Widiynews

Subhanallah, Meski Hidup Seadanya, Tukang Cari Kayu di Gunung ini Bisa Naik Haji

Bagikan:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Subhanallah, Meski Hidup Seadanya, Tukang Cari Kayu di Gunung ini Bisa Naik Haji
Supandi Arsi, Pasutri Kuli Bangunan Kini Berhaji (jatim.kemenag.go.id)
Keinginan yang kuat untuk ibadah haji, mendorong Supandi (50 tahun) dan Arsi (45 tahun) mengadu nasib ke Bali menjadi kuli bangunan 8 tahun lalu.

Jakarta, Widiynews.com – Buat Anda yang sudah sangat rindu rumah Allah, bersabarlah karena doa dan harapan Anda didengar Allah dan Insya Allah segera dikabulkan. Jangan pernah berhenti untuk tawakkal. Niat dan usaha Anda pasti membuahkan hasil yang manis.

Dan semoga kisah ini bisa menambah semangat serta motivasi Anda untuk terus menabung sehingga bisa digunakan untuk melaksanakan ibadah Haji sesegera mungkin.

Dilansir dari laman jatim.kemenag.go.id, pasangan suami istri Supandi dan Arsi asal Desa Patemon, Kecamatan Jati Banteng, Situbondo adalah keluarga yang bahkan jauh dari hidup mewah.

Meski demikian, itu semua tidak menyurutkan niat keduanya untuk bisa melaksanakan ibadah haji.

Keinginan yang kuat untuk ibadah haji, mendorong Supandi (50 tahun) dan Arsi (45 tahun) mengadu nasib ke Bali menjadi kuli bangunan 8 tahun lalu.

Pada tahun tersebut, Supandi dibayar 55.000 rupiah perhari sebagai tukang bangunan. Sementara istrinya, Arsi menjadi kuli dibayar Rp. 50.000.

Sebelum tahun 2010, mereka bekerja seadanya, kadang mengumpulkan dan mengangkut kayu dari gunung dan mengangkut pasir.

Demi mewujudkan keinginannya untuk berhaji, pasutri ini mulai menabung dari hasil jerih payahnya. Tiap hari, pasutri ini hanya membelanjakan sepuluh ribu rupiah untuk kebutuhan makan mereka berdua.

“seadanya, sepuluh ribu untuk makan sehari berdua, cukup sayur dan ikan asin,” tutur Arsi sesenggukan di hall B1.

Arsi merupakan satu satunya wanita yang ikut bekerja di proyek. Selaa bekerja, ia bersama suaminya tidur di tempat yang disediakan oleh proyek.

Sepulang dari berhaji nanti, pasutri ini akan kembali menjalani pekerjaannya sebagai kuli di Bali. Ia berharap kelak bisa menghajikan anaknya dari hasil pekerjaannya.

Semoga, kisah inspirasi ini bisa menjadi penguat keimanan untuk kita semua memperhatikan ibadah kita. Dan semoga kerinduan-kerinduan kita selama ini untuk bisa datang ke baitullah dapat segera terwujud.

Bagikan jika suka:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

From our editorial team

Widiynews.com adalah tempat menulis untuk semua orang. Yuk kirim juga tulisanmu sekarang

ARTIKEL YANG KAMI PILIH KHUSUS UNTUKMU

Baca Lainnya

Kebijakan Berkomentar:

Mohon untuk berkomentar relevan sesuai topik bahasan! Komentar tidak relevan, SPAM atau memiliki link aktif akan kami hapus.