Berita Terkini. Kebijakan Anti Muslim Donald Trump Diblokir

Berita Terkini. Kebijakan Anti Muslim Donald Trump Diblokir. Hakim federal Amerika Serikat di New York mengabulkan gugatan agar negara menangguhkan keputusan presiden (executive order) yang diteken Donald Trump akhir pekan lalu, yang memuat larangan pengungsi atau pendatang dari tujuh negara mayoritas Muslim memasuki teritori Amerika dan mendeportasi mereka yang ditahan di bandara.

Hakim Ann Donnelly dari Pengadilan Distrik Brooklyn, Sabtu (28/1) waktu Amerika atau Minggu waktu Indonesia, menjawab tuntutan American Civil Liberties Union (ACLU) untuk memblokir sementara isi keppres lewat perintah penangguhan. Pendatang dengan visa resmi yang tertahan di bandara dengan ini tidak boleh dideportasi, meski bukan berarti mereka bebas dari detensi.

“Penangguhan telah diberikan dan berlaku nasional,” tulis Direktur Program Hak Voting ACLU Dale Ho di akun Twitter-nya.

ACLU, seperti dilansir NBC News, mengajukan gugatan atas nama dua pengungsi Irak dari total 12 orang yang ditahan setiba di bandara John F Kennedy, New York. Salah satu dari mereka bekerja sebagai penerjemah tentara Amerika di Irak. Keduanya kemudian dibebaskan dan pejabat senior pemerintah Trump memastikan visa waiver untuk pendatang dari negara tertentu yang datang ke Amerika untuk urusan bisnis, liburan, atau transit selama 90 hari dikenakan bebas visa.

Aksi protes terjadi di beberapa bandara seantero negeri itu kemarin. Arus masuk dari tujuh negara yakni Irak, Suriah, Iran, Sudan, Libya, Somalia, dan Yaman ditutup selama 90 hari, meski kebijakan “tutup pintu” bagi pendatang dari Suriah tanpa batas waktu.

Pengamat menilai, keppres tersebut “memblokade terhadap warga Muslim”. Namun, Trump membantah tudingan tersebut. Keppres itu, kata Presiden ke-45 Amerika, aturan penting untuk mencegah teroris menginjakkan kaki di Amerika.

Beberapa menit setelah Ann Donnelly di New York City, Hakim Distrik di Negara Bagian Virginia, Leonie Brinkema, merilis putusan serupa “memblokir” pencabutan hak pemegang green card (status keimigrasian yang menjamin penerimanya menetap permanen dan bekerja secara legal di Ameriksa) yang tujuh hari terakhir ditahan di Bandara Internasional Dulles. Brinkema meminta pengacara diberi akses untuk mendampingi 50 orang di sana.

USA Today melaporkan, sekitar 50 orang ditahan di Bandara Internasional Dulles-Forth Worth. Sebanyak 13 pendatang mengalami nasib serupa di Bandara Internasional Seattle-Tacoma, bandara terbesar di Utara Pasifik-Ameria, Negara Bagian Washington.

Gubernur Virginia Terry McAuliffe dan Jaksa Agung Mark Herring sebelumnya menyatakan, negara bagian diperbolehkan menggugat larangan yang diatur dalam keppres.

Mahasiswa Yale, seperti dilaporkan Daily Mail, mengaku kemungkinan gagal masuk kampus dalam daftar Ivy League tersebut karena “terimbas” keppres. Mahasiswa lain dari Massachusetts Institute Of Technology mengatakan dilarang naik ke pesawat.

Mahasiswa Stanford University, warga negara Sudan yang mengantongi green card, sempat tertahan selama delapan jam di Bandara JFK sebelum akhirnya dibebaskan dan bisa kembali ke California. Sementara peneliti Iran yang hendak terbang ke Boston untuk mendalami ilmu kedokteran di Harvard University mendapati visanya tak berlaku lagi.

Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!