Nama Anggita Eka Putri Mendadak Heboh Usai Ditangkap Bersama Patrialis Akbar

Berita Terkini. Nama Anggita Eka Putri Mendadak Heboh Usai Ditangkap Bersama Patrialis Akbar. Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar diamankan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui operasi tangkap tangan di Grand Indonesia pada Rabu (25/1/2017) malam. Patrialis ditangkap KPK saat sedang bersama wanita muda yang juga sama-sama digelandang ke markas komisi antikorupsi dalam waktu yang bersamaan.

Menurut keterangan dari penyidik, wanita berusia 24 tahun itu diketahui bukan dari keluarga Patrialis serta bukan pula pegawai dari lingkungan Mahkamah Konstitusi (MK) dimana Patrialis berdinas. Meski demikian, penyidik enggan membeberkan siapa sebenarnya Anggita Eka Putri dan apa hubungannya dengan Patrialis Akbar.

Loading...

Meski sempat digelandang ke Gedung KPK dan menjalani pemeriksaan berjam-jam, wanita yang kerap disapa Anggita itu dilepaskan oleh tim penyidik. Berdasarkan hasil keterangan, penyidik tidak menemukan kaitannya antara Patrialis dan Anggita terkait kasus suap uji materi yang menjerat Patrialis saat ini.

Nama Anggita Eka Putri Mendadak Heboh Usai Ditangkap Bersama Patrialis Akbar

Isu pun mulai berkembang, baru-baru ini beredar bahwa wanita yang diduga sudah memiliki satu orang anak itu pernah dijanjikan akan diberi hadiah oleh Patrialis. Bahkan tak tanggung-tanggung, Patrialis sempat menjanjikan satu unit apartemen yang harganya sangat fantastis, yakni mencapai Rp 2 miliar. Bahkan, ada yang menyebutkan bahwa Patrialis akan memberikan hadiah lain. Namun, keterangan kabar tersebut dibantah oleh Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief. “Saya tegaskan, itu (hadiah lain) tidak benar,” tegas Laode.

Anggita sendiri tak banyak komentar saat usai menjalani pemeriksaan dan keluar dari Gedung KPK. Anggita memilih bungkam dan menutupi mukanya sambil menunduk kebawah menghindari sorotan kamera dari awak media.

Tak hanya Patrialis Akbar, namanya pun mendadak heboh dan menjadi pembicaraan publik serta incaran para netizen di internet. Bahkan, nama Anggita Eka Putri pun mendadak ngetren, hal ini dapat dilihat dari situs Google Trend. Nampaknya banyak netizen yang penasaran dengan wanita berparas cantik, kulit putih, serta berambut panjang berwarna cokelat itu.

Sejumlah nama terkait “Anggita Eka Putri” diberbagai media sosial menjadi salah satu incaran netizen. Sayangnya, tak banyak informasi yang bisa digali dari media sosial terkait siapa sebenarnya wanita berparas cantik yang diamankan saat mengenakan kemeja biru lengan panjang bergaris putih itu.

Dari hasil penelusuran di media sosial, Anggita sendiri memiliki akun Instagram bernama Anggita Eka Putri. Akun Instagramnya sendiri saat ini berstatus dikunci. Dalam foto profil, Anggita hanya memasang foto seperti restauran yang diambil melalui jarak jauh. Yang menarik adalah bio yang ditulis Anggita yang seakan-akan menjadi klarifikasi dari pemberitaan yang tersebar di media.

Loading...

“Dear Colleagues and friends, i’m OK. Please dont trust too much on media. (Kepada rekan dan teman-teman, saya baik-baik saja Tolong jangan terlalu percaya berlebihan pada media)” tulis Anggita di Instagram.

Sama halnya dengan Anggita, Patrialis pun memilih bungkam ketika ditanya wartawan terkait wanita yang bersamanya saat ditangkapk KPK. Dia lebih memilih nyelonong masuk kedalam rumah tahanan KPK saat dimintai keterangan oleh wartawan.

Perempuan dan korupsi memang kerap menghiasi pemberitaan. Isu ini mulai ramai saat Al Amin Nasution eks anggota dewan dari PPP, ditangkap KPK pada 2008. Ditangkapnya Amin menyeret mahasiswi yang menjadi salah satu bentuk gratifikasi untuk menyuap Amin dalam kasus alih fungsi hutan.

Nama Anggita Eka Putri Mendadak Heboh Usai Ditangkap Bersama Patrialis Akbar

Setelah Amin, deretan kasus korupsi berturut-turut memunculkan figur perempuan. Misalnya kasus eks Presiden PKS Luthfie Hasan Ishaq (LHI), lalu Ahmad Fathanah, dilanjutkan dengan kasus suami Wali Kota Tangsel Airin, yaitu Wawan dan beberapa lagi.

Tapi Syarif dengan tegas menyatakan tak ada gratifikasi seks dalam kasus Akbar. Anggita, dikatakan dia, juga tidak memiliki hubungan dengan operasi penangkapan KPK. “Gratifikasi seks tidak ada. Untuk sementara kami tidak mendapatkan informasi,” katanya saat konferensi pers di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (26/1/2017).

Patrialis telah resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait dengan permohonan uji materi Undang-Undang (UU) Peternakan dan Kesehatan Hewan. Patrialis diduga menerima suap berupa USD20 ribu dan SGD200 ribu dari pengusaha bernama Basuki Hariman. Uang itu disampaikan melalui seorang perantara yang bernama Kamaludin.

Patrialis dan Kamaludin telah ditetapkan KPK sebagai penerima suap. Sementara Basuki dan sekretarisnya, NG Feni, diberi status sebagai pemberi suap.

Dalam keterangan perdananya kepada pers usai diciduk KPK, Akbar menyangkal semua yang dituduhkan kepadanya. “Demi Allah saya betul-betul dizalimi. Nanti kalian bisa tanya sama Basuki. Bicara uang saja saya enggak pernah. Sekarang saya jadi tersangka. Bagi saya ini adalah ujian, ujian yang sangat berat,” ujar dia Jumat dini hari (27/1/2017).

Artikel Terkait

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More