dan sepertiga dari namimah(mengadu domba)”.

Diceritakan, suatu ketika ada seseorang yang sedang menggunjing di hadapan ulama terdahulu, maka dia menegurnya dan berkata, “Hai kamu! Berhati-hatilah seperti engkau berhati-hati terhadap jilatan anjing”

See Also
Hasil Pemilu dan Kisah Cinta Salman Al-Farisi

Hukuman Bagi Pelaku Ghibah

Allah mengancam hukuman yang berat bagi orang yang suka ber–ghibah.

Rasulullah bersabda, “Wahai orang-orang yang beriman hanya dengan lisannya dan tidak sampai ke hatinya! Janganlah menggunjing kaum muslimin dan jangan mencari-cari kejelekan mereka. Barangsiapa yang mencari-cari kejelekan mereka, Allah akan mencari-cari kejelekannya. Dan barangsiapa yang Allah cari kejelekannya, maka Allah akan membuka kejelekannya di rumahnya sendiri.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Sementara hukuman akhirat yang dipersiapkan bagi orang yang suka menggunjing adalah sebagaimana yang disabdakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Anas radhiyallahu ‘anhu,

“Ketika aku mi’raj, aku melewati kaum yang memiliki kuku dari tembaga, yang mencakar dan melukai wajah dan dada mereka. Aku bertanya, “Siapa mereka itu ya Jibril?”. Jibril menjawab, “Mereka adalah orang yang memakan daging manusia dan menodai kehormatan mereka (menggunjing).” (HR. Abu Dawud)

Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang suka meng-ghibahi saudara kita.

Semoga bermanfaat.

Terkait

Loading...

© 2016 Widiynews Web Media. All Rights Reserved.

Scroll To Top