Now Reading
7 Manfaat Bercadar untuk Wanita Muslimah dalam Islam, Menutup Pintu Zina

7 Manfaat Bercadar untuk Wanita Muslimah dalam Islam, Menutup Pintu Zina

7 Manfaat Bercadar untuk Wanita Muslimah dalam Islam, Menutup Pintu Zina

BERCADAR adalah perbuatan terpuji dan mulia, serta banyak manfaatnya. Tidak ada ulama yang mengharamkan wanita bercadar.

Tradisi bercadar sudah ada sejak zaman Rasulullah. Sebagian ulama berpendapat wajib bercadar,sebagian lagi berpendapat tidak wajib namun mubah/boleh, ada juga ulama yang berpendapat sunnah jika wajahnya cantik sehingga bisa membuat lelaki tergoda atau rawan menjadi sasaran kejahatan.

Disebutkan bahwa para ulama sepakat wajibnya bercadar (menutup wajah dari lelaki yg bukan mahrom) bagi para istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, adapun hukumnya bagi para muslimah selain istri nabi terdapat perbedaan pendapat dikalangan ulama. Yang jelas, mencontoh pakaian istri Rasulullah tentu merupakan perbuatan baik karena mereka suri tauladan terbaik.

Manfaat Bercadar untuk Muslimah dalam Islam

Daripada meniru model busana orang-orang kafir yang melanggar syariat tentu lebih baik meniru model busana para istri Rasulullah. Jika telapak kaki wanita saja ditutupi, maka tentunya wajah juga pantas/wajar ditutupi sebab wajah jauh lebih menggoda daripada telapak kaki. Manfaat bercadar diantaranya:

1. Melindungi wanita dari godaan maupun kejahatan lelaki, sebab dengan melihat wajah saja lelaki bisa tergoda, terpesona, dan akhirnya merayu atau berbuat jahat kepada wanita.

2. Membantu para lelaki menjaga pandangan, sehingga para lelaki tidak terfitnah, tidak tergoda maupun terpesona olehnya.

3. Menutup pintu perzinaan dan perselingkuhan

4. Agar wanita menjadi mulia, dan para lelaki tidak menilai dari fisiknya saja, para lelaki tidak bisa jelalatan menilai wanita dari fisiknya.

5. Mengurangi kejahatan dan kerusakan moral di masyarakat

6. Agar wanita tidak terlihat menggoda. Wanita yg berjilbab tetap terlihat menggoda jika wajahnya terbuka, apalagi jika sangat cantik.

7. Membantu para lelaki agar lebih tentram hatinya, lebih khusyu beribadah, sebab dalam hatinya tidak teringat wajah-wajah para wanita.

8. Agar para suami lebih tenang dan tidak mudah cemburu, sehingga keluarga bisa lebih harmonis. (sebab wajah istrinya saat ada keperluan diluar rumah atau saat ada tamu lelaki tetap tidak terlihat oleh lelaki yg bukan mahrom, sehingga para lelaki tidak naksir/tergoda dgn istrinya).

Sebagian orang berkata:

Wanita jangan bercadar karena wajah bukan aurat.

Jawaban:

Kalau begitu lelaki kemana-mana juga pakai baju cukup menutup dari pusar sampai lutut saja, jangan lebih, karena hanya itu aurat lelaki. Jadi jangan pakai jas, baju lengan panjang, celana panjang sampai dibawah lutut, kaos kaki, dan lain-lain.

Loading...

Sebagian orang berkata:

Jangan bercadar karena tidak bisa dikenali.

Jawaban:

Dikenali oleh siapa?

Bukankah lelaki pun juga sering menutup tubuhnya sampai tidak bisa dikenali? misalnya memakai masker/penutup wajah, terutama saat di jalan, apalagi saat naik motor, atau naik mobil yg berkaca gelap sehingga orang disekitarnya tidak bisa mengenalinya. Bahkan terkadang lelaki membeli bensin dipom sambil wajahnya tertutup masker dan helm sampai tak bisa dikenali (padahal transaksi jual beli). Tidak penting untuk dikenali lelaki yang bukan mahrom, justru banyak dampak negatifnya. Adapun pada kondisi2 penting/darurat yang memerlukan wajahnya dilihat untuk identifikasi maka boleh saja muslimah wajahnya diperlihatkan kepada lelaki yang bukan mahrom. Namun bukan obral diperlihatkan setiap saat. Lagipula, jika hanya bersama sesama wanita atau bayi/balita dan tidak terlihat lelaki yang bukan mahrom tentu tidak perlu bercadar.

See Also
6 Pesan dan Tips Rosulullah SAW Menjalankan Puasa Ramadhan

Alasan logis muslimah bercadar

Hukumnya sunnah menurut sebagian ulama, dan sebagian lagi berpendapat wajib. Meski wajah wanita bukan aurat, namun tidak ada salahnya ditutupi (saat terlihat lelaki yg bukan mahrom), bahkan lebih utama.

Bukankah para lelaki pun menutupi berbagai bagian tubuhnya padahal bukan aurat? Bukankah aurat lelaki hanya dari pusar sampai lutut, namun lelaki biasa menutup tubuh lebih dari itu? Bahkan lelaki sering menutup hampir seluruh tubuhnya selain kepala dan telapak tangan (yaitu dengan celana panjang, baju lengan panjang/jas, kaos kaki, sepatu).

Apakah para lelaki tersebut disebut berlebih-lebihan saat menutup berbagai bagian tubuh selain aurat??

Bercadar sudah biasa dilakukan sebagian muslimah pada zaman Rasulullah. Para ulama pun menyatakan bahwa bercadar adalah perbuatan bagus, sunnah, dan terpuji, bahkan sebagian ulama mewajibkan.

Diantara manfaatnya adalah menjaga kehormatan wanita dan melindungi wanita dari godaan, mencegah maksiat dan kerusakan masyarakat, agar para lelaki tidak tergoda dan tidak merayunya, juga agar tidak menjadi sasaran kejahatan lelaki.

Tradisi kaum muslimat memakai cadar juga telah ditegaskan oleh Al-Hafiz Ibnu Hajar al-‘Asqolaani rahimahullah. Beliau berkata :

“Berkesinambungannya praktek akan bolehnya para wanita keluar ke mesjid-mesjid dan pasar-pasar serta bersafar dalam kondisi bercadar agar mereka tidak dilihat oleh para lelaki. Dan para lelaki sama sekali tidak diperintahkan untuk bercadar…dan seiring berjalannya zaman para lelaki senantiasa membuka wajah mereka dan para wanita keluar dengan bercadar..” (Fathul Baari9/337)

Ibnu Hajar juga berkata :

“Dan senantiasa tradisi para wanita sejak zaman dahulu hingga sekarang bahwasanya mereka menutup wajah-wajah mereka dari para lelaki asing” (Fathul Baari 9/324).

Sumber: Group WA/Berbagi Ilmu Islam

Terkait

Loading...

© 2016 Widiynews Web Media. All Rights Reserved.

Scroll To Top