Bagaimana Hukum Kurban untuk Orang yang Sudah Meninggal?

Hukum kurban untuk orang yang sudah meninggal – Sahabat muslimin dimana saja berada, sebentar lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah yakni bulan ibadah haji dan puncaknya saat wuquf di Padang Arafah, serta pada tanggal 10 Dzulhijjah kita merayakan ibadah Idhul Adha yang dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban.

Tentunya, banyak sekali diantara kita umat musliman yang ingin melaksanakan ibadah kurban. Meskipun harus terhalang oleh kendala keuangan. Namun jangan pernah berkecil hati, dengan doa dan niat yang tulus, semoga keinginan kita untuk melaksanakan ibadah kurban dapat di kabulkan di tahun yang akan datang.

Bagi sahabat muslimin yang mampu dan berkecukupan, banyak sekali yang ingin melakukan kurban untuk kerabat atau orang tua yang sudah meninggal dunia dengan harapan pahala tersebut dapat mengalir kepada orang yang telah meninggal tersebut.

Lantas, bagaimana hukumnya kurban untuk orang yang sudah meninggal, apakah benar dapat mengalir pahalanya atau tidak?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Berdasarkan hadits di atas hanya ada 3 amalan yang tidak akan pernah terputus pahalanya yaitu sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh, jadi selain dari tiga hal tersebut maka pahalanya terputus termasuk qurban untuk orang yang sudah meninggal dunia.

Namun sebagian yang lain ada yang membolehkan dan berpendapat bahwa pahala qurban dapat sampai kepada orang yang telah meninggal dunia dengan alasan bahwa ibadah qurban termasuk dalam kategori shodaqoh jariyah.

Dan diperkuat dengan sabda Nabi:

Loading...

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ

“Barangsiapa yang meninggal dunia lantas masih memiliki utang puasa, maka keluarga dekatnya (walau bukan ahli waris) yang mempuasakan dirinya.” (HR. Bukhari no. 1952 dan Muslim no. 1147)

Jadi pahala bagi orang yang telah meninggal dunia dapat sampai.

Namun kami kembalikan hal ini kepada pemahaman masing-masing pembaca karena ini adalah ranah fiqih dimana ini merupakan kemampuan memahami dari setiap orang.

Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua untuk mendalami agama serta semakin mendekatkan diri kita kepada Allah SWT yang telah banyak memberikan nikmat-Nya. Dan semoga, ibadah kurban yang ditahun ini semakin membuat iman dan rasa syukur kita semakin kuat. Sehingga di tahun yang akan datang sedekah dan ibadah semakin banyak lagi.

Wallahu a’lam….[]

Sumber: ISLAMKAFAH

Artikel Seputar Ibadah:

Ingin Berpuasa? Ini 7 Keutamaan Puasa Sunnah Daud, Banyak Pahalanya!

Doa Memohon Dibukakan Pintu Rezeki Lengkap Disertai Artinya

Inilah 4 Dzikir yang Paling Disukai Allah SWT

Artikel Terkait

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More