Widiynews
Berita Gaya Hidup Masa Kini

Berita Internasional Terkini. Ratusan Ribu Wanita AS Turun ke Jalan Tolak Pelantikan Donald Trump

Berita Internasional Terkini. Ratusan Ribu Wanita AS Turun ke Jalan Tolak Pelantikan Donald Trump. Satu hari pasca pelantikan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45, ratusan ribu wanita turun kejalanan memprotes pelantikan tersebut. Aksi penolakan tersebut tidak hanya terjadi di sepanjang Washington DC tapi meluas hingga negara Australia.

Seperti dilansir dari Routers, ratusan ribu wanita menggelar aksi solidaritas untuk melawan Presiden AS yang baru Donald Trump. Gerakan wanita di Washington DC itu menyebar dalam semangat solidaritas kaum wanita ke negara-negara lain seperti Argentina, Australia hingga negara Inggris.

Di Washington DC, aski penolakan tersebut diperkirakan diharidi oleh 200 ribu kaum wanita serta kaum pria. Massa memenuhi jalanan menuju ibukota sepanjang 1,6 kilometer. Aksi tersebut dipimpin oleh aksi juru bicara Gloria Steinem yang merupakan penulis Feminis, serta beberapa aktris ternama seperti Scarlett Johansson serta ada pula penyanyi pop Madonna.

Sementara di Los Angeles, menurut tim penyelenggara jumlah massa yang ikut turun kejalanan mencapai 750 ribu. Bahkan menurut tim keamanan Los Angeles mengatakan aksi tersebut lebih besar dari gerakan pro-imigrasi di tahun 2006 yang hanya berjumlah 500 orang saja.

Aksi penolakan Donald Trump juga terjadi di Kota New York, sekitar 400 ribu orang memnuhi Midtown Manhattan. Mereka bergerak dari Markas PBB menuju Fifth Avenue ke Trum Tower, tempat tinggal dan kantor si presiden sebelum pindah ke Gedung Putih.

Sementara di Chicago, massa yang turut ikut berunjuk rasa diperkirakan mencapai 125 ribu hingga 150 ribu orang. Mereka berkumpul di Grant Park, lokasi yang digunakan kampanye pertama oleh Barrack Obama pasca menang Piplress AS 2008 lalu. Menurut keterangan dari pihak penyelenggara, kegiatan itu diikuti sekitar 200 orang. Ulama Muslim dan aktivis imigran serta pejuang hak transgender juga diklaim ikut dalam gerakan tersebut.

Begitu pula di Sydney kota terbesar Australia diperkirakan sekitar 3 ribu orang terdiri dari pria dan wanita berkumpul di Hyde Park sebelum bergerak menuju ke Konsulat AS di pusat kota.

“Kami tidak menggelar gerakan anti-Trump, kami bergerak untuk memprotes ujaran kebencian, retorika kebencian, misogini, bigotri, xenophobia (fobia orang asing-red) dan kami ingin menyatukan suara bersama para wanita di seluruh benua,” ujar penyelenggara aksi Mindy Freiband.

Selain kota tersebut, aksi serupa juga digelar di New Zealand, Boston, Denver, Toronto-Kanada. Di negara itu aksi serupa digelar di empat kota dengan estimasi massa sekitar 2 ribu orang. Sementara itu di Asia, ratusan orang bergabung dalam demo di Tokyo. Termasuk di antaranya para ekspatriat Amerika.

Aksi penolakan Donald Trump itu dipicu karena emosi warga Amerika liberal dengan komentarnya yang dinilai telah merendahkan martabat kaum wanita, warga Meksiko dan Muslim dan membuat khawatir negara lain dengan janjinya untuk menempatkan Amerika sebagai yang utama. Ribuan wanita juga menggelar aksi di jalanan Sydney, London, Tokyo, New Delhi, wilayah Eropa lainnya dan kota-kota Asia.

Berita Terkait
Loading...
loading...

Comments

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More