Widiynews

Berita Terbaru Hari Ini. Dampak Kebijakan Imigrasi Donald Trump, Ratusan Orang Ditolak Masuk AS

Bagikan:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Berita Terbaru Hari Ini. Imbas Kebijakan Imigrasi Donald Trump, Ratusan Orang Ditolak Masuk AS. Presiden AS Donald Trump menandatangani pembatasan kunjungan dari Suriah dan enam negara lainnya yang mayoritas penduduknya muslim selama 90 hari. Ratusan orang terkena imbas dari kebijakan kontroversial Trump ini.

Departemen Keamananan Dalam Negeri AS menyebut pihaknya terus memantau dengan seksama kebijakan yang diterapkan oleh Presiden Trump soal pengungsi dan pelancong dari negara-negara muslim. Namun pihak Departemen Keamanan Dalam Negeri juga belum mendapatkan salinan putusan soal izin tinggal sementara dari pengadilan federal.

Diberitakan Reuters, Minggu (29/1/2017), seorang pejabat senior dari Departemen Keamanan Dalam Negeri menyebut sebanyak 375 pelancong terkena imbas dari kebijakan Trump, 109 orang di antaranya sedang melakukan transit di AS dan ditolak masuk ke dalam negara itu.

173 Orang lainnya dihentikan oleh maskapai penerbangan saat hendak naik pesawat menuju yang AS.

Sebelumnya, Menurut Gedung Putih tujuh negara tersebut adalah Suriah, Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman. Disebutkan bahwa selama setidaknya 90 hari ini, pemerintah AS akan membatasi pemberian visa bagi warga dari Suriah dan enam negara tersebut.

“Saya sedang mengambil langkah-langkah pemeriksaan baru untuk membuat para teroris Islam radikal menjauh dari AS. Saya tidak menginginkan mereka di sini,” kata Trump di Pentagon beberapa waktu lalu.

Keputusan Trump ini mendapat kecamanan dari beberapa negara dan dari dalam negeri. Keputusan Trump kemudian dibatalkan oleh pengadilan federal AS. Keputusan itu memerintahkan agar pihak berwenang menghentikan pemulangan pengungsi dan para pelancong di bandara-bandara AS.

“Menang!!” pihak ujar persatuan kebebasan masyrakat sipil Amerika.

“Pengadilan kita hari ini bekerja sebagaimana harusnya dalam penyalahgunaan kebijakan pemerintah atau kebijakan yang tidak konstutisional,” sambungnya.

Bagikan jika suka:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

From our editorial team

Widiynews.com adalah tempat menulis untuk semua orang. Yuk kirim juga tulisanmu sekarang

ARTIKEL YANG KAMI PILIH KHUSUS UNTUKMU

Baca Juga

Kebijakan Berkomentar:

Mohon untuk berkomentar relevan sesuai topik bahasan! Komentar tidak relevan, SPAM atau memiliki link aktif akan kami hapus.