5 Cara Sujud Shalat yang Diajarkan Rosulullah

Sujud merupakan gerakan yang termasuk didalam rukun shalat. Banyak umat Islam yang melakukan sujud dengan cara yang berbeda, meski demikian kita tak perlu risau karena Rosulullah telah memberikan contoh pada kita tentang sujud yang baik.

Penjelesan tersebut didasari oleh hadits-hadits Rosullullah SAW sebagai berikut:

1. Bila hendak sujud, beliau mengucapkan takbir [dan beliau merenggangkan tangannya dari lambungnya], kemudian sujud. (HR. Abu Ya’la dengan sanad jayyid dan Ibnu Khuzainah dengan sanad lain yang shahih).

2. Turun ke sujud mendahulukan dua tangan, sebagaimana dengan sabda beliau,
“Apabila seseorang di antara kamu bersujud, janganlah ia turun seperti cara unta, tetapi hendaklah ia letakkan kedua tangannya sebelum kedua lututnya,” (HR. Abu Dawud, Tamam dalam Al-Fawaid).

Ayo Baca: Tata Cara Melaksanakan Shalat Didalam Kereta

3. Melakukan sujud dengan tuma’ninah

Nabi SAW selalu memerintahkan baik ruku’ maupun sujud dengan sempurna dan mengumpamakan orang yang tidak melakukan hal itu seperti orang yang sedang kelaparan. Beliau juga menyatakan apabila orang yang tidak melakukan sujud dan ruku’ dengan lurus, maka shalatnya batal.

4. Membaca do’a-do’a sujud

Ketika sujud, Rasulullah sering membaca do’a ini, namun terkadang juga beliau membaca lainnya, berikut akan diuraikan sedikit dari sekian banyak do’a yang dibaca Rasulullah SAW, yaitu:

• Subhaana rabbiyal a’laa, yang artinya “Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi,” (3 kali)

Loading...

• Subhaana rabbiyal a’laa wabihamdih, yang artinya “Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya,” (3 kali)

• Subbuuhun qudduusun rabbulmalaa ikati warruuh, yang artinya “Mahasuci dan Mahakudus, Tuhan seluruh malaikat dan ruh,” (HR. Muslim dan Abu ‘Awanah).

• Subhaanaka allaahumma wabihamdika, laailaaha illaa anta, yang artinya “Mahasuci Engkau, wahai Tuhan, dan segala puji bagi-Mu, tiada tuhan kecuali Engkau,” (HR. Muslim, Abu ‘Awanah, Nasa’i, dan Ibnu Nashr).

• Allaahummaghfirlii maa asrartu wamaa a’lantu, yang artinya “Ya Allah, ampunilah aku atas segala dosa yang kulakukan secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan,” (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Nasa’i).

Ayo Baca: Shalat Taubat Nasuha, Niat, Tata Cara, Waktu, dan Bacaan Doa Lengkap

5. Melamakan sujud, hal ini sebagaimana dengan cerita para sahabat Rasulullah SAW

“Kami keluar bersama Rasulullah SAW pada suatu saat ketika shalat [Zhuhur atau ‘Asar]. Ketika itu beliau menggendong Hasan atau Husain. Nabi SAW maju, lalu meletakkan gendongannya [di sebelah kanannya], kemudian beliau bertakbir untuk melakukan shalat, lalu sujud. Salah satu sujudnya beliau lakukan lama sekali.”

Kata perawi:

“Aku angkat kepalaku [di tengah orang banyak], tetapi ternyata kulihat anak yang digendongnya masih berada di atas punggung Rasulullah SAW, padahal beliau tengah sujud, lalu saya kembali bersujud. Ketika Rasulullah SAW selesai melakukan shalatnya, orang-orang bertanya: ‘Wahai Rasulullah, engkau melakukan sujud dalam shalatmu [ini] lama sekali sampai kami mengira telah terjadi sesuatu pada Tuan atau Tuan mendapatkan wahyu.’ Beliau bersabda: ‘(Semuanya itu tidak, tetapi cucuku ini menunggangiku dan aku tidak senang tergesa-gesa sampai anak ini puas dengan keinginannya)’,” (HR. Nasa’i, Ibnu ‘Asakir, dan Hakim). []

Sumber: Sifat shalat Nabi SAW/Muhammad Nashiruddin Al-Albani/Media Hidayah/Yogyakarta/Desember 2000

Terkait

Loading...
Berita Terkait

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More