Berita Terkini. Tito Karnavian: Proses Kasus Ahok dan Semua Peserta Pilkada Tetap Lanjut

Berita Terkini. Tito Karnavian: Proses Kasus Ahok dan Semua Peserta Pilkada Tetap Lanjut. Pemeriksaan Sylviana Murni menuai pro dan kontra, mengingat Sylvi sapaan akarab Sylviana Murni adalah salah satu kandidat calon wakil gubernur yang akan maju di Pilgub DKI Jakarta. Pemeriksaan itu pun dianggap sebagai langkah pencegalan oleh beberapa elit politik.

Salah satunya oleh Agus Yudhoyono Harimurti, yang notabene adalah pasangan Sylvi dalam Pilgub DKI Jakarta. Menurut Agus, dibalik pemanggilan Sylviana oleh Bareskrim tercium kental aroma politik didalamnya. “Inilah yang memang sangat saya sayangkan. Rasa-rasanya, aroma politiknya terlalu tinggi. Mencari-cari sesuatu yang tidak ada,” kata Agus.

Terkait pemanggilan Sylvi, baru baru ini Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan bahwa Polri terpaksa mengesampingkan Peraturan Kapolri yang telah diterbitkan sebelumnya, Jenderal (Purn) Badrodin Haiti, yang berisikan “pengusutan kasus terhadap calon kepala daerah harus menunggu proses Pilkada selesai”.

Tito menerangkan, kasus yang menjerat Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi referensi Polri untuk melanjutkan kasus-kasus yang menyeret peserta Pilkada.

“Kalau ini digulirkan, akan membawa konsekuensi. Siapa pun yang dilaporkan, semua dilaporkan sama, harus diproses,” ujar Tito di Kompleks PTIK, Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Loading...

Padahal, didalam Peraturan Kapolri tersebut diterbitkan agar tidak terjadi politisasi sehingga muncul kesan kriminalisasi dengan memanfaatkan penegakan huku, Namun, karena desakan masyarakat yang kuat, Polri akan tetap melanjutkan laporan itu. (Baca: Polri Tegaskan Penangkapan Sylviana Murni Tidak Bermuatan Politik)

Menurut Tito, aksi saling lapor terhadap peserta Pilkada selama ini tak hanya terjadi di DKI Jakarta saja. Didaerah lain pun banyak ditemukan kasus serupa. Kasus Ahok menjadi preseden untuk menindaklanjuti laporan tanpa harus menunggu Pilkada selesai.

“Jangan dihentikan prosesnya karena referensinya adalah kasus Ahok yang diajukan pada saat tahapan Pilkada. Yang otomatis membawa konsekuensi hukum asas equality before the law, semua sama di muka hukum. Tidak ada bedanya,” kata Tito.

Belakangan, Polri mengusut dua kasus yang menyeret calon wakil gubernur DKI nomor urut dua, Sylviana Murni. Pertama, yakni dugaan korupsi dalam pembangunan Masjid Al-Fauz di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat dan dugaan korupsi dalam pengelolaan dana bansos Kwarda Pramuka DKI Jakarta. Kedua kasus tersebut saat ini sudah naik ke tahap penyidikan dan akan tetap bergulir tanpa harus menunggu proses Pilkada selesai.

“Jadi, kalau ada laporan kepada paslon lainnya, termasuk di Jakarta, ya kita proses. Itu konsekuensinya, tidak ada penundaan,” kata Tito.

Populer Pekan Ini

Loading...

Rekomendasi Widiynews

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More