4 Fatwa MUI Terkait Hukum Pakai Masker Saat Ihram

Apakah boleh menggunakan masker saat ihram haji atau umroh? serta bagaimana hukum dari keduanya jika menggunakan masker? Berikut informasi penting untuk seluruh umat Islam terkait hukum memakai masker saat ibadah ihram haji atau umroh baik laki-laki dan perempuan.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan lima fatwa pada Musyawarah Nasional (Munas) X yang digelar sejak 25 hingga 26 November 2020.

“Pertama, fatwa tentang pemakaian masker bagi orang yang sedang ihram,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis malam (26/11).

Dalam fatwa tersebut terdapat empat ketentuan hukum. Memakai masker bagi perempuan yang sedang ihram haji atau umroh hukumnya haram karena termasuk pelanggaran terhadap larangan ihram (mahdzurat al-ihram).

Sedangkan memakai masker bagi laki-laki yang berihram haji atau umroh hukumnya boleh (mubah). Ketentuan kedua, dalam keadaan darurat atau kebutuhan mendesak (al-hajah al-syar’iyah), memakai masker bagi perempuan yang sedang ihram haji atau umroh hukumnya boleh (mubah).

“Dalam hal seorang perempuan yang memakai masker pada kondisi sebagaimana pada ketentuan kedua, terdapat perbedaan pendapat, yakni wajib membayar fidyah dan tidak wajib membayar fidyah,” ujar dia yang juga sekaligus juru bicara Komisi Bidang Fatwa pada sidang pleno tersebut.

Selanjutnya, ketentuan keempat, keadaan darurat atau kebutuhan mendesak (al-hajah al-syar’iyah) sebagaimana dimaksud pada ketentuan kedua, antara lain adanya penularan penyakit yang berbahaya, cuaca ekstrem atau buruk, dan ancaman kesehatan yang apabila tidak memakai masker dapat memperburuk kondisi kesehatan.

Berikut detail 4 fatwa MUI tentang hukum memakai masker saat ihram haji atau umroh :

  1. Memakai masker bagi perempuan saat ihram haji atau umroh adalah haram.
  2. Memakai masker bagi laki-laki saat ihram haji atau umroh adalah mubah (diperbolehkan).
  3. Dalam keadaan darurat atau mendesak (al-hajah al-syar’iyah) bagi perempuan saat ihram haji atau umroh adalah mubah.
  4. Pengertian keadaan darurat atau mendesak (al-hajah al-syar’iyah) antara lain adanya penularan penyakit yang berbahaya, cuaca ekstrem atau buruk, dan ancaman kesehatan jika tidak menggunakan masker.

Demikian informasi terbaru dari widiynews.com mengenai fatwa MUI seputar hukum memakai masker saat ihram haji dan umroh. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Anda semua dan terima kasih sudah berkunjung ke website widiynews.com.***[]

Artikel Terkait

Sedang Banyak Dibaca

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More