Yuk Kenalan dengan Nor Diana ‘Phoenix’, Pegulat Muslimah Pertama di Dunia

Nor Diana adalah pegulat muslimah pertama di dunia. Pada umumnya, para pegulat didominasi oleh laki-laki, bertubuh kekar dan garang. Lalu bagaimana jika seorang wanita muslimah yang menjadi pegulat profesional sekaligus berhijab?

Ya dialah Nor Diana yang dijuluki Phoenix, pegulat profesional asal Malaysia yang kini namanya sedang viral di Instagram dan media sosial.

Berbeda dengan wanita, bagi para pria pasti sudah tidak asing lagi dengan tayangan gulat smackdown. Pun demikian, wanita cantik ini biasanya mengenakan busana celana panjang bermotif api, jilbab hitam dan orange.

Nor Diana selalu bergerak lincah membanting lawan-lawannya yang bertubuh lebih besar dari dirinya dihadapan ratusan para penonton yang bersorak-sorai.

Nah, sekarang yuk kenalan dulu dengan sosok Nor Diana.

Dilansir dari berbagai sumber, Nor Diana punya tinggi badan 15 sentimeter serta bobot 43 kilogram.

Ia tidak hanya sering mendapat kritikan oleh kaum konservatif lantaran melemparkan dirinya ke ring gulat, meski demikian dara berusia 19 tahun yang selalu tampil hits di media sosial ini dan punya banyak penggemar.

“Meskipun saya muslim, dan mengenakan jilbab, tidak ada yang bisa menghentikan saya untuk melakukan apa yang saya sukai,” tandasnya di atas ring, setelah memenangkan pertarungan baru-baru ini. Demikian dilaporkan kantor berita AFP.

Ia ikut ambil bagian melalui ajang Malaysia Pro Wrestling (MyPW) yakni sebuah ajang mirip dengan World Wrestling Entertainment (WWE) yang begitu populer di Amerika Serikat.

Gulat olimpiade adalah olahraga dan mencari kemenangan, sementara gulat model WWE bertujuan untuk hiburan. Di Indonesia, mungkin lebih familiar dengan tayangan smackdown. Layaknya WWE, MyPW di Malaysia merupakan pertunjukan teater, dimana para peserta bersaing satu sama lain dengan pertandingan yang berakhir dengan hasil yang sebenarnya sudah ditentukan sebelumnya.

Nor Diana Punya Suara Lembut dan Pemalu

Yuk Kenalan dengan Nor Diana 'Phoenix', Pegulat Muslimah Pertama di Dunia
Nor Diana ‘Phoenix’ instagram.com/nordianapw

Meski mengikuti aksi gulat dan cukup ekstrim, Nor Diana ternyata memiliki suara yang sangat lembut dan punya sifat asli pemalu. Nor Diana sendiri bukanlah nama asli karena nama tersebut hanyalah nama samaran. Ia memilih enggan mengungkap identitas aslinya.

Loading...

Sehari-hari Nor Diana bekerja di rumah sakit. Namun, ketika ia mengenakan perlengkapan gulatnya, dia berubah menjadi sosok Phoenix yang gahar layaknya tokoh utama dalam film aksi wanita.

“Sebagai Phoenix, saya orang yang sama sekali berbeda. Bertubuh kecil, tetapi bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa dibayangkan orang,” ujar Nor Diana kepada AFP di sebuah sasana latihan gulat di Puchong, Malaysia. “Ketika berada di atas ring, ‘Phoenix’ bergerak gesit dan pantang menyerah,” jelasnya.

Sejak akhir tahun 2015 silam, ia sudah memulai latihan sebagai pegulat. Bahkan, cita-cita diusia remajanya adalah menjadi seoran petarung wanita. Diketahui, lebih dari 60 persen dari 32 juta penduduk Malaysia merupakan muslim Melayu. Banyak wanita muslim di negara ini yang mengenakan jilbab tradisional.

“Pada awalnya sulit bagi saya, karena banyak orang mengatakan bahwa saya tidak boleh bergulat karena saya seorang muslim dan mengenakan jilbab,” katanya. Tetapi dia terus melangkah maju dan mendapat dukungan penuh keluarganya.

Membuka Topeng Wajah

Yuk Kenalan dengan Nor Diana 'Phoenix', Pegulat Muslimah Pertama di Dunia
Nor Diana ‘Phoenix’ instagram.com/nordianapw

Nor Diana sukses pada awal Juli 2019. Pegulat wanita muslimah pertama di dunia yang memiliki nama panggung Phoenix ini berhasil mengalahkan empat pria dan dinobatkan sebagai juara Wrestling Malaysia.

Diketahui, pada awal kompetisi sang Phoenix mengenakan penutup wajah atau topeng. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kemungkinan orang bisa mengenalinya. Namun, setelah kalah dalam pertandingan tahun lalu, ia kini memilih untuk melepas topeng wajahnya.

Dia mengenang rasa takutnya akan reaksi orang-orang saat itu. Namun popularitasnya malah semakin meningkat sejak saat itu, dengan ribuan orang sekarang menjadi followers-nya di media sosial, sehingga membantu meningkatkan pamor gulat di Malaysia.

Meskipun semakin populer, gulat masih relatif kurang diperhitungkan di negara Asia Tenggara ini. Hanya ada sekitar 30 petarung dan pertandingan berlangsung setiap dua hingga tiga bulan sekali dengan beberapa ratus penonton. Di Malaysia, Nor Diana adalah satu dari hanya dua pegulat perempuan.

“Segera setelah dia populer, kami menerima banyak pesan dari sesama hijaber yang bertanya tentang bagaimana cara bergabung dengan dunia gulat,” ujar Ayez Shaukat Fonseka, pelatih dan sesama petarung kepada AFP.

“Dia tampaknya telah ‘menghancurkan penghalang’ dan membuktikan kepada orang-orang bahwa jika dia bisa melakukannya, hijaber lainnya juga bisa melakukannya,” pungkasnya.

Terkait

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More