Widiynews

Berita Terkini. Ini Alasan Habib Rizieq Shihab FPI dan GNPF-MUI Tak Ikuti Aksi 212 Jilid 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Berita Terkini. Ini Alasan Habib Rizieq Shihab FPI dan GNPF-MUI Tak Ikuti Aksi 212 Jilid 2. Forum Umat Islam atau FUI akan kembali turun ke jalan. Rencananya, FUI akan menggelar aksi yang melibatkan puluhan ormas Islam di depan Gedung DPR/MPR RI di Senayan, Jakarta Selatan pada 21 Februari 2017.

Unjuk rasa yang dilabeli dengan sebutan aksi 212 itu akan menuntut penonaktifkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang kini statusnya telah ditetapkan sebagai terdakwa dalam perkara penodaan agama.

Terkait aksi tersebut, Pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab menyatakan bahwa dirinya tidak akan ikut dalam aksi 212 nanti. Tak hanya Habib Rizieq, ormas GNPF-MUI serta FPI pun dipastikan absen dalam aksi tersebut. Hal ini disampaikan langsung oleh Pengacara GNPF-MUI, Kapitra Ampera.

“Dalam aksi 212, 21 Februari 2017 pengurus GNPF tidak ikut aksi. Habib Rizieq selaku Dewan Pembina, termasuk Pak Munarman tidak ikut turun karena itu domainnya umat. Tiga tokoh ini tidak akan ikut aksi kecuali ada kejadian yang tidak kita inginkan,” ujar Kapitra yang didampingi oleh Munarman di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/2/2017).

Diketahui sebelumnya, beberapa waktu Habib Rizieq telah menjalani pemeriksaan terkait kasus penodaan Pancasila di Polda Jawa Barat. Begitu pula dengan orang kepercayaannya, Munarman yang harus berurusan dengan Polda Bali karena dituding telah menodakan agama.

Dua kasus ini pun kemudian dikait-kaitkan dengan alasan keduanya yang enggan mengikuti aksi damai pada 21 Februari 2017 nanti. Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Kapitra mengatakan kasus yang menimpa Habib Rizieq dan Munarman tidaklah menjadi alasan FPI dan GNPF-MUI tak ikut aksi damai tersebut. Menurut Kapitra, keduanya memang ingin cooling down.

“Massa secara tidak disadari termobilisasi sendiri, dan ini kan kalau massanya besar menimbulkan interpretasi yang lain. Kita ingin menjaga situasi yang sudah kondusif dan damai ini,” ujar Kapitra di Masjid All Ittihaad, Tebet Barat, Jakarta Selatan, Minggu 18 Februari 2017.

Kapitra juga tak yakin jika aksi damai 212 terkait dengan urusan Pilkada. “Kalau kita mau terlibat dalam agenda pilkada, mungkin nomor dua sudah kalah. Malah dia menang di Petamburan, karena kita tidak terlibat, tidak konsen disitu. Karena kita konsen di penegakan hukum saja,” tutur Kapitra.

Meski kedua ormas itu bakal absen, namun Kapitra menegaskan bahwa aksi 212 tersebut tidak akan ditunggangi dengan kepentingan politik seperti yang telah beredar isu di media sosial. Aksi tersebut hanya untuk menyampaikan aspirasi. “Aksi yang dilakukan FUI itu hanya penyampaian aspirasi penegakan hukum tidak ada agenda politik di situ agar ada Justice for All. Menyampaikan fenomena hukum tidak agenda lain tidak agenda politik ini kegiatan damai,” kata Kapitra.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

From our editorial team

Widiynews.com adalah tempat menulis untuk semua orang. Yuk kirim juga tulisanmu sekarang

Artikel Terkait

Baca Juga

Kebijakan Berkomentar:

Komentar Anda adalah tanggapan dari konten yang diatas yang sudah Anda baca bukan “SPAM”. Maaf, SPAM dan komentar disertai LINK AKTIF terpaksa kami hapus!