Now Reading
Waktu Sholat Dhuha, Yuk Ketahui Agar Ibadah Semakin Berkah!

Waktu Sholat Dhuha, Yuk Ketahui Agar Ibadah Semakin Berkah!

Waktu Sholat Dhula, Yuk Ketahui Agar Ibadah Semakin Berkah!

Seperti yang telah kita ketahui bersama sholat dhuha adalah salah satu sholat sunnah yang begitu banyak sekali manfaat serta keutamannya. Waktu sholah sunnah dhuha adalah pada saat naiknya matahari setinggi tombak hingga waktu zawal (menjelang sholat dhuhur). Hal ini bahkan telah disebutkan dalam beberapa hadits Rosulullah SAW. Dan yang mungkin sering sahabat muslim dengar adalah sebagai pembuka pintu rezeki dan keberkahan.

Namun, tahukah sahabat, bahwa keutamaan sholat dhuha tidak sebatas itu saja. Ada banyak sekali yang mungkin belum kita ketahui, beberapa diantaranya adalah dibukanya ampunan Allah serta dibukanya pintu syurga bagi mereka yang istiqomah sholat dhuha. Masya Allah…..

Baca: Panduan Shalat Dhuha, Niat, Tata Cara, Keutamaan dan Bacaan Doa Lengkap

Keutamaan Sholat Dhuha

Waktu Sholat Dhula, Yuk Ketahui Agar Ibadah Semakin Berkah!

Seperti telah dipaparkan diatas bahwasanya sholat dhuha merupakan ibadah yang tergolong sunnah dan telah dicontohkan oleh Rosulullah SAW. Kita sebagai umatnya hanya diperintahkan dan mengamalkannya semampu kita. Namun jika ditilik kembali keutamaannya, alangkah sayang sekali jika kita abaikan ibadah sunnah yang satu ini.

Baca juga: Rahasia Dibalik Keutamaan Shalat Malam yang Tak Banyak Diketahui

Kita sebagai umat muslim tidak hanya dituntut mengetahui keutamaannya saja. Alangkah baiknya jika ibadah-ibadah sunnah termasuk sholat dhuha diamalkan secara rutin atau istiqomah setiap hari.

Jangan hanya berharap mendapatkan rezeki saja, tetapi alangkah baiknya jika ibadah sunnah termasuk sholat dijadikan perantara untuk semakin dekat dengan Allah dan memohon ampunan Allah. Sementara urusan rezeki, yakinlah Allah telah mengatur yang terbaik untuk kita.

Alangkah baiknya lagi jika kita mengerti mengenai sholat secara mendalam mulai dari waktu sholat dhuha, niat sholat dhuha, tata cara sholat dhuha, waktu sholat dhuha, doa setelah sholat dhuha dan keutamaannya. Untuk Anda berikut kami hadirkan beberapa keutamaan sholat dhuha bagi siapa saja yang dapat rutin serta istiqomah mengamalkannya:

1. Allah Mempermudah Urusannya

Mungkin inilah salah satu keutamaan sholat sunnah dhuha yang selalu dinanti-nantikan oleh kaum muslimin. Hal ini diterangkan dalam hadits dari Nu’aim bin Hammar Al-Ghothofaniy dimana beliau mendengar Rosulullah SAW telah bersadba:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” Dari HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, Ad Darimi no. 1451, At Tirmidzi no. 475. Kemudian Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits tersebut shahih keberadaannya.

2. Sedekah

Bagi kita yang masih awam mungkin mengenal sedekah sebatas memberi sebagian harta saja. Namun tahukah sahabat muslim jika keutamaan dhuha adalah setara dengan sedekah? Ya, hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Rosulullah SAW berikut:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at” Berdasarkan HR. Muslim no. 720.

Baca juga: Tata Cara Membaca dan Menghayati Al-Qur’an Agar Membekas di Hati

3. Pahalanya Setara dengan Umroh

Allah sudah sangat baik kepada manusia, hanya saja manusia saja yang kerap berprasangka buruk kepada-Nya. Termasuk jika berbicara sholat dhuha. Tak hanya rezeki saja yang Allah berikan kepada mereka yang ikhlas dan istiqomah mengamalkannya.

Bahkan, dalam salah satu hadits Rosullullah dijelaskan bahwa ganjaran bagi mereka yang mengamalkan dhuha adalah mendapatkan pahala setera dengan umrah. Masya Allah…

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan umrah. (Shahih al-Targhib: 673)

4. Dibangunkan Sebuah Rumah di Surga

Mengamalkan ibadah dengan istiqomah memang tidak mudah. Itulah mengapa ganjaran yang diberikan amatlah besar. Termasuk ganjaran bagi mereka yang istiqomah sholat dhuha setiap harinya.

Dalam hal ini, Allah telah menjaminkan bagi siapa saja yang istiqomah sholat dhuha dengan sebuah rumah di surga. Hal ini diterangkan dalam hadits Rosulullah SAW berikut ini:

“Barang siapa yang shalat dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami’: 634)

5. Tubuh Menjadi Sehat

Sudah menjadi rahasia umum jika sholat dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat. Hal ini telah dilakukan penelitian dan hasilnya memang sangat mengejutkan.

Memang hampir setiap ibadah yang dianjurkan dalam Islam memiliki efek positif bagi tubuh, begitu pula dengan sholat dhuha.

[jnews_element_ads google_publisher_id=”ca-pub-2386511587744187″ google_slot_id=”6747323365″]

Saat pagi, ketika kita melaksanakan sholat dhuha, kita sama seperti sedang berolahraga. Dimana semua tulang dan otot persendian bergerak.

Tidak hanya otot, persendian dan tulang. Melalui gerakan-gerakan sholat seperti ruku’, dan sujud, peredaran darah pada tubuh kita menjadi semakin lancar. Dengan ini, dapat dipastikan kekebalan tubuh meningkat.

Waktu Sholat Dhuha

Waktu Sholat Dhuha
Waktu Sholat Dhuha

Dari penjelasan singkat keutamaan diatas mungkin sahabat muslim ada yang bertanya kapan waktu sholat dhuha yang paling baik? Dalam ilmu fiqih sebenarnya telah dijelaskan bahwa sholat dhuha adalah mulai matahari naik setinggi tombak sampai zawal (menjelang waktu dzuhur).

Loading...

Salah satu dasar dalam tuntunan waktu dhuha yaitu adalah kitab Minhatul Allam, 3:34. Dimana kita dapat membaginya menjadi dua waktu, yaitu:

Awal Waktu

Maksud awal waktu disini adalah waktu untuk sholat dhuha setelah matahari terbit dan meninggi hingga setinggi tombak yang didirikan. (baca juga Amalan dan Bacaan Doa Menyambut Pagi Hari)

Dalil yang digunakan waktu ini adalah hadits dari ‘Amr bin ‘Abasah, bahwa Nabi Muhammad SAW telah bersabda:

صَلِّ صَلاَةَ الصُّبْحِ ثُمَّ أَقْصِرْ عَنِ الصَّلاَةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَتَّى تَرْتَفِعَ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ حِينَ تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَىْ شَيْطَانٍ وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ

“Kerjakan shalat shubuh kemudian tinggalkan shalat hingga matahari terbit, sampai matahari meninggi. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud.” Berdasarkan HR. Muslim no. 832. Dapat kalian lihat di Minhatul ‘Allam, 3: 347.

[jnews_element_ads google_publisher_id=”ca-pub-2386511587744187″ google_slot_id=”6747323365″]

Kapankah awal waktu yang dimaksud dalam dalil diatas.

Jika diperkirakan sesuai hadits diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa awal waktu sholat dhuha adalah kira-kira 15 menit setelah matahari tersebut dari persemayamannya.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata bahwa, “Awal waktu shalat Dhuha adalah ketika matahari meninggi setinggi tombak ketika dilihat yaitu 15 menit setelah matahari terbit.” Berdasarkan Syarh Al Arba’in An Nawawiyah, hal. 289.

Akhir Waktu

Batas akhir melaksanakan sholat dhuha atau akhir waktu adalah dengan waktu zawal (menjelang dzuhur) saat matahari akan tergelincir ke barat.

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata, “Sekitar 10 atau 5 menit sebelum waktu zawal (matahari tergelincir ke barat).” Idem.

See Also
Keutamaan Puasa Tasu’a dan ‘Asyura, Hukum dan Hadits Rosul

Akhir waktu merupakan Waktu terbaik untuk mengadakan sholat dhuha, yaitu keadaan yang semakin panas. Berikut dalilnya,

أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

Zaid bin Arqom melihat sekelompok orang melaksanakan shalat Dhuha, lantas ia mengatakan, “Mereka mungkin tidak mengetahui bahwa selain waktu yang mereka kerjakan saat ini, ada yang lebih utama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(Waktu terbaik) shalat awwabin (shalat Dhuha) yaitu ketika anak unta merasakan terik matahari.” Berdasarkan HR. Muslim no. 748. Adapun maknanya yaitu ketika kondisi panas di akhir waktu.

Imam Nawawi mengatakan bahwa, “Inilah waktu utama untuk melaksanakan shalat Dhuha. Begitu pula ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa ini adalah waktu terbaik untuk shalat Dhuha. Akan tetapi boleh pula dilakukan ketika matahari terbit hingga waktu zawal.” Berdasrkan Syarh Shahih Muslim, 6: 28.

Cara Melaksanakan Sholat Dhuha

Cara Melaksanakan Sholat Dhuha
Cara Melaksanakan Sholat Dhuha

Sama seperti sholat yang kita lakukan pada umumnya, tata cara sholat dhuha yaitu memiliki 14 rukun yang wajib dikerjakan.

[jnews_element_ads google_publisher_id=”ca-pub-2386511587744187″ google_slot_id=”6747323365″]

Berikut tata cara melaksanakannya:

  • Membaca niat sholat dhuha, boleh diucapkan secara lisan atau dalam hati
  • Takbiratul ihram
  • Berdiri bagi yang mampu
  • Membaca Surat AL-Fatihah pada setiap rokaat yang dijalankan. Perlu diingat kembali bahwa pada rakaat pertama setelah Al-Fatikah disunnahkan membaca Surat Asy-Syams dan rakaat kedua membaca Surat Adh-Dhuha. Sedangkan untuk rakaat berikutnya, setiap rakaat pertama membaca Surat Al-Kafirun dan rakaat kedua membaca Surat Al-Ikhlash.
  • Ruku’
  • ‘Itidal
  • Sujud dua kali
  • Duduk diantara dua sujud
  • Tuma’ninah (tenang sejenak) dalam ruku’, sujud, duduk diantara dua sujud dan i’tidal
  • Tasyahud akhir
  • Membaca sholawat kepada Nabi
  • Duduk karena melakukan tasyahud akhir dan sholawat salam
  • Salam yang pertama
  • Tertib

Meski tergolong sunnah atau sebatas dianjurkan. Namun dalam melaksanakan sholat kita tetap berusaha khusu’ dan menonjolkan sikap pasrah kita kepada Allah. Dengan harapan Allah mengampuni dosa-dosa kita di akhirat serta mendapatkan kemudahan.

Doa Setelah Sholat Dhuha

Doa Setelah Sholat Dhuha
Doa Setelah Sholat Dhuha

Setelah melaksanakan sholat dhuha, kita disunnah untuk mengamalkan bacaan doa. Namun, perlu diketahui, tidak ada batasan mengenai doa sholat dhuha itu sendiri. Kita boleh membaca doa apa yang sedang menjadi hajat kita.

Namun, kita semua pasti tahu dan paham betul bagaimana adab-adab dalam berdoa. Meski mungkin kita sedang kesulitan rezeki, pekerjaan dan masalah lainnya. kita wajib menjaga adab seperti dimulai dengan menyebut nama Allah SWT, mengucapkan puji syukur dan membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Doa setelah sholat dhuha

للهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allahumma innadh dhuha-a dhuha-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqi fis samma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’asaran fayassirhu, wainkaana haraaman fathahhirhu, wa inkaana ba’idan fa qaribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita ‘ibadikash shalihin.

Artinya:

Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu.

[jnews_element_ads google_publisher_id=”ca-pub-2386511587744187″ google_slot_id=”6747323365″]

Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.

Membaca doa sholat dhuha tersebut adalah diantara keutaman sholat dhuha, yang mana kita dianjurkan untuk memohon kepada Allah Swt untuk dibukakan pintu rezeki.

Seperti hasist Nabi Muhammad Saw berikut:

Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya “ (HR.Hakim dan Thabrani).

Demikian penjelasan singkat mengenai waktu sholat dhuha yang terbaik, keutamaan, tata cara, doa setelah sholat dhuha. Silahkan diamalkan setiap hari dan istiqomah. Silahkan baca juga Shalat Taubat Nasuha, Niat, Tata Cara, Waktu, dan Bacaan Doa Lengkap dan Tata Cara Shalat Hajat, Bacaan, Doa, Keutamaan dan Waktu yang Tepat Supaya Dikabulkan. Semoga bermanfaat.

Terkait

Loading...

© 2016 Widiynews Web Media. All Rights Reserved.

Scroll To Top