Masih Ingat Asian Games 2018, Inilah 5 Sosok Atlet Indonesia Berhijab yang Bikin Kagum

1
Masih Ingat Asian Games 2018, Inilah 5 Sosok Atlet Indonesia Berhijab yang Bikin Kagum
Foto: thejakartapost.com

Mengenakan hijab adalah kewajiban bagi muslimah. Hijab tidak sekedar menjadi pelengkap busana agar terlihat modis saja. Bagi muslimah sejati ini adalah pakaian wajib yang harus dipakai kemanapun.

Back to Asian Games 2018, tentu Anda masih ingat kan? Ya, di ajang olahraga empat tahunan ini ternyata masih menyisakan cerita menarik. Salah satunya tentang atlet berhijab asal Indonesia yang sukses membuat nama bangsa Indonesia harum.

Meski memakai hijab, namun langkah dan keputusan para atlet wanita ini tidak terhalang untuk meraih prestasi dan membuat nama bangsa harum di ajang Asia. Siapa saja sosok mereka? Yuk simak 5 atlet muslimah Indonesia berhijab di Asian Games 2018 beriktu ini.

Defia Rosmaniar

Defia Rosmaniar

[better-ads type=”banner” banner=”14468″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Defia Rosmaniar merupakan atlet taekwondo yang sekaligus atlet wanita asal Indonesia yang memakai hijab. Ia berhasil mengharumkan nama Indonesia karena berhasil meraih medali emas pertama untuk Indonesia melalui ajang Asian Games 2018.

Menurut informasi, muslimah berusia 23 tahun ini telah menekuni olahraga taekwondo sejak tahun 2007. Defia berhasil mengusai kemampuan poomsae dengan sangat baik.

Ayo Baca: Hai Muslimah, Jika Tak Ingin Bertambah Dosamu, Hindari Berhijab Seperti Ini!

Dalam ajang olahraga bergengsi se Asia tahun lalu, ia berhasil mengalahkan Marjan Salahshouri asal Iran. Tak hanya itu, ia juga kerap mendapatkan poin yang besar dari beberapa pertandingan yang ia ikuti.

Di ajang SEA Games 2013 lalu, Defia meraih posisi ketiga dalam kategori Team Poomsae dan Pair Poomsae X. Sementara dalam ajang Asian Indoor and Martial Arts Games 2017, Defia berhasil menduduki peringkat kedua dan peringkat ketiga dalam pertandingan Individual Poomsae.

Defia dikenal sebagai atlet berhijab yang juga sangat diidolakan di media sosial. Meski memakai hijab, wanita kelahiran Bogor ini tidak terhalang untuk meraih mimpi-mimpinya. Pada Asian Games 2018 lalu, ia terlihat bangga dan menangis haru dengan berlari mengelilingi lapangan dan mengibarkan bendera merah putih ketika meraih medali emas pertama bagi Indonesia.

Pipiet Kamelia

Pipiet KameliaSama seperti Defia, Pipiet Kamelia juga termasuk atlet berhijab yang dimiliki Indonesia pada ajang Asian Games 2018 tahun lalu. Pipiet merupakan atlet pencak silat perempuan.

[better-ads type=”banner” banner=”14468″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Gadis kelahiran Jakarta, 6 Januari 1995 ini berhasil mengharumkan nama Indonesia baik didalam maupun luar negeri.

Pipiet Kamelia telah menekuni dunia pencak silat sejak tahun 2007 tepat ketika ia masih berusia 12 tahun.

Sejak duduk di bangku SMP hingga SMA, Pipiet memang telah memasuki sekolah atlet di Ragunan, Jakarta Selatan. Kemudian ia melanjutkan pendidikan dengan mengambil jurusan olahraga saat kuliah di Universitas Negeri Jakarta.

Berkat usaha dan kerja kerasnya, Pipiet Kamelia berhasil mengharumkan nama Indonesia di Asia Champhionship Korea tahun 2007 dan berhasil menduduki peringkat pertama dan menempati peringkat kedua di SEA Games Malaysia 2017.

Loading...

Meski terhitung baru dua istiqomah menggunakan hijab, meski demikian hijab tidak menjadikannya penghalang untuk meraih mimpi dan mengharumkan nama Indonesia di kancah olahraga dunia.

Diananda Choirunisa

Diananda ChoirunisaDiananda Choirunisa merupakan atlet panahan asal Jawa Timur. Ia sudah belajar memanah sejak tahun 2004 di Surabaya ketika masih usia 7 tahun.

Ia menekuni olahraga panahan karena mendapat dukungan dari ibunya. Perempuan yang karib disapa Nisa ini telah mengantongi berbagai prestasi di ajang Internasional. Ia berhasil meraih medali emas di ajang SEA Games Malaysia tahun 2017.

Ayo Baca: Yuk Kenalan dengan Nor Diana ‘Phoenix’, Pegulat Muslimah Pertama di Dunia

Tahun 2013, wanita berusia 21 tahun ini juga berhasil meraih emas di nomor beregu dalam SEA Games Myanmar 2013.

Atlet panahan kelahiran Surabaya ini telah mantap berhijab sejak tahun 2015 lalu. Nisa sempat dilarang oleh sang ibu memakai hijab karena khawatir karier anaknya akan redup setelah memakai hijab seperti atlet terdahulu. Namun Diananda Choirunisa berhasil membuktikan bahwa hijab sama sekali tidak menurunkan performanya sebagai juara dunia.

Susanti Rahayu Aries

Susanti Rahayu AriesSusianti Rahayu Aries atau yang akrab disapa Ayu ini merupakan atlet panjat tebing ia juga mendapat julukan Spiderwoman dari awak media karena kecepatan dan kepiawaiannya dalam olahraga Panjat Tebing. Dalam sebuah video, Ayu tampil begitu lihai mengalahkan pemanjat asal Rusia, Elena Timofeeva pada ajang IFSC World Cup 2018 di Chongqing, Cina dengan catatan waktu 7.51 detik.

Ia dikenalkan kepada dunia panjat tebing sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) oleh gurunya dan kerap menonton pertandingan panjat tebing dari televisi. Sejak saat itu, kehidupan Ayu tidak pernah lepas dari olahraga yang memacu adrenalin tersebut.

Ayu telah banyak mencatat prestasi dalam olahraga panjat tebing, terutama di kategori adu kecepatan. Spiderwoman ini mulai aktif mengikuti pertandingan di dunia internasional sejak tahun 2017. Pada bulan Mei lalu, ia juga berhasil mengantongi medali emas dalam kejuaraan internasional panjat tebing nomor speed di Chonqing, Cina. Dan kini Ayu menduduki peringkat kelima di dunia sebagai atlet perempuan panjat tebing kategori speed.

Nandita Ayu Salsabila

Nandita Ayu SalsabilaNandita Ayu Salsabila adalah atlet bola voli. Ia memiliki motivasi tinggi sebagai pemain bola voli perempuan. Terlahir dari keluarga atlet, Ia pun mengikuti jejak ibunya Tri Wahyuni yang dulu juga tergabung dalam Tim Nasional bola voli Indonesia.

[better-ads type=”banner” banner=”14175″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Ayu telah mengikuti kejuaraan nasional sejak ia masih kelas 2 SMP untuk membela DKI Jakarta. Penampilannya yang memukau di kejurnas membuatnya terpilih untuk mengikuti ASEAN School Games pada tahun 2012 di Thailand. Kala itu ia menjadi pemain Timnas termuda.

Perempuan berusia 21 tahun ini menduduki posisi open spike di Timnas Indonesia dan di tahun 2013 ia terpilih untuk mengikuti SEA Games Myanmar. Namun sayangnya Indonesia hanya meraih medali perunggu.

Ayo Baca: di Lapas Ini, Lahir Ratusan Napi Hafiz Qur’an

Di tahun 2015 ia bertanding bersama tim bola voli Indonesia di SEA Games meraih peringkat ketiga. Ayu kemudian dinobatkan sebagai Miss Bola Voli dalam ajang Piala VTV tahun 2016 dan berhasil membuat Indonesia meraih peringkat ketiga. Di tahun 2017, ia bersama tim Indonesia mendapat medali perak pada SEA Games 2017 setelah melawan tim dari Thailand.

Ayu baru memutuskan menggunakan hijab saat mengikuti pertandingan proliga putaran kedua dalam ajang proliga 2018. Ia berhasil menunjukkan bahwa hijab tidak menghalangi langkahnya untuk meraih prestasi. Pemain andalan Jakarta Pertamina Energi ini berhasil membuat timnya mengalahkan Bandung Bank BJB dengan skor 3-0. Nandita Ayu Salsabila bahkan berhasil meraih gelar pemain terbaik atau Most Valuable Player (MVP) dalam kejuaraan Proliga 2018 demikian seperti dilansir dari Kumparan.com dan yoyahijab.com.

Terkait

Loading...

1 KOMENTAR

Comments are closed.