Waw, 6 Kebiasaan Sederhana Ini Ternyata Bisa Tingkatkan Kesehatan Otak Loh

Seperti telah dijelaskan pada artikel sebelumnya, gaya hidup menjadi kunci utama kesehatan otak, termasuk dalam meningkatkan kecerdasan otak. Banyak hal kecil dan sederhana yang dilakukan secara berulang-ulang justru berdampak pada otak. Meskipun setiap orang memiliki perbedaan aktifitas. Tapi, jika aktifitasnya saja sudah tidak sehat maka bisa jadi kesehatan fisik otaknya pun akan terganggu.

Bagi Anda yang peduli pada kesehatan, mungkin selama ini Anda sudah banyak melakukan langkah kecil hingga besar untuk menempuh hidup sehat. Baik mulai memenuhi kebutuhan cairan (minum), makan makanan sehat (Baca juga 6 Makanan Ini Ternyata Bagus untuk Kesehatan Otak Loh, Mana Favoritmu?), olahraga, cukup tidur dan lain sebagainya.

Langkah-langkah kecil tersebut memang tidak instan memberikan hasil bagi kesehatan, namun pastinya dapat meningkatkan kelangsungan tubuh karena kebiasaan kebiasan tersebut memberikan tubuh kita sehat dalam jangka panjang jika dilakukan terus menerus.

6 Kebiasaan Sederhana untuk Meningkatkan Kesehatan Otak

Waw, 6 Kebiasaan Sederhana Ini Ternyata Bisa Tingkatkan Kesehatan Otak Loh

Hal ini pula yang terjadi pada otak kita. Karena otak yang sehat akan mendukung segala bentuk kerja sistem tubuh yang stabil. Nah, bagi kalian yang ingin selalu otaknya sehat, berikut ini 6 kebiasaan sederhana yang ternyata dapat mencegah demensia dan meningkatkan kesehatan otak.

1. Stop Multitasking

Dizaman yang serba teknologi ini, banyak orang beranggapan semua hal bisa dilakukan secara instan dan multitasking (secara bersamaan). Namun kenyataan berbeda. Menurut para ahli otak hanya dapat melakukan satu hal pada satu waktu (Jennifer Zientz, MS).

“Ketika Anda melakukan banyak tugas, Anda memaksanya untuk bergerak maju dan mundur, yang menyebabkan banyak tekanan pada otak.” katanya.

Ketika Anda melakukan banyak tugas, kadar kortisol naik, dan terlalu banyak hormon itu beracun bagi fungsi saraf. Ditambah lagi, “Anda tidak pernah sepenuhnya menyelesaikan apa pun, dan penyelesaian serta rasa pencapaian memberikan hadiah dopamin,” kata Zientz. Dopamin adalah neurotransmitter yang terkait dengan perasaan. “Multitasking juga dikaitkan dapat memengaruhi atrofi pada hippocampus, pusat memori dan pusat pembelajaran otak Anda.”

2. Tidur Cukup

Sederhana bukan? Tapi kenyataannya…?

Tidur rutin secara cukup dimalam hari itu sulit dan tak semudah kenyataannya. Apalagi kalau Anda termasuk pecandu gadget. Mungkin sulit memejamkan mata dimalam hari sebelum rasa puas memainkan gadget terpenuhi. Baca juga Jangan Sepelekan, Ini 8 Efek Samping Jika Kamu Kurang Tidur

Padahal…

Menurut penelitian, selama tidur dengan gelombang lambat otak akan memutar ulang kegiatan dari hari itu, membantu memasukkan peristiwa ke dalam ingatan.

[jnews_element_ads google_publisher_id=”ca-pub-2386511587744187″ google_slot_id=”6747323365″ ads_bottom_text=”true”]

Penelitian di Washington University School of Medicine, ditemukan orang yang sering bangun dimalam hari lima kali lebih mungkin dibandingkan mereka yang tidur nyenyak untuk memiliki penumpukan plak amiloid, yang merupakan ciri khas dari penyakit Alzheimer. Baca juga Ini Dia Profesi Pekerjaan Yang Bisa Mengurangi Risiko Alzheimer.

Tapi belum jelas apakah tidur yang terganggu menyebabkan demensia atau apakah perubahan otak yang berhubungan dengan Alzheimer mengubah pola tidur, tetapi tidak ada salahnya untuk tidur lebih lama dengan cara tidur cukup dimalam hari.

3. Belajar Alat Musik

Loading...

Anak milenial saat ini memang banyak yang gemar bermain musik. Namun, tahukah Anda jika belajar memainkan alat musik juga dapat membantu kesehatan otak?

Ya, menurut sebuah penelitian yang telah terbit di Journal of Neuroscience ditemukan bahwa mempelajari alat musik membantu mengubah gelombang otak dengan meningkatkan keterampilan mendengar, dan melihat dalam waktu singkat.

Perubahan dalam aktifitas otak ini dapat membantu mempertahankan keterampilan mendengarkan dan menangkan penurunan kognitif yang berkaitan dengan usia.

4. Bermain TTS (Teka-Teki Silang)

Meski permainan ini terbilang usang, tapi permainan ini ternyata banyak sekali yang menyukai. Bahkan, saat ini ada beberapa permainan teka-teki silang versi Android yang bisa kalian mainkan loh.

[jnews_element_ads google_publisher_id=”ca-pub-2386511587744187″ google_slot_id=”6747323365″ ads_bottom_text=”true”]

Anda tetap bisa bermain teka-teki silang dimana saja dan kapan saja melalui gadget. Tapi bukan sekedar itu saja tujuannya.

Menurut penelitian, semakin sering bermain TTS angka dan kata, orang dewasa berusia 50 tahun dan lebih tua maka fungsi otaknya semakin baik, termasuk penglihatan, daya ingat, perhatian dan penalarannya. Pada ukuran pemecahan masalah, pemecah teka-teki dilakukan setara dengan rata-rata delapan tahun lebih muda dibandingkan dengan mereka yang tidak.

5. Mempelajari Bahasa Asing

Bilingual tidak hanya keren loh. Bahkan, bilingual dalam dunia kesehatan dikaitkan dengan struktur otak yang lebih sehat.

Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Concordia University di Montreal, Kanada. Dalam penelitian tersebut, mereka menggunakan scan MRI untuk menguji otak orang-orang yang mengalami penurunan kognitif.

Dalam pengujian tersebut, mereka menemukan otak orang yang fasih berbahasa lebih dari satu memiliki kesehatan otak lebih tebal dan lebih padat di daerah yang mengontrol bahasa, kognisi, dan memori.

6. Mengurangi Asupan Gula

Terlalu banyak mengonsumsi makanan manis dengan kandungan gula sudah pasti tidak baik untuk kesehatan. Bahkan, kebiasaan mengonsumi makanan manis atau gula juga dapat berpengaruh pada kesehatan otak. Sebab, makanan yang kaya gula dan karbohidrat sederhana lainnya dapat menguras otak.

Menurut penelitian, orang yang sehat memiliki kadar gula rendah, sebagaimana diukur melalui tes darah, berkinerja lebih baik pada tes yang mengukur beberapa kata yang dapat dihafal peserta setelah penundaan selama 30 menit.

Anda dapat mengganti makanan manis yang tidak sehat dengan cokelat hitam. Baru-baru ini, penelitian mengungkapkan bahwa flavanol yang terdapat didalam kakao menghasilkan manfaat kognitif dalam tugas yang melibatkan memori, kecepatan pemrosesan pada orang dewasa yang lebih tua.

#Berfikir Positif

Selain 6 kebiasaan diatas, ada kebiasaan positif yang paling sederhana yang dapat Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu berfikir positif.

[jnews_element_ads google_publisher_id=”ca-pub-2386511587744187″ google_slot_id=”6747323365″ ads_bottom_text=”true”]

Bukan tanpa alasan, kebiasaan berfikir positif meski sulit dapat membantu tubuh lebih bersyukur dan menerima setiap keadaan yang ada. Dengan kebiasaan ini dapat berdampak postitif bagi kesehatan otak dan tubuh kita.

Demikian 6 kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan agar kesehatan otak semakin meningkat. Nah menurut Anda mana kebiasaan yang paling mudah dilakukan diatas? Yuk baca juga 4 Cara Unik dan Aneh untuk Bisa Turunkan Berat Badan, Berani Coba?

Terkait

Loading...
Berita Terkait

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More