3 Bagian Syarat Taubat yang Harus Kita Ketahui

Agar taubat kita diterima Allah SWT, maka harus memenuhi kriteria tertentu. Jika dosa itu berkaitan dengan Allah, maka taubat yang sejati itu harus memenuhi tiga bagian syarat taubat.

Dan diantara tiga syarat tersebut diantara:

Pertama: meninggalkan kemaksiatan tersebut.

Kedua: menyesali perbuatannya.

Ketiga: bertekad untuk tidak mengulanginya lagi untuk selama-lamanya.

Jika salah satu dari ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi, maka taubatnya itu tidak sah.

Jika dosa yang berkaitan dengan manusia, maka syaratnya ada empat, yaitu yang tiga sama dengan diatas dan ditambah menunaikan hak manusia.

Baca juga: Inilah 10 Jenis Dosa Besar Menurut Islam dan Al-Qur’an

Jika hak itu berupa harta dan sebagainya, maka dia harus mengembalikannya. Jika hak itu berupa hukuman had qazf (tuduhan berzina), maka mintalah dihukum atau minta maaf. Dan jika kemaksiatan itu berupa ghibah, maka dia harus meminta maaf. (Riyadlus Shalihin, 46).

Taubat harus disertai dengan kejujuran, maka jika seseorang bertaubat kepada Allah, dia harus melepaskan diri dari dosa (Ali Imran: 135-136).

Sedangkan orang yang bertaubat dengan lisan saja, sementara hatinya masih berniat mengerjakan maksiat atau meninggalkan kewajiban atau bertaubat dengan lisannya, sementara anggota tubuhnya terus berbuat maksiat, maka taubatnya tidak bermanfaat, bahkan taubatnya itu bisa dianggap menghina Allah.

Selain itu, bertaubat harus disertai dengan amal shalih. Karena dengan amal tersebut, dosa-dosa kita terhapus sebagaimana cahaya matahari menghilangkan kegelapan malam.

وَإِذَا جَاءكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِنَا فَقُلْ سَلاَمٌ عَلَيْكُمْ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ أَنَّهُ مَن عَمِلَ مِنكُمْ سُوءاً بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِن بَعْدِهِ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Allah berfirman:

“(Yaitu) barangsiapa berbuat kejahatan di antara kamu karena kebodohan, kemudian dia bertaubat setelah itu dan memperbaiki diri, maka Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (al-An’am: 54).

Allah berfirman;

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحاً ثُمَّ اهْتَدَى

“Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertaubat, beriman dan beramal shalih (berbuat kebaikan), kemudian tetap dalam petunjuk.” (QS: Thaha: 82).[]

Terkait

Lainnya:

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More