Berita Terkini. Kasus Dugaan Penodaan Lambang Negara Habib Rizieq Digelar Senin Pekan Depan

Berita Habib Rizieq Terkini. Kasus Dugaan Penodaan Lambang Negara Habib Rizieq Digelar Senin Pekan Depan. Penyidik dari Polda Jawa Barat akan kembali menggelar perkara dugaan penodaan lambang dan dasar negara Pancasila yang menyeret Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Gelar perkara yang rencananya akan dilakukan pada Senin, 30 Januari 2017 ini akan menentukan status Habib Rizieq.

Loading...

“Ya, Senin-lah mungkin. Ya kemungkinan besar statusnya akan ditingkatkan menjadi tersangka,” kata Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan kepada wartawan di PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (27/1/2017).

Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan mengungkapkan, gelar perkara tersebut dilakukan guna menentukan adanya tersangka atas perkara tersebut. Dengan demikian, status Rizieq yang awalnya masih sebagai saksi terlapor kemungkinan bakal menjadi tersangka. “Ya, kemungkinan besar statusnya akan ditingkatkan menjadi tersangka,” ucap Anton.

Dalam kesempatan tersebut, Anton pun kembali mengingatkan kepada Habib Rizieq untuk tidak membawa massa bila kembali menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar. “Ya, bisa dianggap mengganggu ketertiban. Itu pun juga membuat cukup tersinggung masyarakat Jabar dan Sunda,” sambungnya.

Terkait penahanan terhadap Habib Rizieq, Anton tak mau terburu-buru. Menurut dia, penahanan merupakan kewenangan penyidik dan akan dilakukan bilamana seorang tersangka berpotensi mengulangi perbuatannya, menghilangkan barang bukti, dan melarikan diri ke luar negeri.

“Kan, ada alasan objektif ada alasan subjektif. Alasan subjektifnya tidak mengulangi perbuatan tindak pidana, akan menghilangkan barang bukti, dan sebagainya. Itu kan alasan-alasan subjektif,” ucap Anton.

Diketahui, Habib Rizieq dilaporkan dengan pasal 154a KUHP tentang penodaan terhadap lambang negara dan pasal 320 KUHP. Penyidikan dilakukan oleh Polda Jabar setelah Habib Rizieq dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim Polri pada Kamis (27/10/2016). Kasus ini kemudian dilimpahkan dari Bareskrim Polri ke Polda Jabar.

Pada gelar perkara kedua, Senin (23/1/2017) lalu, diputuskan dilakukan pemeriksaan saksi tambahan terkait laporan terhadap Habib Rizieq. Total sudah ada 16 saksi yang dimintai keterangan dalam kasus ini.

Sementara itu, juru bicara DPP FPI Slamet Maarif meminta polisi menangani laporan Sukmawati secara profesional. FPI meminta agar pernyataan yang disampaikan polisi tidak provokatif.

“Harusnya kepolisian jangan jadi provokatif, semestinya biar penyidik saja yang mengungkap kasus Habib Rizieq. Tapi kalau nanti ternyata Polda Jawa Barat menyatakan tersangka, ya kita hadapi secara hukum,” ujar Slamet seperti dikutip dari laman Detik.com dan dihimpun Widiynews.com.

Slamet menegaskan Habib Rizieq adalah warga negara yang taat hukum. Karena itu, proses hukum yang dilakukan polisi akan ditaati. “Beliau (Habib Rizieq) taat hukum. Kita akan hadapi dengan cara hukum juga. (Pernyataan Kapolda) itu yang kita sayangkan, ini jadi model apa polisi begini. Kok jadi main ancam-ancaman. Mestinya biarkan penyidik melakukan tugasnya dengan baik. Kalau memang sudah terkumpul cukup bukti, silakan diumumkan,” sambungnya.

Populer Pekan Ini

Loading...

Rekomendasi Widiynews

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More