Widiynews

Kecewa Sang Anak Banting Ponsel Pemberiannya, Pria Ini Nekad Bunuh Diri!

Bagikan:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Diduga pria berusia 50 tahun itu mengakhiri hidup dengan melakukan bunuh diri usai salah membeli Ponsel yang diminta anaknya.

Pria paruh baya ditemukan meninggal rumahnya di Distrik Sepahijala, Tripura, India. Diduga pria berusia 50 tahun itu mengakhiri hidup dengan melakukan bunuh diri usai salah membeli Ponsel yang diminta anaknya.

Dikutip dari Hindustan Times, kepolisian mengatakan pria itu ditemukan meninggal di kamarnya pada Rabu pekan lalu. Sehari sebelumnya, dia sempat bertengkar dengan anaknya gara-gara salah membeli ponsel yang diminta.

Kecewa Sang Anak Banting Ponsel Pemberiannya, Pria Ini Nekad Bunuh Diri!

Menurut hasil pemeriksaan sementara kepolisian, awalnya anak perempuan dari pria itu meminta ponsel karena harus menjalani kelas online karena sekolahnya tutup akibat pandemi Covid-19. Gadis tersebut diketahui pelajar yang masih duduk di kelas 10.

Gadis itu kemudian meminta kepada ayahnya agar dibelikan Ponsel. Mendengar permintaan putrinya, Sang ayah lalu bergegas ke toko dan membelikannya sebuah ponsel pada Selasa.

Ponsel Malah Dibanting

Tetapi, ponsel tersebut ternyata tidak bisa digunakan untuk mengikuti kelas online. Keduanya lalu bertengkar dan gadis itu membanting ponsel tersebut.

Sang ayah lalu masuk kamar dan tidak terlihat lagi. Keesokan harinya, dia ditemukan sudah tidak bernyawa.

” Kami memeriksa beberapa penduduk setempat dan keluarganya tentang masalah ini,” ujar pejabat kantor kepolisian Madhupur, Tapas Das.

Selama investigasi, banyak saksi menyebutkan pertengkaran antara ayah dan anak. Sebabnya pria tersebut tidak membelikan ponsel yang sesuai untuk anaknya.

Bukan Kasus Bunuh Diri Pertama

” Kami melakukan post mortem dan menyerahkan mayat itu kepada mereka. Kami menetapkan ini adalah kasus kematian yang tidak wajar,” kata dia.

Ini bukan kasus bunuh diri pertama akibat kelas online di tengah pandemi. Banyak sekolah dan universitas dipaksa menggelar kelas online, sementara banyak pelajar yang tinggal di kawasan miskin harus berjuang agar bisa ikut serta.

Awal Juni lalu, satu pelajar di Kerala, India, bunuh diri lantaran tidak bisa mengikuti kelas online. Dia tidak punya TV ataupun ponsel.

Berasal dari keluarga miskin, dia khawatir pendidikannya terpengaruh hingga memutuskan kabur dari rumah. Beberapa hari kemudian dia ditemukan sudah tidak bernyawa.[]

Sumber: Hindustantimes

Bagikan jika suka:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

From our editorial team

Widiynews.com adalah tempat menulis untuk semua orang. Yuk kirim juga tulisanmu sekarang

ARTIKEL YANG KAMI PILIH KHUSUS UNTUKMU

Baca Lainnya

Kebijakan Berkomentar:

Mohon untuk berkomentar relevan sesuai topik bahasan! Komentar tidak relevan, SPAM atau memiliki link aktif akan kami hapus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *