Mengenal Tanah dan Batuan, Lapisan, Struktur Susunan dan Jenis-Jenisnya

  • Whatsapp
Mengenal Tanah dan Batuan, Lapisan, Struktur Susunan dan Jenis-Jenisnya

Tanah berasal dari pelapukan berbagai macam batuan. Pelapukan terjadi karena suhu, air, tumbuh-tumbuhan dan bahan kimia. Tanah merupakan sumber penghidupan manusia dan makhluk hidup.

Tanah dapat diolah menjadi tanah pertanian untuk menghasilkan bahan-bahan kebutuhan. Hasil pertanian dapat kita olah menjadi bahan makanan, pakaian dan obat-obatan.

Read More

Susunan Tanah

Tanah terdiri dari beberapa lapisan. Bagian-bagian tanah pada setiap lapisan berbeda-beda. Perbedaan itu disebabkan karena bahan-bahan yang terkandung didalam tanah itu tidak sama. Lapisan-lapisan tanah antara lain :

Tanah lapisan atas

Tanah lapisan atas berwarna gelap kehitam-hitaman. Tanah lapisan atas gembur dan subur. Tanah ini subur karena banyak mengandung humus dan berbagai jasad hidup. Tanah ini cocok untuk kehidupan tumbuh-tumbuhan.

Tanah lapisan bawah

Warna tanah lapisan bawah lebih muda daripada warna tanah lapisan atas. Tanah ini kurang subur karena sedikit mengandung humus dan jasad hidup.

Lapisan bahan induk

Bahan induk tanah berwarna kemerah-merahan. Tanah lapisan atas dan bawah berasal dari bahan induk tanah.

Lapisan batuan induk

Batuan induk itu pejal dan merupakan lapisan yang paling bawah.

Tanah tidak hanya terdiri satu lapisan saja. Susunan lapisan tanah terdiri dari : humus, lempung, geluh, pasir dan kerikil.

Tanah yang baik adalah tanah yang banyak mengandung humus dan perbandingan bagian pasir, geluh, lempungnya hampir sama.

Didalam tanah banyak hidup hewan dan tumbuhan yang sangat berguna bagi kesuburan tanah. Peristiwa penyuburan tanah sangat bergantung pada makhluk hidup yang ada didalam tanah.

Hewan yang sangat berguna adalah cacing, mikroba, dan binatang-binatang kecil lainnya. Mereka membentuk, mengatur air dan udara. Hewan-hewan tadi mengubah sisa-sisa daun, ranting, batang, akar dan sisa binatang yang sudah membusuk menjadi humus.

Supaya tanah tetap subuh perlu dilakukan usaha penyuburan tanah. Penyuburan tanah dapat dilakukan dengan pemberian pupuk. Beberapa jenis pupuk yaitu :

  1. Pupuk kandang, yaitu pupuk yang berasal dari kotoran hewan, misalnya : kotoran kerbau, sapi, kambing, dan lain sebagainya.
  2. Pupuk kompos, yaitu pupuk yang berasal dari tumbuhan hijau, misalnya, ranting dan batang.
  3. Pupuk buatan, yaitu pupuk yang dibuat oleh perusahan atau pabrik-pabrik pupuk, misalnya Urea, ZA, NPK, TSP dan lain sebagainya.

Tanah yang gundul mudah terkikis air dan angin. Penggundulan hutan di pegunungan dapat menyebabkan terjadinya tanah terkikis dan menimbulkan banjir. Pengikisan tanah oleh air disebut erosi.

Erosi akan menghanyutkan humus sehingga tanah menjadi gersang dan tandus. Untuk menghindari erosi dapat dilakukan dengan cara memperbanyak jumlah dan jenis tanaman. Akar tanaman akan menyerap air ke dalam tanah dan daun-daunnya dapat mengurangi atau menahan jatuhnya air ke tanah.

Macam dan jenis-jenis erosi :

  1. Erosi Deflasi, yaitu erosi yang disebabkan oleh angin. Erosi jenis ini terjadi didaerah gurun pasir, misalnya di Arab Saudi atau gurun Sahara.
  2. Erosi Marine (Abrasi), disebabkan oleh pukulan-pukulan gelembung air laut. Abrasi dapat mengakibatkan longsornya tebing-tebing pantai.
  3. Erosi Glasial, disebabkan oleh es atau salju yang mencair. Erosi ini dapat terjadi di daerah pegunungan yang puncaknya selalu diselimuti oleh salju.

Untuk menjaga kelesatarian dan kesuburan tanah serta mengurangi pengikisan tanah oleh air dapat dilakukan dengan cara :

  1. Terasering (Sengkedan), adalah tanah yang miring pada lereng gunung dan dibuat berjenjang.
  2. Reboisasi, adalah penghijauan dan penghutanan kembali tanah-tanah bekas hutan yang gundul.
  3. Pemupukan, adalah untuk mengganti zat-zat makanan tumbuhan yang makin berkurang karena telah dipergunakan oleh tumbuhan atau dihanyutkan oleh air.
  4. Pergiliran tanaman, agar kebutuhan zat-zat hara di dalam tanah dapat dipenuhi
  5. Melarang penebangan liar. Dengan cara mengeluarkan undang-undang tentang lingkungan hidup dan disertai sanksi yang tegas.

Batu atau Bebatuan

Didalam perut bumi terdapat cairan batuan yang sangat panas. Cairan itu disebut magma. Magma dapat keluar dari dalam perut bumi melalui letusan gunung berapi. Magma yang keluar dari dan mengalir ini disebut lava.

Lava yang bercampur dengan benda-benda lain disebut lahar. Lava yang keluar dari gunung berapi akan membentuk batuan. Berdasarkan cara terbentuknya, batuan dibedakan dalam tiga golongan, yaitu :

  1. Batuan beku
  2. Batuan sedimen
  3. Batuan metamorfik

Batuan Beku

Batu apung, termasuk jenis batuan beku. Batuan tersebut berwarna keabu-abuan, berpori-pori, bergelembung, ringan terapung dalam air. Batu ini cara pembentukannya dari pendinginan cepat lava yang bergelembung-gelembung gas dan terjadi di permukaan bumi.

Batu bereaksi juga termasuk jenis batuan beku. Batu ini gabungan dari pecahan-pecahan yang berasal dari letusan gunung berapi, misalnya kaca dan kuarsa. Cara terbentuknya bahan-bahan tersebut terlempar tinggi ke udara dan bersatu.

Obsidian juga termasuk batuan beku. Warnanya hitam, seperti kaca, tidak ada Kristal-kristal. Cara pembentukannya dari lava permukaan yang mendingin dengan cepat.

Granit juga termasuk jenis batuan beku. Terdiri atas Kristal-kristal kasar, warna putih sampai abu-abu, kadang-kadang jingga. Cara pembetukannya dari pendinginan lambat lava dan batuan cair dalam tanah.

Basalt juga termasuk jenis batuan beku. Terdiri atas Kristal-kristal yang sangat kecil, berwarna hijau keabu-abuan dan berlubang-lubang. Cara pembentukannya dari pendinginan lava dan penguapan gas-gas membentuk lubang-lubang.

Batuan Sediman

Batuan sedimen terdiri dari :

Konglomerat yang berupa kerikil bulat, berbatu-batu dan berpasir yang merekat satu sama lain. Cara terbentuknya dari bahan-bahan lepas yang dimanpatkan oleh tekanan sediman dari diikat oleh semen alam.

Batu pasir, jelas terjadi dari butir-butir pasir kuning, merah. Cara terbentuknya dari pasir yang dimampatkan oleh tekanan sediman dan diikat oleh semen alam.

Batu serpih, baunya seperti tanah liat. Batu ini agak lunak. Batu serpih terjadi dari butir-butir halus, warna hijau, hitam, kuning, merah, abu-abu. Cara terbentuknya dari lumpur yang diikat oleh semen alam.

Batu kapur, batuan ini agak lunak, warnanya putih, merah keabu-abuan, membentuk gas karbondioksida kalau ditetesi asam. Cara terbentuknya dari organisme yang telah mati, yang menggunakan kalsium karbonat dari laut untuk membentuk bagian-bagian tubuhnya dari pengaruh air dan angina.

Batu Metamorfik

Batu metamorfik terdiri dari :

Batu pualam, campuran warna yang berbeda-beda dapat mempunyai pita-pita warna, kristal-kristal sedang sampai kasar, bila ditetesi asam mengeluarkan bunyi mendesis. Terjadi bila batu kapur terkena tekanan dan suhu tinggi.

Batu sabak, berwarna keabu-abuan, kehijau-hijauan, hitam, merah dapat dibelah-belah menjadi lempengan tipis, lebih keras dari batu serpih. Terjadi bila batu serpih kena suhu dan tekanan tinggi.

Kuarsa, sangat keras dan berwarna putih, merah keabu-abuan, butir-butirnya tidak jelas, agak seperti kaca. Cara terbentuknya, terjadi bila batu pasir kena suhu dan tekanan tinggi.

Didalam batu-batuan tertentu ditemukan pula bahan-bahan mineral dari berbagai jenis yang bercampur dengan batuan lainnya. Jika bahan batuan itu memiliki kadar logam yang jumlahnya banyak untuk dipisahkan, maka batuan itu berubah menjadi sumber mineral (biji tambang), misalnya perak, emas, nikel, tembaga dan bouksit.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *