Now Reading
5 Penyakit Hati dalam Islam Disertai Penjelasan dan Dalilnya

5 Penyakit Hati dalam Islam Disertai Penjelasan dan Dalilnya

5 Penyakit Hati dalam Islam Disertai Penjelasan dan Dalilnya

Hati adalah organ yang paling vital dalam tubuh manusia. Didunia kedokteran, fungsi hati adalah menawarkan racun, mengatur sirkulasi hormon, mengatur komposisi darah yang mengandung lemak, gula, protein, dan zat lain. Sedangkan dalam pandangan Islam, hati adalah penentu sifat baik dan buruk seseorang (baca Inilah 10 Jenis Dosa Besar Menurut Islam dan Al-Qur’an).

Singkatnya, seseorang itu akan baik atau buruk sifatnya tergantung dari dalam hatinya. Jika hatinya sudah dipenuhi dengan sifat buruk, maka akan tercermin melalui perilakunya. Dalam bahasa Arab kita sering mendengar istilah Qalbu.

Nabi Muhammad SAW telah bersabda:

“Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam Al-Bukhari).

Penjelasan Penyakit Hati

Makna penyakit hati menurut Islam adalah gangguan atau penyakit yang terdapat didalam hati manusia (perasaan). Jika dalam dunia kedokteran, penyakit hati sering kali dikaitkan dengan masalah kesehatan namun dalam Islam penyakit yang ada didalam hati yang dapat mempengaruhi perilaku. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah berfirman:

وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ

“Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.” (QS At Taubah : 125)

Melalui firman Allah diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa orang yang didalam hatinya hidup penyakit hati, sulit menerima kebenaran, nasihat kebaikan serta bisa membawa kepada kekafiran dan mati dalam keadaan kafir. Ini tentu sangat mengerikan bagi kita semua umat muslim. Oleh sebab itu, kita sepatutnya menjagai hati dari kotoran dan penyakit yang bisa merusak iman dan taqwa kita pada Allah SWT. (baca 10 Penyakit Hati dalam Islam, Celakanya Bisa Dunia Akhirat)

5 Jenis Penyakit Hati

Untuk bisa menjaga hati senantiasa kita harus tahu apa saja penyakit-penyakit tersebut. Sehingga setelah kita mengetahuinya bisa cepat-cepat bertaubat kepada Allah. Berikut beberapa penyakit hati yang umum terjadi pada manusia dan berbahaya jika terus menerus dibiarkan.

1. Hasad, Iri dan Dengki (HID)

Hasad atau iri adalah sifat dimana seseorang merasa tidak senang dengan kebahagiaan orang lain. Sementera sifat dengki itu sendiri adalah buah dari rasa iri. Orang yang dengki akan mendoakan supaya kebahagiaan itu hilang dari orang tersebut dan menjadi kebahagiaannya.

Allah dengan tegas didalam Al-Qur’an telah menjelaskan tentang larangan penyakit ini:

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا ۖ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ ۚ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. (QS An Nisa : 32).

Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan umat manusia untuk menjauhi penyakit hati ini. Menurut Rosulullah, sifat ini dapat mengikis pahala-pahala yang telah dikerjakan:

“Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu”. (HR. Abu Dawud)

2. Sombong atau Takabbur

Sifat sombong tidaklah pantas dimiliki oleh manusia. Sebab, apa-apa yang ada didunia ini adalah milik Allah SWT. Sehingga hanya Allah sajalah yang pantas memiliki sifat ini. Perilaku sombong amatlah dibenci Allah. Orang yang punya sifat sombong biasanya merasa bangga pada dirinya dan apa yang dimilikinya. Lebih parahnya lagi, dia akan menganggap remeh orang lain.

Loading...

Allah juga dengan tegas untuk menghindari perilaku ini melalui firman-Nya didalam Al-Qur’an:

وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا

“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung”. (QS Al Isra :37).

3. Riya’ atau Pamer

Sungguh, apa-apa saja balasan yang terbaik datangnya hanyalah dari Allah. Sebagai seorang muslim kita diwajibkan untuk berbuat kebaikan, dan menolong sesama akan tetapi seorang muslim yang berbuat baik hanya untuk merasa bangga dihadapan orang lain itulah yang termasuk riya’.

Islam melarang perilaku riya’ atau pamer. salah satu penyakit hati ini bisa mengurangi pahala kebaikan yang dilakukan oleh seorang muslim sebagaimana dalam firman Allah SWT berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

See Also
Sebenarnya Hanya 2 Hal Inilah Kewajiban Istri

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”. (Qs Al Baqarah 264)

4. Bakhil atau Kikir

Bakhil atau kikir adalah perilaku seseorang yang tidak suka memberi, bahkan sedikit harta kepada orang yang membutuhkan sementara ia memiliki harta yang banyak. Kikir itu melebihi sifat pelit.

Allah SWT dan Rosulullah Muhammad Sallahu ‘Alaihi Wasallam. Dalil untuk menjauhi perilaku ini dijelaskan melalui dalil yang merujuk pada firman Allah berikut:

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Qs Al Imran : 180).

5. Ujub

Tidak ada lain kecuali sifat ujub yang didapat dari perilaku sombong, dan riya’ atau suka pamer. Ujub adalah perilaku dimana seseorang senang membangga-banggakan diri atas apa yang ia miliki.

Padahal, kita telah diajarkan bahwa apa-apa yang kita miliki saat ini adalah karunia Allah dan hanya titipan semata. Sifat ini dapat merusak hati. Serta dapat mengakibatkan kita kufur terhadap nikmat dan karunia Allah.

Rosulullah SAW telah tegas mengingatkan umat muslim untuk senantiasa menjauhi sifat tercela ini.

ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ : شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوًى مُتَّبَعٌ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ

“Tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan: (1) tamak lagi kikir, (2) mengikuti hawa nafsu (yang selalu mengajak pada kejelekan), dan ujub (takjub pada diri sendiri).” (H.R. Abdur Razaq, hadist hasan).

Itulah penyakit hati menurut agama Islam serta bahaya yang disertai dalil-dalil sebagai bukti nyata bahwa Allah dan Rosulullah selalu mengingatkan seluruh umat muslim. Apabila, kita menyadari ada beberapa penyakit atau sifat dari salah satu diatas maka sebaiknya kita segera bertaubat jika diperlukan lakukan shalat taubat (baca Panduan Shalat Taubat Nasuha dan 30 Amal Sholeh Ini Bisa Datangkan Pahala dan Melebur Dosa, Yuk Amalkan!).

Terkait

Loading...

© 2016 Widiynews Web Media. All Rights Reserved.

Scroll To Top