Now Reading
Subhanallah, Meski Hidup Seadanya, Tukang Cari Kayu di Gunung ini Bisa Naik Haji

Subhanallah, Meski Hidup Seadanya, Tukang Cari Kayu di Gunung ini Bisa Naik Haji

Subhanallah, Meski Hidup Seadanya, Tukang Cari Kayu di Gunung ini Bisa Naik Haji

Jakarta, Widiynews.com – Buat Anda yang sudah sangat rindu rumah Allah, bersabarlah karena doa dan harapan Anda didengar Allah dan Insya Allah segera dikabulkan. Jangan pernah berhenti untuk tawakkal. Niat dan usaha Anda pasti membuahkan hasil yang manis.

Dan semoga kisah ini bisa menambah semangat serta motivasi Anda untuk terus menabung sehingga bisa digunakan untuk melaksanakan ibadah Haji sesegera mungkin.

Dilansir dari laman jatim.kemenag.go.id, pasangan suami istri Supandi dan Arsi asal Desa Patemon, Kecamatan Jati Banteng, Situbondo adalah keluarga yang bahkan jauh dari hidup mewah.

Meski demikian, itu semua tidak menyurutkan niat keduanya untuk bisa melaksanakan ibadah haji.

Keinginan yang kuat untuk ibadah haji, mendorong Supandi (50 tahun) dan Arsi (45 tahun) mengadu nasib ke Bali menjadi kuli bangunan 8 tahun lalu.

Pada tahun tersebut, Supandi dibayar 55.000 rupiah perhari sebagai tukang bangunan. Sementara istrinya, Arsi menjadi kuli dibayar Rp. 50.000.

Loading...

Sebelum tahun 2010, mereka bekerja seadanya, kadang mengumpulkan dan mengangkut kayu dari gunung dan mengangkut pasir.

Demi mewujudkan keinginannya untuk berhaji, pasutri ini mulai menabung dari hasil jerih payahnya. Tiap hari, pasutri ini hanya membelanjakan sepuluh ribu rupiah untuk kebutuhan makan mereka berdua.

See Also
Terkadang Allah Memberimu Perkara yang Rumit, Tanpa Kamu Sadari Banyak Kebaikan Untukmu

“seadanya, sepuluh ribu untuk makan sehari berdua, cukup sayur dan ikan asin,” tutur Arsi sesenggukan di hall B1.

Arsi merupakan satu satunya wanita yang ikut bekerja di proyek. Selaa bekerja, ia bersama suaminya tidur di tempat yang disediakan oleh proyek.

Sepulang dari berhaji nanti, pasutri ini akan kembali menjalani pekerjaannya sebagai kuli di Bali. Ia berharap kelak bisa menghajikan anaknya dari hasil pekerjaannya.

Semoga, kisah inspirasi ini bisa menjadi penguat keimanan untuk kita semua memperhatikan ibadah kita. Dan semoga kerinduan-kerinduan kita selama ini untuk bisa datang ke baitullah dapat segera terwujud.

Terkait

Loading...

© 2016 Widiynews Web Media. All Rights Reserved.

Scroll To Top