Adzan untuk Bayi yang Baru Lahir, Bagaimana Caranya?

Cara Adzan untuk Bayi Baru Lahir – Mendapatkan karunia anak yang baru saja dilahirkan dalam kondisi yang sehat dan normal adalah karunia yang tak terhingga bagi kedua orang tua. Dan tentunya patut untuk mengucap syukur kepada Allah SWT.

Terlepas dari itu, orang tua juga patut memahami jika anak adalah amanah yang mesti dijaga, dirawat, serta dididik oleh kedua orang tua. Dan tahukah Anda, mendidik anak tidak hanya ketika dewasa saja, melainkan sejak dini dan bahkan dimulai sebelum anak itu lahir ke dunia.

Dan ketahuilah, bahwa salah satu cara mendidik anak yang juga menjadi tradisi bagi masyarakat Islam adalah membacakan adzan dan iqomah ketika anak tersebut baru dilahirkan.

Namun, apakah tradisi tersebut pernah diajarkan oleh Rosulullah Muhammad SAW? Dan bagaimana hukumnya membaca adzan dan iqamah untuk anak yang baru lahir?

Hukum Adzan di Telinga Anak Baru Lahir

Melansir laman, Nu.or.id, para ulama telah sepaham bahwa sunnah hukumnya mengumandangkan adzan dan iqamah pada saat bayi terlahir ke dunia.

Dijelaskan dalam Al-Fiqh Al-Islam wa Adillatuhu, Juz 1 hal 61, bahwa disebutkan adzan tidak hanya disunnah untuk perkara selain shalat saja, diantaranya adzan ditelinga anak yang baru dilahirkan pun demikian.

Seperti halnya sunnah untuk melakukan iqamah di telinga kiri anak. Dalam sebuah Hadits, Nabi Muhammad SAW telah bersabda:

Loading...

عَنْ أبِي رَافِعٍ أنَّهُ قَالَ, رَأيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أذَّنَ فِيْ أذُنِ الحُسَيْنِ حِيْنَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ بِالصَّلاَةِ –سنن أبي داود

Dari Ubaidillah bin Abi Rafi’ ia berkata: Aku melihat Rasulullah SAW mengumandangkan Adzan di telinga Husain ketika siti fatimah melahirkannya. (Yakni) dengan Adzan shalat. (HR Abi Dawud)..

Keutamaan Adzan dan Iqamah di Telinga Anak Baru Lahir

Manfaat atau keutamaan mengumandangkan adzan ke telinga kanan dan iqamah di telinga kiri anak yang baru lahir dijelaskan oleh Sayyid Alawi al-Maliki dalam Majmu’ Fatawa wa Rasa’il bahwa adalah sunnah hukumnya.

Bahkan, para ulama telah mengamalkannya tanpa seorangpun yang mengingkarinya.

Sayyid Alawi mengatakan, perbuatan tersebut itu terkait relevansi untuk mengusir syetan dari anak yang baru lahir. Sebab, syetan akan lari terbirit-birit ketika mendengar lantunan suara adzan sebagaimana keterangan yang ada dalam hadits.

Sehingga jelaslah sudah hukum dan manfaatnya.

KH Muhyiddin Abdusshomad

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Ketua PCNU Jember.[nu]

Terkait

Loading...
Berita Terkait

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More