3 Alasan Ini Perkuat Ponsel Samsung Galaxy Note 7 Mudah Meledak

3 Teori Mengapa Samsung Galaxy Note 7 Mudah Meledak

Loading...

Widiynews.com – Perangkat Samsung Galaxy Note 7 akhirnya secara resmi ditarik dari edaran dan tidak akan diproduksi kembali. Hal ini diakibatkan karena insiden meledaknya baterai Samsung Galaxy Note 7 yang telah banyak terjadi di sejumlah Negara pengguna perangkat tersebut. Insiden ini pun membuat Samsung harus mempertaruhkan reputasinya di pasar smartphone.

3 Alasan Ini Perkuat Ponsel Samsung Galaxy Note 7 Mudah Meledak
Samsung Galaxy Note 7

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi dengan ponsel terbarunya tersebut? Mengapa begitu banya kasus Galaxy Note 7 meledak? Awalnya, Samsung sempat menyatakan bahwa baterai yang cacat produksi menjadi pemicu utama masalah tersebut. Namun, setelah dilakukan penarikan dan diganti dengan komponen baru ternyata masih ditemukan kasus yang serupa pada perangkat tersebut.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Samsung terkait masalah ini. Meski demikian, ada beberapa analis yang telah membuat teori mengapa baterai Samsung Galaxy Note 7 mudah meledak. Lantas seperti apa teori-teori tersebut? Silahkan simak informasi berikut ini yang telah kami kutip dari laman BGR, Jum’at (14/10/2016).

1. Masalah Manufaktur

Alasan utama yang menjadi pemicu masalah pada perangkat Galaxy Note 7 disebut-sebut berkaitan dengan proses manufaktur. Awalnya, Samsung tak menyebutkan apa masalah yang sebenarnya terjadi pada baterai perangkat tersebut. Namun, berdasarkan penyelidikan bersama dengan Consumer Product Safety Commision (CPSC) menemukan bahwa baterai yang dibuat anak perusahaan Samsung itu terlalu besar. Akibatnya, ruang yang lebih kecil memicu hubungan arus pendek, panas berlebihan dan berpotensi menimbulkan api.

Samsung pun mengganti baterai tersebut dengan unit baru hasil produksi Amperex Technology. Hasilnya pun masih tetap sama, Galaxy Note 7 meledak. Ternyata, berdasarkan hasil laporan Bloomberg, baterai buatan Amperex Technology tersebut juga memiliki masalah yang sama yakni manufaktur. Karena itu, pihak penyidik menyebut kasus meledaknya perangkat Galaxy Note 7 akan tetap terjadi karena memiliki baterai yang bermasalah.

2. Fitur Fast Charging

Teori kedua yang diungkapkan oleh sejumlah analis menyebutkan bahwa fitur fast charging yang telah disematkan oleh Samsung kepada perangkat terbarunya tersebut. Berdasarkan laporan Financial Times, masalah diakibatkan dari tweak yaitu sistem untuk mendukung pengoperasian yang berasal dari prosesor untuk mempercepat proses pengisian baterai Galaxy Note 7.

Menurut sumber tersebut, baterai yang diisi terlalu cepat membuatnya semakin rentan terhadap berbagai masalah. Tidak jauh berbeda dengan mesin, jika terlalu dipacu terlalu keras dan cepat akan mudah meledak. Lebih dari itu, fitur ini juga dinyatakan sangat sulit untuk dimasukkan kedalam baterai lithium-ion yang berukuran kecil seperti yang digunakan oleh perangkat Note 7.

3 Alasan Ini Perkuat Ponsel Samsung Galaxy Note 7 Mudah Meledak
Seorang Wanita Berjalan Didepan Iklan Samsung Galaxy Note 7

3. Desain Simetris 

Teori lain yang menjadi pemicu masalah ini juga dikaitkan dengan desain ponsel dengan layar lengkung yang simetris milik Note 7. Tidak seperti Galaxy S7 yang memiliki layar lengkung ke salah satu sisi saja. Galaxy Note 7 memang didesain dengan layar lengkung yang simetris untuk kedua sisinya.

Desain ini diprediksikan membuat tekanan makin membesar pada baterai dan menyebabkan hubungan arus pendek. Kondisi ini juga dapat memicu timbulnya api yang dapat membuat meledaknya ponsel.

Lebih dari itu, sejumlah teori lain juga dapat menjadi pemicu meledaknya ponsel Galaxy Note 7 salah satunya seperti pelat isolasi yang diletakkan selama proses manufaktur. Jadi, pelat isolasi yang diletakkan pada pinggir baterai membuat baterai mengalami tekanan berlebihan ketika ponsel disegel.

Terkait

Lainnya:

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More