Nasihat Penuh Hikmah untuk Muslimah, Menjaga Kehormatan [Part 1]

Nasihat penuh hikmah untuk Muslimah – Wanita adalah bagian penting dari masyarakat manusia. Baiknya wanita akan membaikkan masyarakat dan sebaliknya. Bila wanita rusak, maka masyarakatnya pun akan menemui kehancuran. Karena itulah wanita harus terus beroleh bimbingan dan arahan sepanjang perjalanan kehidupan.

Upaya ulama yang dahulu dan belakangan tidak kurang-kurang dalam hal ini, termasuk salah seorang alim rabbani yang walhamdulillah masih ada di tengah kita, Fadhilatusy Syaikh Shalih ibnu Fauzan al-Fauzan, semoga Allah ‘azza wa jalla memanjangkan umur beliau dalam kebaikan dan memberkahinya. Berikut ini kelanjutan dari wejangan beliau.

Islam mengharamkan terjadinya khalwat/bersepi-sepi atau berduaannya lelaki dengan wanita yang bukan mahramnya. Sebab, hal itu akan mendorong keduanya jatuh ke dalam perbuatan keji. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan,

“Hati-hati kalian dari masuk ke tempat para wanita (ajnabiyah).” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana menurut Anda dengan alhamwu[1]?” Rasulullah menjawab, “Al-Hamwu adalah maut.”( HR. al-Bukhari dan Muslim dari Uqbah ibnu Amir radhiallahu ‘anhu)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya dengan kematian karena bahayanya lebih besar. Mengapa demikian? Karena karib kerabat suami dengan mudah keluar masuk ke rumah kita tanpa ada pengingkaran. Berbeda halnya apabila yang keluar masuk itu lelaki lain yang bukan kerabat.

Dengan demikian, kebiasaan membebaskan saudara dan paman suami serta kerabat suami untuk berduaan, bersalaman, dan berjabat tangan dengan istri adalah perbuatan yang batil dan mungkar.

Yang diajarkan oleh syariat justru lelaki ajnabi tidak boleh masuk ke dalam rumah yang di situ hanya ada seorang wanita, tidak ada bersamanya orang lain yang bisa menghilangkan makna berkhalwat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia telah memperingatkan,

“Tidakkah seorang lelaki bersepi-sepi dengan seorang wanita (ajnabiyah) terkecuali yang ketiganya adalah setan.” (HR. at-Tirmidzi dari Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu. Dinyatakan sahih dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi.)

Termasuk khalwat yang diharamkan yang terjadi di zaman kita ini adalah wanita bepergian dalam mobil hanya berduaan dengan sopirnya yang duduk di belakang setir, apakah si wanita diantar ke pasar, ke sekolah, ataupun untuk ibadah ke masjid.

Khalwat yang diharamkan ini, sama saja apakah yang terjadi di rumah, di dalam mobil atau di mana saja, harus diperingatkan kepada para wanita muslimah secara khusus di masa kita sekarang ini di mana banyak didapatkan wanita keluar dari rumahnya untuk bekerja, untuk belanja, ziarah ke tempat karib kerabatnya, atau kepentingan yang selainnya.

Loading...

Wanita muslimah memang tidak sepantasnya sering keluar rumah kecuali karena ada kebutuhan yang mengharuskannya keluar rumah. Kalaupun dia keluar maka harus mengenakan hijabnya yang sempurna dan tidak memakai wangi-wangian.

Allah ‘azza wa jalla memerintahkan kepada wanita-wanita terbaik, istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang merupakan qudwah hasanah dengan perintah berikut ini,

“Tetaplah kalian tinggal di rumah-rumah kalian.” (al-Ahzab: 33)

Tinggal di rumah akan lebih menjaga si wanita. Sampai-sampai wanita lebih disenangi mengerjakan shalat di rumahnya, tidak keluar ke masjid, padahal masjid merupakan rumah ibadah dan tempat yang suci, tetapi keluar menujunya memperhadapkan si wanita kepada keburukan. Karena itulah, shalatnya wanita di rumahnya lebih utama daripada shalatnya di masjid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Janganlah kalian mencegah hamba-hamba perempuan Allah ‘azza wa jalla dari masjid-masjid Allah.” (HR. al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu.)

Dalam riwayat Abu Dawud ada tambahan, “… namun rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka.” (Dinyatakan sahih dalam Shahih Abi Dawud dan al-Misykat no. 1062.)

Maksudnya shalat mereka di rumah mereka lebih baik daripada shalat di masjid. Kalaupun mereka hendak keluar ke masjid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menitahkan,

“Akan tetapi hendaknya mereka keluar dalam keadaan nafilat.” (HR. Ahmad (2/438), Abu Dawud, dll., dinyatakan hasan sahih dalam Shahih Abi Dawud.)

Nafilat maksudnya tidak berhias dan tidak memakai wangi-wangian. Banyak wanita pada hari ini suka keluar rumah tanpa ada kebutuhan kecuali sekadar jalan-jalan di pasar dengan berdandan, harum semerbak, dan memamerkan kecantikan wajahnya. Yang ngobrol bebas dengan lelaki, bergurau, dan tertawa. Entah di mana rasa malumu, wahai wanita muslimah? Tidakkah Anda bertakwa kepada Allah ‘azza wa jalla?[]

Sumber: ASYSYARIAH

Populer Pekan Ini

Loading...

Rekomendasi Widiynews

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More