Now Reading
10 Penyakit Hati dalam Islam, Celakanya Bisa Dunia Akhirat

10 Penyakit Hati dalam Islam, Celakanya Bisa Dunia Akhirat

10 Penyakit Hati dalam Islam, Celakanya Bisa Dunia Akhirat

Penyakit hati dalam Islam disebut juga sifat tercela yang dapat merusak hati dan membahayakan dirinya ketika didunia dan akhirat. Fatalnya, jika sifat ini terus menerus dilakukan bisa membuat hati menjadi mati.

Hati yang mati dapat diartikan juga sebagai hati yang tidak ada kehidupan didalamnya. Tidak mengenal siapa Allah SWT serta Nabi Muhammad SAW. Sehingga seseorang yang memiliki hati mati tidak akan menjalankan perintah Allah. Ia hanya menuruti apa yang diperintahkan oleh hawa nafsunya dan disibukkan dengan urusan dunia.

Orang yang hatinya sudah mati, tidak akan perduli dengan perbuatan baik (amal sholeh). Ketika mendapat nasihat, ia akan berontak dan menolaknya. Ia tidak bisa menerima kebenaran karena Allah telah menutup mata hatinya dan menutup pintu hidayah untuknya. Astagfirullah…

10 Jenis Penyakit Hati

Untuk mengetahui penyakit hati sebaiknya kita tetap waspada terhadap sifat-sifat tercela yang dapat mengakibatkan hati menjadi rusak bahkan mati. Berikut ini tanda-tanda hati yang sudah mati dan akan berbahaya jika dibiarkan begitu saja.

1. Tarkush Sholah (Berani meninggalkan sholat)

“Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Baqarah: 277)

2. Adzdzanbu bil fahri (Tenang tanpa merasa berdosa padahal sedang melakukan dosa besar)

“Setiap umatku akan dimaafkan kesalahan/dosanya kecuali orang-orang yang berbuat dosa dengan terang-terangan. Dan termasuk berbuat dosa dengan terang-terangan adalah seseorang melakukan suatu dosa di waktu malam dan Allah menutup perbuatan jelek yang dilakukannya tersebut2 namun di pagi harinya ia berkata pada orang lain, “Wahai Fulan, tadi malam aku telah melakukan perbuatan ini dan itu.” Padahal ia telah bermalam dalam keadaan Tuhannya menutupi kejelekan yang diperbuatnya. Namun ia berpagi hari menyingkap sendiri tutupan (tabir) Allah yang menutupi dirinya.”

(HR. Al-Bukhari no. 6069 dan Muslim no. 7410)

3. Karhul Qur’an (Tidak mau membaca bahkan menjauh dengan ayat-ayat Al-Qur’an)

Hati yang telah mati, ketika disampaikan nasehat dan ancaman Allah ia tidak akan tersentuh hatinya. Dia juga tidak akan terpengaruh, tidak mendengar, lalai membaca Al-Qur’an sehingga berpaling dari Al Qur’an. Padahal AL-Qur’an adalah sebenar-benarnya petunjuk dari Allah untuk menjalani kehidupan dunia dan akhirat. “Maka apakah mereka tidak memper-hatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci.” (QS. Muhammad:24)

4. Hubbul Ma’asyi (Terus Menerus berbuat maksiat)

“Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai” (QS. An-Nahl:108)

Loading...

5. Asikhru (Sibuknya hanya mempergunjing, buruk sangka dan merasa dirinya paling suci)

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (QS. Al-Hujuraat: 6)

6. Ghodbul Ulamai (Sangat benci dengan nasihat baik dan ulama)

“ Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.” (QS. Al-A’raf ayat 179)

7. Qolbul Hajari (Tidak ada rasa takut akan peringatan kematian, siksa kubur, dan akhirat)

See Also
Cara Puasa Ramadhan di Zaman Rosulullah Muhammad SAW

“Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya, (mereka berkata), “Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal shaleh. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin.” (As-Sajdah/32:12)

8. Himmatuhul bathnu (Gilanya pada dunia tanpa peduli dosa)

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS Al-An’am: 32)

9. Anaaniyyun (Senang melihat orang susah dan menderita)

“Telah masuk ke dalam tubuhmu penyakit-penyakit umat terdahulu (yaitu) benci dan dengki, itulah yang membinasakan agama, bukan dengki mencukur rambut”. (H.R. Ahmad dan Tirmidzi)

10. Al Intiqoom (Pendendam yang hebat)

“Dan Balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik Maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim”.(QS. Asy Syura :40).

Demikian penyakit hati serta tanda hati yang telah mati disertai dalil-dalilnya. Mari kita cek diri kita masing-masing, apakah ada satu atau diantara tanda-tanda penyakit hati diatas pada diri kita. Jika ya, maka sebaiknya kita segera bertaubat adalah salah satu cara mengobatinya. (baca  shalat taubat dan taubat dari zina).

Wallahua’lam

Terkait

Loading...

© 2016 Widiynews Web Media. All Rights Reserved.

Scroll To Top