Mengudara 4 Jam dan Tertunda 10 Jam, Maskapai Garuda Pengangkut Jemaah Haji Alami Masalah Teknis

Widiynews.com | Nama maskapai Garuda Indonesia belakangan tengah menjadi perbincangan. Setelah sebelumnya viral nama pihak Garuda melaporkan seorang Youtuber Rius Vernandes karena mengunggah foto menu di media sosial dan video di channel Youtubenya.

Dan baru-baru ini, maskapai Garuda kembali dikabarkan mengalami kendala teknis. Dilansir dari laman Bengkulu.Antaranews.Com, maskapai Garuda Indonesia yang mengangkut jemaah haji dengan tujuan Madinah, Arab Saudi putar balik ke bandara awal, yakni Sultan Hasanudin, Makasar, Sulawesi Selatan.

Maskapai pengangkut jemaah haji tersebut hanya terbang selama 4 jam dan terpaksa memutar balik karena mengalami masalah teknis.

Kabar ini juga dibenarkan oleh Kepala Daerah Kerja Madinah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Akhmad Jauhari. Selain hanya terbang selama 4 jam karena kondisi teknis, maskapai Garuda Indonesia pengangkut jemaah calon haji juga tertunda keberangkatannya.

“Pesawat maskapai Garuda Indonesia yang mengangkut jamaah haji menuju Madinah, mengalami masalah teknis. Akibatnya, pesawat tersebut terpaksa kembali ke bandara asal di Makassar dan mengalami keterlambatan,” katanya.

PPIH Daker Madinah melaporkan, pesawat dengan nomor GA1114 yang membawa sekitar 400 jemaah asal kloter Ujung Pandang dari Bandara Sultan Hasanudin dengan tujuan Bandara Prince Mohammed bin Abdulaziz, Madinah itu berangkat pukul 19.00 waktu setempat, Selasa (16/7) dan baru diberangkatkan lagi pada pukul 06.00, Rabu (17/7).

Loading...

“Sesuai laporan, pesawat sudah sempat terbang, karena ada alasan teknis sehingga kembali lagi dan baru diterbangkan 10 jam kemudian,” kata Jauhari.

Terkait keterlambatan tersebut, pihak Garuda Indonesia mengaku telah mengkonfirmasi kepada pihak PPIH di bandara Madinah melalui surat resminya.

Pesawat yang seharusnya tiba pukul 01.15 waktu Saudi, harus molor menjadi pukul 11.25 waktu Saudi.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan akibat keterlambatan penerbangan ini,” kata Garuda Indonesia.

Menurut Jauhari, keterlambatan penerbangan jemaah calon haji tersebut berdampak pada penyediaan akomodasi dan katering. Meski demikian, Jauhari mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak sehingga tidak berdampak buruk bagi ibadah jemaah.

“Layanan akomodasi basisnya adalah kedatangan. Jika mengacu pada jadwal awal, tentu check outnya juga lebih cepat. Maka kami mengantisipasi berupa reploting agar hak jamaah untuk melaksanakan arbain terpenuhi,” kata Jauhari.[]

POPULER PEKAN INI

Loading...

ARTIKEL LAINNYA

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More