Sebagai Calon Pemimpin, 6 Cagub dan Cawagub Aceh Jalani Tes Baca Al-Qur’an

BANDA ACEH, WIDIYNEWS.com – Sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur di Aceh, mereka tidak hanya harus pandai memimpin rakyatnya saja. Sebagai contoh seorang imam, setidaknya mereka harus mampu memahami ayat-ayat Al-Qur’an dan mampu membaca dengan fasih Ayat-ayat Suci tersebut. Lebih dari itu, diharapkan mereka juga mampu mengimplementasikan makna dari ayat-ayat tersebut selama menjadi kepada daerah nantinya.

Sebagai Calon Pemimpin, 6 Cagub dan Cawagub Aceh Jalani Tes Baca Al-Qur'an
Foto: Kompas.com

Enam pasangan yang bakal masuk sebagai cagub dan cawagub Aceh untuk Pemilihan 2017 pun dikabarkan tengah menjalani tes kemampuan membaca Al-Qur’an sebagai syarat utama menjadi seorang kepala daerah di Aceh. Tes uji membaca kitab suci ini dilaksanakan di Masjid Raya Baiturrahman mulai pukul 09.00 WIB.

Sudah sejak pagi hari, keenam pasang bakal calon itu sudah duduk rapi di dalam masjid menanti jadwal tes dimulai. Calon-calon itu adalah pasangan Zaini Abdullah-Nasaruddin, Abdullah Puteh-Sayed Mustafa, Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah, Tarmizi Karim-T Muksalmina, Zakaria Saman-T Alaidinsyah, dan Muzakkir Manaf-TA Khalid.

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh yang sebagai pelaksana pemilihan di Aceh, seperti disampaikan oleh Ketua KIP, Ridwan Hadi mengatakan bahwa tes ini menjadi satu syarat dari berbagai syarat lain yang harus dipenuhi oleh bakal calon kepada daerah. Syarat ini juga berlaku untuk calon kepala derah tingkat I dan juga tingkat II.

“Syarat mampu membaca Al Quran hanya diberlakukan di Aceh dan bagi calon yang tidak mampu membaca Al Quran sama sekali, maka calon tersebut tidak akan lolos dari pencalonan,” kata Ridwan saat pelaksanaan tes berlangsung, Rabu (28/9/2016).

Penilaian membaca Al Quran tidak hanya dari segi kemampuan membaca huruf, tetapi juga bagaimana para calon bisa mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan sesuai tuntunan Al-Qur’an jika mereka berhasil menjadi kepala daerah.

Ridwan mengatakan, pada pilkada sebelumnya, masih ada calon kepala daerah yang tidak mampu membaca Al Quran. Ia berharap, pada pilkada kali ini semua calon mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan fasih sehingga bisa dinyatakan lulus.

Ridwan mengingatkan kepada seluruh kandidat agar bisa menciptakan pilkada yang damai. Ia berharap, situasi kondusif seperti sekarang bisa terus dipertahankan hingga nanti ada kepala daerah terpilih.

Suasana uji kemampuan membaca Al Quran hari ini berlangsung khidmad. Para calon diberi kesempatan selama 30 menit untuk mempelajari dan berlatih memperlancar kemampuan setelah mendapat bagian mana yang harus dibacakan di depan dewan hakim.

Ratusan pendukung para calon juga terlihat memenuhi bagian depan ruangan Masjid Raya Baiturrahman untuk menyaksikan uji kemampuan tersebut.


Editor: Lingga

Sumber: Kompas

Terkait

Lainnya:

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More