Pabrik Tahu Medak, Tujuh Orang Jadi Korban

Pabrik tahu dikawasan Kalimulya, Cilodong, Depok, Jawa Barat meledak pada Selasa malam, 30 Juli 2019. Sejumlah karyawan yang bekerja mengalami luka-luka dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

Widiynews.com – Data yang berhasil dihimpun menyebutkan, ledakan diduga berasal dari tungku yang biasa digunakan untuk mengolah tahu dan bukan berasal dari tabung gas.

Hendra seorang petugas Tagana Kota Depok yang datang ke lokasi kejadian menuturkan, peristiwa itu menyebabkan tujuh orang pegawai terluka. Mereka rata-rata terkena air panas di dalam pabrik yang berukuran kurang lebih 100 meter persegi.

“Atap rusak berat, sedangkan tembok belakang pabrik jebol karena ledakan dari tungku,” katanya

Sementara itu, Wandi pekerja yang selamat dalam kejadian tersebut mengaku peristiwa itu terjadi cukup cepat.

“Saya langsung keluar, tidak tahu detailnya yang pasti suara ledakannya cukup kencang. Satu teman saya luka parah, karena dia yang ada di depan tungku,” katanya.

Loading...

Peristiwa tersebut diakui saksi baru kali pertama terjadi. Akibatnya, operasional pabrik dihentikan untuk sementara waktu.

“Biasanya tidak pernah begini, terpaksa harus berhenti dulu produksi. Yang kerja ada delapan orang salah satunya saya,” ujar Wandi.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Depok Komisaris Deddy Kurniawan mengatakan, diduga tungku atau kuali yang berisikan adonan tahu itu meledak karena tak kuat menahan panas.

“Kontrol pada tungku untuk masak tahu tidak berfungsi akhirnya tidak kuat menahan panas dan meledak. Jadi bukan tabung gas melainkan tungku yang meledak karena menggunakan kayu bakar,” paparnya.

Kemudian, masih menurut Deddy, hingga kini ada dua orang luka berat sedangkan lima korban lainnya mengalami luka ringan.

“Seluruhnya masih menjalani perawatan medis. Tidak ada korban meninggal dunia,” kata dia.[vv]

Populer Pekan Ini

Loading...

Rekomendasi Widiynews

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More