Berita Terbaru: Selain Kim Jong Nam, Empat Tokoh Terkenal Ini Juga Mati Akibat Racun Mematikan!

Berita Terbaru: Selain Kim Jong Nam, Empat Tokoh Terkenal Ini Juga Mati Akibat Racun Mematikan!. Nama Kim Jong Nam mendadak ramai diperbincangkan banyak orang, terutama kasus kematiannya yang dianggap tidak wajar. Saudara tiri pemimpin Korea Utara itu dikabarkan telah dibunuh oleh tiga orang, dua diantara pelakunya merupakan seorang wanita. Dan salah satunya yang belakangan ini disebut-sebut bernama Siti Aisyah.

Menurut sejumlah kabar, Kim Jong Nam dikabarkan tewas karena menenggak racun yang mematikan di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia awal minggu ini. Berdasarkan penelitian, racun tersebut ternyata lebih mematikan dibandingkan arsenik.

Seperti dikutip dari Straits Times, racun yang digunakan oleh pelaku adalah risin dan tetrodoxin. Risin adalah zat kimia yang dapat ditemukan di pohon jarak dan efeknya bekerja secara lambat. Sementara tetrodotoxin merupakan zat mematikan yang terdapat di ikan fugu. Zat tersebut juga dikenal mampu melumpuhkan dan membunuh korban hanya dalam hitungan detik.

Arsenik dikenal mampu membunuh korban secara perlahan namun sengsara. Sementara Strychine merupakan zat alkaloid yang menyerang saraf tulang belakang. Orang yang diracun menggunakan strychine akan mengalami kejang-kejang dan kegagalan pernafasan.

Kematian Kim Jong Nam hingga kini masih menyimpan tanda tanya. Banyak orang berspekulasi terkait kematian itu dengan hubungannya dengan saudara tirinya Kim Jong Un. Namun, jika memang benar kematian Kim Jong Nam karena disebabkan racun, ia bukanlah satu-satunya tokoh yang dibunuh karena zat kimia.

Ada sejumlah tokoh dunia yang terkenal tewas akibat diracun, termasuk tokoh aktivis HAM Indonesia, Munir Said Thalib. Sama halnya dengan Kim Jong Nam, nyawa Munir pun melayang setelah ia diracun dalam penerbangannya menuju Amsterdam.

Seperti dilansir dari laman NBCNews dan beberapa sumber, setidaknya ada empat sosok ternama yang juga meninggal dunia akibat diracun menggunakan zat kimia berbahaya. Siapa saja, simak dibawah ini.

Alexander Litvinenko

Litvinenko tewas akibat diracun. Racun tersebut diduga telah dicampur didalam minuman teh yang ia pesan di sebuah restoran. Racun itu diketahui sama persis seperti racun yang digunakan untuk menghabisi nyawa pemimpin Palestina, Yasser Arafat.

Berita Terbaru: Selain Kim Jong Nam, Empat Tokoh Terkenal Ini Juga Mati Akibat Racun Mematikan!

Litvinenko diracun ketika dirinya sedang bertugas menyelidiki kasus kematian wartawan Rusia, Anna Stepanovna Politkovskaya. Dia mengaku mengalami gangguan kesehatan sejak 1 November silam setelah menyantap sushi bersama warga Italia yang megnaku mengetahui pembunuhan Politkovskaya.

Hingga pada akhirnya, Litvinenko tewas setelah 3 pekan bertemu dan minum teh bersama dua koleganya, Andrei Lugovoi dan Dmitri Kovtun. Diduga kuat, teh yang diminum oleh Litvinenko telah dimasukan racun polonium yang sangat berbahaya. Upaya pembunuhan itu terjadi ketika Litvinenko meninggalkan Rusia dan berada di London. Saat itu, ia tengah bekerja sama dengan dinas intelijen Inggris.

Georgi Markov

Salah satu penulis dan wartawan BBS, Georgi Markov pun mengalami kasus yang sama. Nyawanya dihabisi oleh secret service Bulgaria ketika sedang menunggu bus di Waterloo Bridge London pada tahun 1977. Markov ditikan dibagian paha menggunakan ujung payung yang telah diberi racun. Ia pun meninggal dunia empat hari setelah insiden tersebut.

Berita Terbaru: Selain Kim Jong Nam, Empat Tokoh Terkenal Ini Juga Mati Akibat Racun Mematikan!

Selama 35 tahun, pembunuhnya tidak dapat ditemukan. Namun, pada tahun 2013, tersangka utamanya akhirnya terkuak. Ia adalah Francesco Gullino atau yang dikenal dengan sebutan Agent Piccadilly. Selama persembunyiannya, ia dikenal sebagai sosok penjual barang antik di sebuah kota kecil di Australia.

Gullino meninggalkan London usai penyerangan itu dan terbang ke Roma. Meski demikian, ia menolak dianggap sebagai pembunuh wartawan BBC itu. Dalam temuan penyidik, didalam kaki Markov ditemukan proyektik kecil berisi racun risin yang menewaskannya.

Yasser Arafat

Mantan Presiden Palestina, Yasser Arafat dinyatakan meninggal dunia pada 11 November 2004, dalam usia 75 tahun. Rekam medis resmi menyatakan ia menghembuskan nafas terakhir pada 2004 akibat stroke dan kelainan darah.

Berita Terbaru: Selain Kim Jong Nam, Empat Tokoh Terkenal Ini Juga Mati Akibat Racun Mematikan!

Namun, belakangan muncul dugaan ia meninggal dunia karena dibunuh. Sampai-sampai jasadnya diangkat dari kubur tahun lalu untuk diambil sampel dan lalu dimakamkan kembali dengan penuh penghormatan.

Dan kini, hasil pengujian yang dilakukan tim forensik Swiss memperkuat dugaan kedua, Arafat tewas di racun. Tim Swiss yang memeriksa jasadnya mendapat bukti, adanya ‘aktivitas tinggi yang tak terduga’ dari polonium, yang ‘secara moderat’ mendukung teori bahwa Arafat tewas dibunuh.

Para ilmuwan dari Vaudois University Hospital Centre (CHUV) di Lausanne, di Swiss melakukan pemeriksaan rinci terkait rekam medis Arafat, juga sampel yang diambil dari jasadnya, dan sejumlah benda miliknya yang dibawa dari sebuah rumah sakit di Paris di mana ia meninggal dunia.

Material biologis lain yang ikut diperiksa termasuk tulang Arafat dan sampel tanah di sekitar jasadnya. Dari semua itu, para ilmuwan menyimpulkan hasil penelitian, “cukup mendukung proposisi bahwa kematiannya adalah akibat dari keracunan Polonium – 210.”

Namun, para ilmuwan menekankan bahwa mereka tak bisa mengambil keputusan pasti soal penyebab kematian. Sebab, ada jeda waktu lama antara penelitian dengan saat kematian Arafat, terbatasnya sampel, dan kebingungan terkait pelacakan sejumlah spesimen.

Munir Said Thalib

Pada 7 September 2004, Munir meninggal dunia dalam perjalanan di pesawat menuju Belanda. Perjalanan Munir ke Negeri Kincir Angin itu untuk melanjutkan studi S2 di Universitas Utrecht, Belanda. Mantan Direktur Eksekutif LSM Imparsial itu ditemukan tak bernyawa di kursi pesawat 2 jam sebelum pesawat mendarat di Armsterdam.

Berita Terbaru: Selain Kim Jong Nam, Empat Tokoh Terkenal Ini Juga Mati Akibat Racun Mematikan!

Munir yang merupakan salah satu Pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras) itu awalnya berangkat pada 8 September 2004 malam dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA 974. Pesawat berangkat pukul 22.02 WIB dan tiba di Bandara Internasional Changi, Singapura pada 23.30 WIB.

Di Negeri Singa, para penumpang GA 974, termasuk Munir dipersilakan untuk berjalan-jalan di sekitar Bandara Changi selama 45 menit sambil menunggu pesawat kembali terbang menuju Belanda. Sebelum pesawat kembali mengudara, Munir meminta obat mag kepada pramugari. Munir diminta menunggu karena pesawat akan tinggal landas. Kira-kira 15 menit kemudian, pramugari membangunkan Munir yang saat itu tidur. Munir sempat terbangun dan meminta teh hangat.

Kemudian, sekitar 2 jam sebelum pesawat mendarat di Amsterdam atau sekitar pukul 12.10 WIB, Munir ditemukan tidur dalam kondisi miring dengan mulut mengeluarkan air liur tidak berbusa dan telapak tangannya membiru. Munir ternyata sudah tiada alias wafat. Jenazah Munir dimakamkan di kota Batu, Malang, Jawa Timur, pada 12 September 2004.

Menurut ahli forensik dari Universitas Indonesia yang menangani kasus Munir, Mun’im Idris, Munir positif meninggal karena racun arsenik. Temuan ini senada dengan Institut Forensik Belanda (NFI) yang membuktikan bahwa beliau meninggal akibat racun arsenik dengan jumlah dosis yang fatal.

Sesuai dengan hukum nasionalnya, pemerintah Belanda melakukan otopsi atas jenazah almarhum. Temuan ini juga diperkuat hasil penyelidikan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri yang menyatakan Munir tewas karena diracun.

Berita Terkait

KONTEN BERSPONSOR

Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website. Thank You!