Sujud Syukur, Hukum, Syarat dan Tata Cara Melakukannya

Sujud syukur memiliki makna sujud yang dilaksanakan oleh seorang yang mendapatkan keberuntungan atau keberhasilan, serta memiliki arti bersyukur atas karunia yang telah diberikan Allah SWT yang membuat dirinya sangat senang.

atau, ketika mendapatkan seorang muslim telah diselamatkan oleh Allah dari bahaya yang telah menimpanya.

Loading...

Dalam kehidupan sehari-hari, saat melaksanakan shalat kita pasti bersujud. Sementara untuk contoh sujud syukur diantaranya, ketika ada seseorang mendapatkan sesuatu yang sangat berharga bagi dirinya, mendapatkan nilai terbaik setelah melakukan ujian, atau disembuhkan dari penyakit, atau juga bisa ketika diselamatkan dari bahaya yang bisa saja menimpa dirinya, maka seseorang tersebut diperbolehkan melakukan sujud syukur.

Berikut detail dari penjelasan sujud syukur, hukum, syarat-syarat serta tata cara melakukannya.

Hukum Sujud Syukur

Hukum melakukan sujud syukur ini adalah sunnah. Artinya, lebih baik jika orang tersebut melakukannya. Meskipun sunnah orang tersebut haruslah berusaha untuk memanfaatkan nikmat yang telah diberikan oleh Allah swt. dengan sebaik-baiknya. Sujud syukur ini bisa dilakukan di mana saja, selama tempat tersebut suci dan bersih.

Dalam al-Qur’an surat Ibrahim (14) ayat 7 juga dijelaskan mengenai betapa kita harus senantiasa bersyukur. Karena dengan demikian bisa melatih diri kita untuk senantiasa bersyukur setiap hari:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya:

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”

Nabi saw. sendiri juga bersujud ketika beliau mendengar kabar atau sesuatu yang membuat dirinya gembira. Seperti yang diriwaytkan dalam sebuah hadits:

عَنْ أَبِي بَكْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ «إِذَا جَاءَهُ أَمْرُ سُرُورٍ أَوْ بُشِّرَ بِهِ خَرَّ سَاجِدًا شَاكِرًا لِلَّهِ»

Artinya:

Dari Abu Bakrah r.a, dari Nabi SAW: “Apabila datang kepada nabi saw. Kabar yang menggembirakan atau yang membahagiakan, beliau langsung bersujud untuk berterima kasih kepada Allah swt. (HR Abu Dawud).

Syarat – Syarat Sujud Syukur

Loading...

Dalam melakukan sujud syukur ini minimal kita juga harus tahu tentang apa saja syarat-syarat dalam sujud syukur tersebut. Berikut syarat-syarat seseorang ketika melakukan sujud syukur:

1. Utamakan dalam kondisi suci terlebih dahulu. Baik badan, pakaian maupun tempatnya.

2. Menutup aurat dan

3. Usahakan untuk menghadap Kiblat

Cara Melakukan Sujud Syukur

Untuk melakukan sujud syukur, minimal seseorang juga harus bagaimana tata cara sujud syukur tersebut. Adapun tata caranya adalah sebagai berikut:

1. Niat untuk sujud syukur terlebih dahulu

2. Membaca takbiratul ihram (seperti ketika sedang melakukan shalat)

3. Kemudian bersujud dan membaca tasbih seperti ketika shalat. Atau bisa juga dengan bacaan berikut:

سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ

(sajada wajhiya lilladzii khalaqahu, wa syaqqo sam’ahu, wa basharahu, bi haulihi wa quwwatihi)

4. Setelah itu duduk lagi (seperti duduk tahiyyat akhir), dilanjutkan dengan salam

Demikianlah penjelasan singkat mengenai pengertian, hukum, syarat dan tatacara melaksanakan sujud syukur. Semoga dapat memberikan pemahaman dan menambah ilmu, dan semakin membuat kita semakin dekat dengan Allah serta meningkatkan rasa syukur karena sebenarnya kita telah mendapat serta merasakan begitu banyak nikmat Allah.[]

Sumber: PORTALILMU

Artikel Seputar Ibadah:

Artikel Terkait

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More