Widiynews

Berita Terkini. Pemerintah Beijing Larang Pejabat Nyalakan Kembang Api Saat Malam Imlek

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Berita Terkini. Pemerintah Beijing Larang Pejabat Nyalakan Kembang Api Saat Malam Imlek. Pemerintah kota Beijing meminta seluruh pejabat menjadi teladan bagi rakyat dengan tidak menyalakan kembang api pada perayaan malam tahun baru Imlek untuk mengurangi polusi.

Malam tahun baru yang jatuh pada tadi malam biasanya dirayakan dengan menyalakan kembang api dan petasan untuk memeriahkan suasana, selain juga karena dianggap sebagai pembawa keberuntungan dan menjauhkan dari arwah jahat.

api dalam beberapa tahun belakangan, polusi udara di ibu kota Cina itu semakin buruk sehingga memaksa pemerintah membatasi kembang api. Dan pernyataan yang dirilis Kamis, pemerintah kota Beijing mengatakan pejabat harus “memberi teladan” dengan tidak menyalakan kembang api dan petasan saat malam tahun baru.

“(Anda) harus memiliki kesadaran dan rasa tanggung jawab untuk melindungi lingkungan,” kata pernyataan tersebut, dikutip dari The Straits Times. “(Anda) harus proaktif membimbing anggota keluarga dan teman untuk tidak menyalakan atau membatasi kembang api dan petasan, meningkatkan kualitas udara bersama, dan melakukan tindakan untuk memastikan langit ibu kota tetap biru.”

Pemerintah juga membatasi penjualan kembang api di Beijing. Tahun ini, hanya 511 toko yang boleh memperjualbelikan kembang api, jauh lebih sedikit dibandingkan tahun lalu dengan 719 toko, dan tak ada satupun toko tersebut yang beralamat di Beijing tengah, kata pejabat kepada China Daily.

Selain Beijing, pemerintah provinsi Henan juga melarang warga menyalakan kembang api. Sementara pemerintah kota Baoding, provinsi Hebei, mengancam akan menangkap siapapun yang menyalakan kembang api di luar hari perayaan selama empat hari.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

From our editorial team

Widiynews.com adalah tempat menulis untuk semua orang. Yuk kirim juga tulisanmu sekarang

Artikel Terkait

Baca Juga

Kebijakan Berkomentar:

Mohon untuk berkomentar relevan sesuai topik bahasan! Komentar tidak relevan, SPAM atau memiliki link aktif akan kami hapus.