Berita Terbaru: Pemilik Kapal Zahro Express Yang Terbakar Berpotensi Tersangka?

Widiynews.com – Berita Terbaru : Pemilik Kapal Zahro Express Yang Terbakar Berpotensi Sebagai Tersangka, Polisi terus mendalami musibah terbakarnya kapal Zahro Express yang menelan korban 23 orang meninggal dunia pada Minggu 1 Januari 2017 lalu. Ditpolair Polda Metro Jaya akhirnya memeriksa pemilik kapal Zahro Express, Primayodi sebagai saksi atas insiden itu. Namun, polisi belum menyimpulkan adanya dugaan kelalaian dari pemilik kapal.

Direktur Polair Polda Metro Jaya Komisaris Besar Hero Hendrianto Bachtiar mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari para saksi, disamping menunggu hasil laboratorium forensik. Sementara itu, terkait pemilik kapal akan ditetapkan sebagai tersangka, Hero belum bisa menjawab.

“Belum bisa dijab (potensi tersangka atau tidak). Masih kita gali dan klarifiaksi keterangan dengan saksi lainnya,” kata Hero

Selama delapan jam pemilik kapal Zahro Express diperiksa penyidik Ditpolair Polda Metro Jaya. Selama pemeriksaan, Primoyadi didampingi oleh pengacaranya. “Dia datanga memenuhi panggilan, tadi didampingi dari jam 08.00 WIB.” tutur Hero

Loading...

Saat ini polisi telah menetapkan nahkoda kapal Zahro Express, Moh Nali sebagai tersangka kasus terbakarnya kapal penumpang itu. KM Zahro Express sendiri memiliki trayek di bawah Koperasi Bahtera Mina Wisata, atas izin Kesyahbandaran Otoritas Kepelabuhan (KSOP) Muara Angke.

Seperti dinyatakan oleh Direktur Polisi Perairan Polda Metro Jaya Kombes Hero Hendriatno melalui keterangan tertulis pada 3 Januari 2017, nahkoda Zahro Express telah melanggar Pasal 302 Undang Undang pelayaran, karena berdasarkan manifes 100 penumpang, tapi dalam faktanya di lapangan penumpang lebih dari 100 dan kapal tetap saja diberangkatkan. Sementara itu, nahkoda kapal tidak mengetahui jumlah penumpang Zahro Express.

Sebagai penanggung jawab, seharusnya nahkoda tidak memberangkatkan kapalnya bila penumpangnya melebihi kapasitas. Berdasarkan pendataan terdapat 191 penumpang KM Zahro Express, saat tragedi tersebut terjadi. Menurut keterangan, dibangku lantai bawah berkapasitas 100 orang dan lantai dua sekitar 90 orang.

Dan seperti diketahui sebelumnya, KM Zahro Express terbakar pada Minggu 1 Januari 2017, diperairan Kepulauan Seribu. Kala itu, kapal berlayar dari Pelabuhan Muara Angke menuju Pulau Tidung. Namun, setelah berlayar kira-kria selama satu jam, kapal tersebut terbakar. Sebanyak 23 orang meninggal dunia pada insiden tersebut. Sedangkan 17 korban lainnya mengalami luka-luka, 17 penumpang hilang, dan 145 orang berhasil selamat.

Populer Pekan Ini

Loading...

Rekomendasi Widiynews

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More