Berita Internasional Terkini. Trump Bikin Gaduh Ingin Pindahkan Gedung Kedubes AS ke Yerussalem

Berita Internasional Terkini. Trump Bikin Gaduh Ingin Pindahkan Gedung Kedubes AS ke Yerussalem. Gedung Putih akan mengumumkan bahwa kantor kedutaan besar Amerika Serikat untuk Israel akan dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerussalem hari ini, sebagai bentuk pemenuhan janji Presiden AS terpilih Donald Trump, hal ini merupakan sebuah langkah yang ditentang oleh kepemimpinan Palestina.

“Kami sedang berada pada tahap permulaan dalam pembahasan tentang hal ini,” kata juru bicara Gedung Putih Sean Spicer seperti dikutip Al Jazeera hari ini.

Ratusan warga Palestina memprotes langkah tersebut dan melawan rencana pendudukan di seluruh kota di tepi barat termasuk Yerussalem timur, menurut laporan media lokal.

Trump dilaporkan berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari sebelumnya.

Walikota Yerussalem Nir Barkat menyambut baik rencana pemindahan kantor kedutaan oleh Trump tersebut.

“Pengumuman malam ini telah mengirimkan pesan yang jelas kepada dunia bahwa Amerika Serikat mengakui Yerussalem sebagai ibukota negara Israel,” kata Barkat dalam sebuah pernyataan.

Loading...

“Kami akan memberikan semua bantuan yang dibutuhkan kepada pemerintah Amerika Serikat untuk memastikan bahwa perpindahan kantor kedutaan akan dilakukan secara mulus dan efisien,” imbuh Barkat.

Warga palestina dan para pemimpin negara tersebut sangat menentang langkah itu.

Awal bulan ini, Presiden Palestina Mahmoud Abbas dilaporkan telah menulis sebuah surat untuk Trump, yang merupakan presiden AS terpilih, dengan mengatakan kepadanya untuk tidak memindahkan kantor kedutaan Amerika Serikat.

Abbas memperingatkan bahwa langkah tersebut akan membawa “dampak yang sangat buruk bagi proses perdamaian, bagi solusi antar dua negara, serta bagi stabilitas dan keamanan seluruh wilayah”, kantor berita Palestina WAFA melaporkan.

Sebelumnya pada hari minggu, pemerintah Israel menyetujui izin pembangunan bagi 566 rumah pemukiman di bagian timur kota yang diduduki, menurut pejabat setempat.

Juru bicara kepresidenan Nabil Abu Rudeinah mengutuk rencana pembangunan tersebut dan menyerukan PBB untuk mengambil tindakan cepat dan tepat, terutama mengingat baru-baru ini resolusi Dewan Keamanan PBB mengutuk pemukiman itu.

“Inilah saatnya untuk berhenti berurusan dengan Israel sebagai negara yang tidak sah secara hukum,” kata Rudeinah.

Terkait

Loading...
Berita Terkait

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More